Menakar Kemungkinan Uang Digital sebagai Mata Uang Resmi

Copytrade.blog – Sukses dengan pembayaran non tunai (Cashless Society), negara China bakal mengeluarkan mata uang digital. Meskipun belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Tiongkok, namun bocoran mata Yuan Digital China (Renmibi) ini sudah ramai dibahas oleh media-media di China maupun oleh media massa di berbagai dunia sejak akhir April lalu.

Yang menarik jika mata uang digital China ini benar-benar diluncurkan maka ini merupakan mata uang digital pertama yang didukung oleh bank sentral (lembaga pemerintah).

Seperti diketahui bahwa selama ini uang digital (block chain) seperti Bitcoin, Ethereum, Libra, USDT, dibuat oleh lembaga swasta. Kehadiran uang digital ini kerap mendapat penolakan dari bank sentral di banyak negara.

Indonesia maupun China adalah dua diantar banyak negara yang menolak uang tersebut. Alasan utamanya karena kehadiran uang digital ini bisa berpeluang menyebabkan ketidakstabilan ekonomi sebuah negara.

Baca: Kekinian! Berikut Ide Bisnis Digital yang Menguntungkan

Wujud ketidakstabilan itu salah satunya masyarakat akan menjual uang resmi negara tersebut, ambil saja contoh China – masyarakat menjual Yuan untuk membeli Bitcoin. Jika terjadi dalam massa yang sangat besar maka nilai tukar mata uang resmi tersebut akan terus turun.

Meski China melarang Bitcoin namun presiden China Xi Jinping sejak awal 2019 lalu meminta kepada lembaga perbankan dinegaranya untuk mempelajari teknologi block chain. Ini tentu sebagai langkah antisipasi perkembangan Digital Currency yang sulit dibendung. Alhasil Tiongkok meluncurkan sendiri mata uang digitalnya.

Meskipun Lembaga Penelitian Mata Uang Digital, unit Bank Sentral China, People Bank of China (PBoC), menolak menanggapi tangkapan layar mata uang digital China tersebut, namun uji coba mata uang tersbeut sudah dilakukan di China selama beberapa bulan terakhir.

Sebagaimana dilansir dari South China Morning Post pertengahan April 2020 lalu. Dari salah satu sumber yang didapat media tersebut, sesungguhnya uang digital yang ditangkap layar tersebut sebenarnya masih proyek rahasia. Namun kebocoran tersebut akan memberikan pandangan pertama kepada masyarakat umum tentang mata uang digital China kepada masyarakat umum.

Secara umum Yuan Digital ini memiliki beberapa fungsi sama seperti platform pembayaran online seperti Alipay, WeChat Pay dan sebagainya. Uang ini memungkinkan untuk membayar dan menerima pembayaran serta mentransfer uang.

CEO bursa aset kripto OKEx menilai dengan menerbitkan uang digital ini ada sejumlah keuntungan yang diperoleh China. Antara lain menghilangkan mahalnya biaya pencetakan uang dan repotnya menarik dan membawa uang dalam jumlah besar.

Selain itu dengan sistem digital maka sirkulasi keuangan lebih terpantau. Harapannya bisa memanntau tidak pencucian uang, penggelapan pajak, korupsi dan pendanaan organisasi kejahatan.

Kesiapan China meluncurkan mata uang digital sudah bisa dilihat jauh-jauh hari. Masyarakat di negara tersebut sudah terbiasa dengan pembayaran non tunai. Mereka sudah terbiasa transaksi non tunai. Bahkan untuk pembelian barang di pasar-pasar tradisional dan pedagang kaki lima sekalipun sudah sudah menerapkan transaksi non tunai. (*)

Baca juga: Analisa Teknikal, Hal Penting yang Wajib Dipahami Saat Trading