Sukses Beternak Kelinci Pedaging, Berikut Kiatnya

Copytrade.blog – Kelinci merupakan hewan yang lucu maka tak jarang banyak orang yang menyukai hewan yang satu ini. Terutama anak anak yang begitu menyukai hewan yang mempunyai ciri khas berkuping panjang ini.

Ada 2 jenis kelinci yaitu hias dan pedaging, yang sama sama menguntungkan bila dijalani untuk dijadikan bisnis. Jenis kelinci hias bisa kita pasarakan kepada orang yang menyukai hewan yang satu ini, sementara kelinci pedaging biasanya dijual kepada para pemilik warung sate dan warung makanan yang menyediakan olahan daging kelinci.

Beternak kelinci merupakan salah satu pilihan bisnis peternakan yang sangat menjanjikan karena harganya yang stabil dan hewan ini dikenal lewat cara perawatannya yang mudah.

Menjalankan ternak kelinci juga modal yang dikeluarkan tidaklah banyak. Karena biaya untuk mebuat kandang dan pakan relatif terjangkau daripada jenis hewan peternak lainnya.

Dalam sebuah perternakan masalah pembengkakan biaya biasanya terdapat di pakan, nah bila kita kreatif kita juga bisa memanfaatkan rumput rumput liar untuk memberi makan kelinci.

Suskes beternak kelinci merupakan impian bagi setiap peternak, meski tidak mudah namun kita bisa mencapainya dengan memahami seluk beluk tentang hewan yang satu ini.

Bagi para pemula jika tertarik beternak kelinci maka lebih baik pahami dulu hewan yang satu ini supaya tidak terjadi hal hal yang tidak diingkan dikemudian hari. Belilah satu pasang kelinci dan coba kalian pelihara.

Jika dirasa sudah mampu baru kalian memantapkan diri untuk beternak kelinci pada skala yang lebih besar. Selain mudah merawatnya beternak kelinci pedaging juga relatif cepat, kurang lebih sekitar 1 bulan indukan kelinci sudah dapat menghasilkan anak.  Dan untuk mebesarkan anak tersebut yang siap dijual memerlukan waktu sekitar 2-3 bulan.

Baca: Menguntungkan! Berikut Bisnis Peternakan Potensial yang Menjanjikan

Nah kali ini copytrade.blog akan merangkum dari beberapa sumber sukses beternak kelinci pedaging. Kira kira apa saja kiatnya? Betulkan posisi tempat duduk Anda dan simak penjelasnnya berikut:

Sebelum membahasa kiat sukses beternak kelinci pedaging kita harus mengenal dulu jenis jenis kelinci pedaging yang umum terdapat di pasaran. Berikut jenis jenis jenis kelinci tersebut :

1. Jenis Flamish Giant

Flamish Giant merupakan jenis kelinci yang berasal dari Amerika Latin yaitu Argentina. Kelinci ini merupakan jenis kelinci pedaging yang popular di Indonesia karena bobotnya yang dikenal bongsor. Kelinci ini bisa mencapai bobot 5 hingga 6 kg.

Dengan kualitas kelinci pedaging yang super ini harganya memang terbilang mahal dibandingakan dengan jenis kelinci pedaging lainnya, sepasang kelinci ini harganya bekisar 900-1juta rupiah. Sebanding dengan harganya bisa jenis kelinci ini beranak bisa sampai 12 ekor. Dan dalam 1 tahun jenis kelinci ini bisa bertenak 4 kali.   

2. Jenis Kelinci New Zeland

Meski memiliki nama New Zeland namun sebenaranya kelinci ini berasal dari Australia. Kelinci jenis ini cocok diternakan di Indonesia dan banyak peternak pedaging lebih memilih jenis kelinci ini.

Berat kelinci ini rata rata 3-4 kg, dengan jensi warna yang beragam namun umumnya memiliki warna putih, kuning atau abu abu.  

Harga sepasang kelinci New Zeland/Australia yang sudah dewasa ini sekitar Rp500.000. memang lebih murah dibandingkan kelinci Fg. Pertumbuhannya juga relatif cepat, sehingga juga cocok untuk dipelihara sebagai kelinci yang diambil dagingnya.

