Strategi Hedging Untuk Melindungi Uangmu Dari Fluktuasi

Strategi Hedging Untuk Melindungi Uangmu Dari Fluktuasi

Pasar forex adalah area dimana segala kemungkinan bisa terjadi, entah itu akan menguntungkanmu atau membuatmu rugi. Strategi hedging dilakukan untuk melindungi uangmu dari fluktuasi yang tidak menentu dengan cara melakukan Buy dan Sell pada di satu aset yang sama secara bersamaan, atau atas beberapa aset yang berbeda tetapi pergerakan harganya saling berhubungan.

Berdasarkan kata dasarnya hedging mempunyai arti melindungi nilai, ini artinya dengan melakukan hedging dalam trading forex berarti seorang trader sedang melindungi nilai sebuah posisi dengan dua buah posisi yang berlawanan sehingga tidak terjadi kerugian yang jauh lebih besar lagi.

Strategi hedging hanya digunakan untuk melindungi diri dari kerugian besar, untuk mendapatkan asuransi atas trading. Hedging adalah cara untuk mengurangi jumlah kerugian yang akan Kamu alami jika sesuatu yang tidak diharapkan terjadi.

Cara hedging forex sederhana adalah memungkinkan kamu untuk memperdagangkan arah berlawanan dari trading awal tanpa harus menutup trading awal itu. Dapat dikatakan bahwa lebih masuk akal untuk menutup trading awal untuk kerugian dan menempatkan trading baru di tempat yang lebih baik. Ini adalah bagian dari kebijaksanaan trader.

Contoh yang lain yaitu misalnya saat melakukan buy dan ternyata salah posisi, kita melakukan sell di bawah posisi buy kita dengan harapan kerugian tidak semakin membesar. Biasanya trader melakukan hedging ini saat mereka sadar kalau mereka salah prediksi dan salah posisi, sehingga posisi mereka ditahan dengan posisi berlawanan dan mengunci kerugian.

Strategi Hedging

Dengan cara seperti ini biasanya keuntungan yang didapatkan tidak seperti  yang diharapkan, namun dengan hedging seperti ini kita bisa meminimalisir kerugian dan menghindarkan dari kerugian yang jauh lebih besar lagi.

Teknik hedging ini biasa disebut juga dengan locking oleh para trader karena memang fungsi utamanya adalah mengunci kerugian supaya tidak terjadi kerugian yang lebih besar lagi. Tinggal menunggu momen dan saat yang tepat dan merubah floating loss menjadi sebuah keuntungan. Jika melepas di saat yang tepat dan angka keuntungan lebih besar dari kerugian maka hasil trading kamu adalah positif atau dengan kata lain kamu mendapatkan keuntungan.

Strategi Direct Hedging

Melakukan hedging sebenarnya tidak sulit, hanya diperlukan pengetahuan yang jelas mengenai support dan resistance, dimana dari support dan resistance ini kita bisa melihat apakah sebuah pergerakan harga itu Retracement ataukah Reversal, mengenai cara nya bisa dilihat dari postingan kami sebelumnya yang berjudul apa itu Retracement dan Reversal.

Misalkan saat ini ada posisi Buy EUR/USD di level 1.3400 dengan harapan harga akan bergerak ke 1.3500 namun ternyata ada sebuah isu yang membuat harga turun ke level 1.3380. Ini berarti saat ini posisi buy 1.3400 mengalami floating loss sebesar 20 pips.

Ini adalah saat kamu harus menentukan apakah harga saat ini adalah Retracement ataukah Reversal. Kalau itu adalah sebuah Retracement dengan level support di angka 1.3380 maka kamu hanya tinggal menunggu saja apakah harga akan closing diatas atau dibawah 1.3380, kalau closing diatas 1.3380 maka bisa jadi harga hanya memantul saja dan kembali ke tren yang benar. Jadi kamu biarkan saja posisi buy 1.3400 kamu dan tinggal menunggu harga naik.

Namun kalau itu adalah sebuah reversal yang kemudian terjadi breakout, maka yang harus kamu lakukan adalah membuat posisi sell berlawanan arah di level 1.3880 dan mengunci kerugian di -20 pips.

