Swing Trading, Strategi Mengayun Untuk Mendayung Untung

Swing Trading

Swing trading adalah strategi trading yang selain menggunakan analisa teknikal juga menggunakan  tren sebagai alat analisis. Swing trading dilakukan dengan durasi minimal satu minggu dan paling lama adalah tiga bulan. Dengan durasi ini, seorang trader akan menganalisa pergerakan saham dengan melihat tren harga saham dalam sebuah situasi ekonomi.

Swing trading adalah strategi trading dengan jangka waktu menengah dengan menempatkan entri jual atau beli pada titik pembalikan harga dengan perkiraan akan memperoleh laba optimal pada pergerakan tertentu. Teknik trading ini didasarkan pada variasi perubahan harga yang terjadi di pasar valas. Dengan demikian, hal tersebut membuat para trader harus bereaksi dengan cepat ketika perubahan terjadi.

Dibandingkan scalping yang harus keluar masuk pasar setiap beberapa menit, jelas swing trading terbilang aktifitas trading yang sedikit lebih santai dengan prosentase keuntungan dalam satu minggu sebesar 5 % – 20%. Keuntungan 20% ini bisa kamu dapatkan dalam satu minggu apabila bermain pada pair yang tingkat volatilitasnya tinggi seperti AUD, JPY, NZD.

Dalam swing trading, para trader mengkamulkan formasi candlestick jangka pendek. Meski terdapat kelemahan yaitu level resiko dengan rasio keuntungan yang tidak sepadan. Seringkali kalau angka proteksi kita buat kecil, cepat tersentuh dan harga mental lagi. Tapi kalau dibesarkan level proteksinya, supaya tidak mudah tersentuh, maka perbandingannya risiko akan lebih besar dibanding keuntungan.

Grafik Pasar

Swing trading membuka posisi tepat setelah tren berbalik cepat, lalu melanjutkan tren tersebut. Kamu membuka posisi tepat ketika harga menembus atau “swing” melewati resistance sebelumnya, yang menunjukkan bahwa tren telah menemukan kekuatan baru. Analisa teknikal yang kamu gunakan tidak hanya fokus pada titik support dan resistance, tetapi juga pada indikator momentum yang memberikan sinyal tentang kemungkinan pembalikan tren atau sebagai konfirmasi pembalikan tren. Kemudian pada indikator waktu atau gelombang seperti elliott wave, fibonacci, atau gann.

Sekali lagi, swing trading adalah metodologi trading yang berupaya menangkap ayunan (atau “satu gerakan”). Tujuannya adalah untuk meminimalisir kerugian sekecil mungkin dan menutup posisi tersebut sebelum tekanan yang berlawanan terjadi. Ini berarti kamu akan menutup posisi yang menguntungkan sebelum pasar berbalik dan memupuskan keuntungan tersebut.

Baca juga: Cara Bermain Forex Untuk Pemula Tanpa Modal

Di bawah, kami telah merangkum lima swing trading strategy terbaik yang dapat kamu gunakan untuk mengidentifikasi peluang trading dan mengelola trading kamu dari awal hingga selesai. Terapkan teknik swing trading ini pada saham atau pasangan mata uang yang paling kamu minati untuk mencari peluang titik entry.

1. Fibonacci retracement

Fibonacci retracement dapat digunakan untuk membantu trader dalam mengidentifikasi level support dan resistance, termasuk kemungkinan level pembalikan pada grafik saham. Tren saham seringkali cenderung terkoreksi beberapa persen sebelum kembali berbalik, dan menggambarkan garis horizontal berdasarkan rasio fibonacci klasik yakni 23,6%, 38,2%, dan 61,8% pada grafik saham dapat mengungkapkan potensi level pembalikan. Trader juga sering menggunakan level 50%, meskipun tidak sesuai dengan pola fibonacci, namun harga cenderung berbalik setelah terkoreksi setengah dari pergerakan sebelumnya.

Seorang swing trader dapat membuka posisi jual jangka pendek jika harga dalam tren turun terkoreksi dan memantul dari level retracement 61,8% (bertindak sebagai level resistance), dengan harapan mendapatkan keuntungan dari posisi jual tersebut jika harganya turun dan memantul dari garis fibonacci 23,6% (bertindak sebagai level support).

Fibonacci

2. Support dan resistance

Level support dan resistance merupakan dasar analisa teknikal dan kamu dapat membuat strategi trading saham yang sukses dengan ini.

