Suku Bunga KPR Naik Langkah Apa yang Harus Dilakukan

COPYTRADE – Baru baru ini Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga acuan. Pada Rapat Dewan Gubernur 16 November 2022 lalu, diputuskan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 50 bps menjadi 5,25 persen. Bunga Deposito sebesar 50 bps menjadi 4,50 persen. Bunga pinjaman sebesar 50 bps menjadi 6,00 persen.

Kenaikan suku bunga acuan tersebut tentu mengerek suku bunga pinjaman, tak terkecuali Kredit Pemilikan Rumah ( KPR). Kredit KPR yang naik terutama untuk KPR dengan sistem floating atau mengembang mengikuti suku bunga pasar.

Biasanya KPR floating akan rendah di dua tahun pertama, namun berikutnya mengikuti suku bunga pasar. Ditengah kenaikan suku bunga kali ini tentu akan menambah beban bagi para debitur.

Mereka harus memutar otak untuk memenuhi tagihan atau cicilan selama masa kredit berjalan.

Salah satu tujuan kenaikan suku bunga tersebut tidak lain yakni untuk menekan inflasi dan stabilisasi nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.

Kebijakan yang bersifat makro tersebut memang dapat berdampat langsung bagi para debitur. Lalu langkah apa saja yang harus dilakukan.

Pastikan Rasio Angsuran Tak lebih dari 30 Persen

Atus skema pengeluaran beban tetap anda agar angsuran tetap lancar. Hal itu dengan menghitung kembali beban pengeluaran yang di keluarkan. Jika beban anda maih dibawah 30 persen, artinya masih aman.

Angsuran kredit masih bisa ter cover dengan baik. Hanya saja, perlu dilakukan pengetatan pengeluaran, agar tidak menggerus beban tetap anda.

Untuk memperkuat basis keuangan keluarga, tentu harus mencari alternatif pendapatan lain. Hal ini penting karena, selain harus bisa mengangsur dengan baik, tentu seiring waktu, kita juga harus bisa melakukan investasi.

Alternatf pendapatan bisa dilakukan dengan menambah prospek pendapatan yang dapat dilakukan. Mungkin hal ini berat, karena harus extra working. namun Hal itu kadang tetap harus dilakukan.

Lakukan Negosiasi

Baru baru ini OJK telah menetapkan perpanjangan restrukturisasi untuk sektor kredit tertentu.

Dengan kebijakan tersebut anda bisa memanfaatkan program yang telah ditetapkan.

Lakukan negosiasi dengan bank. Buat skema angsuran baru dengan tenor lebih panjang dan angsuran ringan.

Jika hal tersebut dilakukan, anda dapat menempuh alternatif tersebut. Langkah aman agar angsuran ter cover dan anda tetap dapat melanjutkan kehidupan layak. Tentu dengan tetap menambah dan mencari sumber pendapatan baru.

lakukan perhitungan dengan baik, agar anda benar benar faham nilai yang harus dkeluarkan. Pertimbangkan tenor atau masa kredit dengan skema pekerjaan anda. Misal anda memiliki target tententu setelah KPR lunas, sehingga target tersebut dapat tercapai.

Take Over

Pilihan lain yang bisa dilakukan yakni take over kredit. Take over ini juga butuh proses, sebab anda harus melakukan akad ulang dengan bank penjamin yang baru.

artinya akad tersebut juga membutuhkan biaya dan proses legal. Namun jika secara hitungan lebih menguntungkan atau meringankan maka anda bisa mengambil langkah tersebut.

Biasanya perbankan juga dituntut untuk memenuhi target landing. Kesempatan ini bisa dimanfaatkan jika bank penjamin yang baru memberikan banyak fasilitas kemudahan.

Minimal, anda akan kembali menikmati kemudahan suku bunga di dua tahun pertama. Sebab dua tahun pertama masih diterapkan promo suku bunga flat.

Kabar Baik Bank Belum Lakukan Perubahan Bunga

Terkait kenaikan suku bunga tersebut rupanya belum semua perbankan ikut menaikkan suku bunga kredit. Corporate Secretary PT Bank Rakyat Indonesia Aestika Oryza Gunarto mengungkapkan, suku bunga KPR BRI belum naik dalam waktu dekat.

“Saat ini BRI belum menaikkan suku bunga KPR. Walaupun terdapat kenaikan suku bunga acuan dari BI. BRI akan fokus untuk memasarkan KPR kepada segmen tertentu agar dapat mensubsidi silang. Subsidi tersebut diterapkan antara Bunga KPR yang tidak naik dengan aset atau portofolio simpanan nasabah,” katanya.

Aestika mengatakan, suku bunga KPR BRI mulai dari 2.77 persen fixed 1 tahun. Kemudian 4.97 persen fixed 5 tahun. Selanjutnya akan memberlakukan counter rate.

Sementara itu Corporate Secretary PT Bank Tabungan Negara Tbk Achmad Chaerul menjelaskan, terdapat beberapa pertimbangan untuk menaikkan suku bunga KPR di BTN.

Achmad mengaku BTN masih terus memantau beberapa komponen biaya dana atau Cost of Fund. Sebab penyesuaian suku bunga KPR sudah diperlukan dalam waktu dekat.

Kenaikan suku bunga bakal disesuaikan dengan kemampuan bank serta kondisi pasar. BTN juga harus memperhatikan spread dan profitabilitas yang optimal.

BTN juga bakal mengkaji pro dan kontra terkait penyesuaian suku bunga pembiayaan.

Corporate Communications & Social Responsibility BCA Hera F Haryn mengungkapkan, PT Bank Central Asia (BCA) juga masih mempertahankan suku bunga dasar kredit (SBDK) KPR di angka 7,20 persen.

BCA menyediakan berbagai variasi suku bunga KPR. Diantaranya bunga 3,85 persen fix selama 3 tahun. program tersebut berlaku sampai akhir Desember 2022.

Perlu diketahui BI menaikkan suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate sebesar 50 basis poin. Kemaikan itu menjadi menjadi 5,25 persen pada November 2022 lalu.

Keputusan itu meningkatkan kekhawatiran masyarakat. Khususnya bagi para pejuang KPR dengan sistem floating.

Data Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) yang disapaikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Agustus 2022, rata-rata bunga KPR saat ini sebesar 8,61 persen. Mulai Agustus 2022 atau naik menjadi rata-rata Juli, 8,57 persen.

Bunga KPR bank pelat merah 7,25 persen. Sedangkan, bunga yang dipatok bank swasta beragam. KPR BCA lebih rendah yakni 7,20 persen. Sementara, bank swasta lainnya menerapkan bunga KPR lebih tinggi.

SBDK KPR Bank Danamon sebesar 8 persen. Bank Permata 8,25 persen. Bank Maybank Indonesia 8 persen persen. Lalu, KPR Bank CIMB Niaga 7,25 persen persen.