Baca juga: Meraup Profit Harian Dengan Strategi Day Trading

Trading Beberapa Pasangan

Beberapa broker terkadang melarang menggunakan cara hedging di pasangan mata uang yang sama karena dianggap melanggar peraturan regulatornya. Para trader biasanya mensiasatinya dengan strategi hedging yang lain, yaitu trading pada beberapa pasangan mata uang dengan korelasi.

Seorang trader forex dapat membuat hedging terhadap mata uang tertentu dengan menggunakan dua pasangan mata uang yang berbeda. Misalnya, Kamu bisa melakukan pembelian EUR/USD dan USD/CHF pendek. Dalam hal ini, itu tidak akan tepat, tetapi Kamu akan membatasi eksposur USD Kamu. Satu-satunya masalah dengan hedging dengan cara ini adalah Kamu terkena fluktuasi dalam Euro (EUR) dan Swiss (CHF).

Ini berarti jika Euro menjadi mata uang yang kuat terhadap semua mata uang lainnya, mungkin ada fluktuasi dalam EUR/USD yang tidak dinetralkan dalam USD/CHF. Ini umumnya bukan cara yang dapat dikamulkan untuk melakukan hedging kecuali Kamu sedang membangun hedging yang rumit yang mempertimbangkan banyak pasangan mata uang.

Hedging Analisis

Hedging Sebagai Pengganti Stop Loss

Cara hedging sebagai pengganti Stop Loss ini memang mempunyai kelemahan dari sisi psikologis, terutama untuk trader yang belum begitu berpengalaman. Biasanya, kita akan ragu-ragu untuk menutup salah satu posisi yang positif, karena khawatir begitu posisi hedging kita close, ternyata trend terus berlanjut sehingga posisi yang masih terbuka semakin bertambah minusnya tanpa ada pelindung lagi.

Sedangkan apabila kita meng-hold posisi yang positif, pasti ada rasa khawatir kalau-kalau trend tiba-tiba berbalik sehingga malahan kita jadi punya koleksi floating negatif. Bebeerapa trader yang biasa menggunakan Hedging Stop Loss memberi saran mengenai sebaiknya kapan kita menutup posisi hedging.

Menurut mereka sebaiknya posisi hedging tidak usah dipasang TP. Konsekuensinya, kita harus telaten scalping untuk posisi tersebut. Maksudnya, kita pantau terus pergerakan harga, begitu kita rasa trend mulai berbalik arah, segera close posisi yang positif. Kalaupun ternyata trend masih berlanjut, buka posisi lagi, demikian seterusnya.

Baca juga: Swing Trading, Strategi Mengayun Untuk Mendayung Untung

Memang kita akan rugi spread, tapi masih mendinglah kita bisa mengambil manfaat dari pergerakan harga, daripada cuma harap-harap cemas melihat loss dari posisi yang “terlanjur” kita ambil.

Pergerakan Pips

Kesimpulan

Ketika melakukan teknik hedging ini harus benar benar diperhatikan dengan jeli market yang ada di hadapan anda. Harga yang fluktuatif terkadang membuat seorang trader ragu untuk membuka posisi baru dan melakukan hedging. Dalam melakukan hedging anda harus benar benar memperhatikan Retracement dan Reversal, karena sebagian besar trader menyepelekan keduanya dan selalu menganggap harga akan berbalik arah dan akhirnya kerugian makin membesar hingga terlambat melakukan hedging dengan posisi floating loss yang cukup besar.

Baca juga: Pintar Money Management Forex, Mencegah Kerugian

Anda harus menyadari kalau membuka posisi apapun dalam trading forex selalu diiringi dengan resiko, inilah mengapa anda harus benar benar memiliki strategi yang tepat. Bukan hanya open Buy atau Sell dengan harapan profit sebesar sekian, namun anda juga harus memperhitungkan bagaimana kalau harga berbalik arah dan tidak sesuai dengan tren yang anda inginkan.

Ini penting untuk anda lakukan karena resiko terus mengincar anda setiap saat, namun dengan strategi yang tepat anda dapat terhindar dari resiko kerugian yang ada di depan mata.

Scroll to Top