Transaksi Non Tunai Kian Terasa Manfaatnya Kala Social Distancing

Copytrade.blog – Beberapa tahun belakangan ini Pemerintah Indonesia mendorong masyarakat untuk memanfaatkan transaksi non tunai. Selain lebih efisien dan terkontrol, menggunakan transaksi non tunai keamanannya lebih terjamin. Ini kian terasa manfaatnya pada waktu pemberlakuan social distancing / jaga jarak seperti saat ini.

Menggunakan transaksi non tunai, sebagian besar kebutuhan belanja bisa dibeli dari rumah. Tentukan merchantnya, lalu siapkan pembayaran. Bisa pakai e-money, dompet digital atau mobile banking. Barang diantar sampai rumah. Bisa menghindari kerumunan.

Bahkan Bank Indonesia melalui website resminya  bi.go.id, 26 Maret 2020 menyarankan masyarakat Indonesia memanfaatkan transaksi non tunai. Langkah ini guna mencegah penularan Virus Corona.  Dalam laman resmi Bank Indonesia menyebut Bank Indonesia melakukan upaya meningkatkan transaksi non tunai, melalui uang elektronik, mobile banking, internet banking dan QRIS guna mendukung upaya social distancing.

Bahkan BI memberikan kemudahan bagi usaha mikro berupa perpanjangan masa berlaku 0 persen biaya Merchant Discount Rate (MDR) Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Perpanjangan ini berlaku hingga 30 September 2020. Selain itu juga menurunkan biaya Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (transfer elektronik) sejak 1 April 2020 hingga 31 Desember 2020.

Memakai pembayaran non tunai ini diharapkan pelaku usaha mikro bisa tetap menjalankan usahanya meskipun dengan pembatasan work from home. Sedangkan masyarakat bisa tetap membeli barang kebutuhan sehari-hari tanpa harus bertemu secara langsung antara penjual dan pembeli.

Apalagi saat ini banyak merchant yang melayani sistem pembayaran non tunai dengan beragam diskon yang ditawarkan.

Memang pembayaran non tunai ini selain memudahkan juga mempunyai banyak kelebihan, berikut ini Copytrade.blog akan merangkumnya dari beberapa sumber.

Menggunakan sistem pembayaran non tunai ini ada banyak kelebihan yang diperoleh. Antara lain;

1. Lebih Efisien

Pembayaran dengan sistem non tunai akan mempermudah melakukan transaksi. Sebab semua transaksi bisa dilakukan melalui smartphone. Kapan dan di mana pun. Bisa dari rumah. Sambil tiduran. Nonton sinetron atau drakor. Cari barangnya, mulai dari sembako hingga baju. Bayar lalu tunggu, barang akan diantar. Pada masa social distancing seperti ini, bisa tetap jaga jarak.

Selain itu pilihan alat pembayaran non tunai juga mudah. Mulai kartu debit, kartu kredit, mobile banking, e-money dan e-walet. Khusus untuk dompet elektronik banyak sekali platform yang bisa digunakan, seperti OVO, Go-Pay, Doku. Dan mengisi uang di dompet elektronik tersebut bisa melalui e-banking.

Menggunakan transaksi elektronik juga tidak perlu ribet menghitung jumlah uang yang akan dibayarkan, sehingga tidak perlu dipusingkan uang kembaliannya steril atau tidak.

2. Pengeluaran Lebih Terkontrol

Menggunakan transaksi non tunai pengeluaran akan termonitor. Sebab, semua riwayat transaksi dicatat di layar smartphone. Bisa mengerem pengeluaran saat tahu belanjanya sudah agak membengkak.

3. Menghindari Aksi Kejahatan

Membawa uang dalam jumlah banyak tentu was-was. Sebab rawan kecopetan maupun dijambret. Menggunakan transaksi non tunai akan meminimalisir tindak kejahatan di jalanan.

Semisal kartu debit/kredit hilang bisa segera memblokirnya. Selain itu uang digital yang disimpan dalam perangkat lunak smartphon juga relatif lebih aman karena diproteksi dengan rangkaian kode akses.

4. Bisa Memanfaatkan Promo dari Para Merchant

Ragam promo kerap diberikan para merchant, tinggal manfaatkan saja promo tersebut untuk menghemat pengeluaran.

Hanya saja transaksi non tunai ini membutuhkan akses internet. Selalu periksa bahwa kuota dan jaringan internet aman. Sekadar jaga-jaga saja siapkan saja uang tunai dalam jumlah secukupnya. (EB Utomo)

Baca Juga: Transaksi Non Tunai Kian Terasa Manfaatnya Kala Social Distancing