3. Kelinci Jenis Rambon

Banyak yang mengatakan kelinci jenis rambon merupakan hasil persilangan antara kelinci Australia dan jenis lokal. Dari berat badannya kelinci ini memang mirip Cuma lebih kecil ukurannya sekitar 2.5 kg hingga 3.5 kg.

Kelinci rambon merupakan salah satu jenis kelinci yang popular di pelihara oleh para peternak di daerah.

Harga sepasang kelinci rambon sekitar Rp400.000. setiap kali beranak, kelinci ini mencapai 8 ekor. Rata-rata 6 ekor. Harga dagingnya sama dengan kelinci Australia yaitu Rp35.000 per kg.

4. Jenis Kelinci Rex

Jenis kelinci pedaging selanjutnya adalah kelinci jenis Rex. Hampir sama dengan jenis kelinci FG kelinci ini juga terkenal memiliki badan yang bongsor, kelinci ini dapat tumbuh dengan bobot 5 kg.

Salah satu keunggulan jenis kelinci rex adalah selain dapat diambil dagingnya, juga dapat diambil kulitnya. Sehingga, peternak kelinci rex akan mendapatkan dua keuntungan sekaligus ketika memilih untuk memelihara jenis kelinci yang satu ini.  

Kelinci asal negeri Perancis ini memiliki harga perpasang sekitar 500-800 ekor yang sudah siap diternakan. 

5. Kelinci Lokal/Jawa.

Jenis kelinci lokal banyak diternak oleh para peternak asal Indonesia. Selain harganya yang lebih murah kelinci lokal juga dikenal lebih bandel dari penyakit.

Namun jenis kelinci ini memiliki badan yang kecil dan pertumbuhannya lambat jika dibandingakan dengan jenis kelinci pedaging di atas. Jenis kelinci ini adalah alternatif terakhir saat peternak tidak mendapatkan kelinci jenis unggul untuk pedaging seperti jenis-jenis yang telah disebutkan diatas.

Harga sepasang kelinci lokal yang siap diternakan berkisar antara 120.000 sampai 150.000 rupiah.

Setelah sudah mengenal jenis jenis kelinci pedaging yang popular di Indonesia kali ini kita akan mempelajari kiat sukses dalam beternak kelinci dan berikut ulasannya:

A. Pilih Bibit Kelinci yang Berkualitas

Kiat pertama ketika kita akan beternak kelinci adalah memilih bibit yang berkualitas. Karena memiliki bibit yang berkualitas akan sangat mempengaruhi keberhasilan dalam beternak kelinci.

Dalam pemilihan bibit kelinci kita harus berhati hati pastikan kelinci yang akan kita beli dalam keadaan sehat, tidak cacat. Dengan hal tersebut maka kelinci akan tumbuh dengan normal dan lebih tahan terhadap penyakit.

Bulu yang bersih juga bisa menjadi kiat dalam membeli sebuah kelinci yang berkualitas karena kelinci yang berbulu bersih biasanya baik dalam hal perawatan.  

B. Berilah Pakan yang Bergizi

Layaknya seperti manusia kelinci juga memerluka gizi yang baik dalam perkembangannya. Maka untuk berhasil dalam beternak kelinci perhatikan kandungan gizi yang baik pada hewan yang satu ini.

Zat gizi yang diperlukan kelinci diantaranya protein, karbohidrat, lemak, vitamin, serat kasar, mineral, dan air. Zat-zat tersebut terdapat pada berbagai jenis pakan kelinci seperti sayuran hijau, rumput, konsentrat, dan pelet.

Untuk memenuhi kebutuhan gizi seimbang, sebaiknya kelinci diberi pakan yang bervariasi antara sayuran dan pelet. Hal ini akan dusukai oleh kelinci dan semakin mempercepat pertumbuhannya.

C. Mengatur Pola Pemberian Pakan

Memberi makan yang berlebihan terhadap kelinci bisa menyebabkan kelinci terkena penyakit imbas dari bekas makanan yang tidak habis. Untuk itu mengatur pola pemberian makan sangatlah penting demi menjaga kesehatan kelinci.