Level support mengindikasikan level harga atau area pada grafik di bawah harga pasar saat ini, di mana pembeli cukup kuat untuk mengatasi tekanan jual. Akibatnya, penurunan harga terhenti dan harga kembali naik. Seorang swing trader saham akan berusaha membuka posisi beli ketika harga memantul dari garis support, dan menempatkan stop loss di bawah garis support.

Resistance adalah kebalikan dari support. Ini mewakili level harga atau area di atas harga pasar saat ini, di mana tekanan jual dapat mengatasi tekanan beli, sehingga menyebabkan harga berbalik melawan tren naik. Dalam hal ini, seorang swing trader dapat membuka posisi jual ketika harga memantul dari level resistance, dan menempatkan stop loss di atas garis resistance. Satu hal penting yang perlu diingat ketika menggabungkan support dan resistance ke dalam strategi swing trading adalah bahwa ketika harga menembus level support atau resistance, maka hal tersebut mengubah peran – yang dulunya support menjadi resistance, dan sebaliknya.

3. Trendline

Swing trading strategy ini mengharuskan kamu mengidentifikasi pasar yang menampilkan tren kuat dan diperdagangkan dalam trendline. Jika kamu telah menggambarkan sebuah trendline atau bahkan channel di sekitar tren bearish pada grafik candlestick atau grafik batang, kamu akan mempertimbangkan untuk membuka posisi jual ketika harga memantul turun dari trendline atau upper channel. Ketika menggunakan trendline atau channel untuk swing trading, penting untuk trading mengikuti tren, di mana kamu hanya akan mencari posisi jual – kecuali jika harga menembus trendline atau channel, bergerak lebih tinggi dan menunjukkan pembalikan dan awal dari uptrend.

Pergerakan Pasar

4. Moving average crossover

Teknik swing trading lain yang paling populer adalah menggunakan simple moving average (sma). Sma memperhalus data harga dengan menghitung harga rata-rata yang terus diperbarui berdasarkan rentang periode waktu tertentu. Sebagai contoh, sma 10 hari menggunakan harga penutupan harian selama 10 hari terakhir dan membaginya dengan 10 untuk menghitung rata-rata yang terbaru setiap harinya. Setiap rata-rata tersebut terhubung ke data berikutnya sehingga menghasilkan sebuah garis halus yang membantu kamu untuk mengurangi “noise” pada grafik harga. Periode yang digunakan (10 dalam kasus ini) dapat diterapkan ke interval grafik mana pun, dari satu menit hingga mingguan. Sma dengan periode pendek akan bereaksi lebih cepat terhadap perubahan harga dibandingkan dengan jangka waktu yang lebih lama.

Dengan sistem swing trading menggunakan sma 10 dan 20 hari, itu artinya kamu menerapkan dua sma dengan periode ini pada grafik saham kamu. Ketika sma yang lebih pendek (10) memotong ke atas sma yang lebih panjang (20) sinyal beli dihasilkan karena ini menunjukkan bahwa uptrend sedang berlangsung. Ketika sma yang lebih pendek memotong ke bawah sma jangka panjang, sinyal jual dihasilkan karena jenis crossover sma ini menunjukkan tren turun.

5. MACD crossover

Strategi swing trading dengan macd crossover adalah cara sederhana untuk mengidentifikasi peluang swing trading saham. Ini adalah salah satu indikator swing trading paling populer yang digunakan untuk menentukan arah dan pembalikan tren. Macd terdiri dari dua moving average – garis macd dan garis sinyal – di mana sinyal beli dan jual dihasilkan ketika kedua garis ini saling berpotongan. Jika garis macd memotong ke atas garis garis sinyal, maka itu mengindikasikan tren bullish dan kamu perlu mempertimbangkan untuk membuka posisi beli.

Jika garis macd memotong ke bawah garis sinyal, maka kemungkinan akan terjadi tren bearish, dan kamu perlu mempertimbangkan untuk membuka posisi jual. Seorang swing trader kemudian akan menunggu dua garis untuk kembali berpotongan, menciptakan sinyal untuk trading di arah yang berlawanan, sebelum menutup posisi tersebut.

Baca juga: Scalping Trading, Berfikir Cepat Untuk Untung Cepat

MACD bergerak di sekitar garis nol dan sinyal trading juga dihasilkan ketika ketika macd memotong ke atas garis nol (sinyal beli) atau di bawahnya (sinyal jual).

Scroll to Top