Untuk mengatasi hal tersebut maka anda dapat membuat jadwal pemberian pakan. Dalam satu hari, kelinci dapat diberi pakan sebanyak dua hingga tiga kali pada pagi dan sore hari, atau pagi, siang, dan malam hari.

Dan ketika sedang memberikan pakan perhatikan ada sisa sisa pakai yang berceceran atau tidak kalau ada segeralah dibersihkan untuk mencegah datangnya penyakit.

D. Memberikan Pakan yang Bersih dan Higienis

Pastikan memberi pakan pada kelinci dalam keadaan bersih dan higienis, karena jika kotor, busuk, atau basi akan sangat berisiko bagi kesehatan kelinci. Hindari memberi makan kelinci sisa sisa makanan.

Adapun pakan yang telah sering terinjak-injak kaki kelinci sebaiknya anda ganti. Dikhawatirkan, pakan yang terinjak telah terkontaminasi kotoran. Untuk mengatasi hal tersebut, ada dapat menggantungkan pakan yang anda sediakan agar tidak menyentuh dengan lantai.

E. Rajin Menjaga Kebersihan Kandang

Kebersihan kandang merupakan salah satu faktor penting dalam sukses tidaknya beternak kelinci. Karena jika kandang kotor makan kelinci akan rawan dari serangan penyakit.

Jadi ketika kita memelihara kelinci pastikan kondisi kandangan harus bersih dan rajin rajinlah untuk dibersihkan karena sisa makanan atau amoniak pada kandang dapat mendatangkan perbagai penyakit pada kelinci.

F. Menjaga Ketenangan Kandang

Kelinci merupakan hewan yang sensitif maka usahakan pemilihan kandang di tempat yang sunyi jauh dari keramaian. Karena kelinci mudah kaget dengan suara keras yang bisa menyebabkan kelinci menjadi stress.

Bila pun tidak memiliki banyak opsi dalam pemilihan kandang kita harus pastikan orang yang berkunjung ke kandang kita tidak membuat suara gaduh atau suara yang bisa membuat kelinci kaget.

G. Jangan Menempatkan Kandang di Tempat yang Lembab

Kandang yang baik merupakan kandang yang mudah terjadi sirkulasi udara. Karena kandang yang lembab dapat memdatangkan pelbagai macam penyakit yang membahayakan bagi kesehatan kelinci.

Pasalnya kandang yang lembap dapat memungkinkan berkembangnya jamur, bakteri, virus, dan organisme lain penyebab penyakit pada kelinci.Pemilihan kandang yang pas merupakan faktor penting dalam beternak kelinci.

H. Melindungi Kelinci dari Angin dan Hujan

Angin dan hujan merupakan hal yang harus dihindari jika ingin kelinci kita menjadi sehat karena kelinci sangat rentan kesehatannya bila terkena angina dan air hujan.

Kelinci merupakan hewan yang terbilang ringkih, seperti layaknya manusia bila kelinci terpapar air hujan dan angin bisa menyebabkan kelinci seperti masuk angin dan kembung. Maka sudah selayaknya jika ada angina kecang dan hujan tutuplah kandang hingga rapat.

I. Tanggap dalam Penanganan Penyakit

Jika mendapati kelinci terlihat terkena penyakit segera lakukan tindakan secepat mungkin, karena bila terlambat sedikit saja kelinci kita bisa tidak bisa ditangani.

Penanganan yang cepat dapat mengurai risiko kematian pada kelinci. Dan tidak hanya itu bisa mencegah penularan pada kelinci yang lain. Bila menangi kelinci yang sedang sakit maka pisahkan terlebih dahulu dengan kelinci yang sehat. Selain memudahkan perawatan juga menaggulangi adanya penyakit yang menular.

Itulah cara sukses beternak kelinci pedaging. Selain kita harus tahu jenis kelinci pedaging kita juga harus bisa merawat kelinci tersebut sehingga kita bisa meraup pundi pundi keuntungan.

Beternak kelinci memerlukan ketelatenan dan keuletan karena kita sedang merawat hewan yang bernyawa. Meski tidak mudah namun percayalah kita bisa untuk merawatnya, jika kita sudah paham seluk beluk hewan yang satu ini.  

Baca juga: Mau Bebas Finansial? Tiru Kebiasaan Ini