Scalping Trading, Berfikir Cepat Untuk Untung Cepat

Scalping Trading, Berfikir Cepat Untuk Untung Cepat

Sudah sering mendengar teknik scalping dalam trading? Apakah banyak orang berkata kepadamu bahwa teknik scalping membuatmu lebih cepat mendapatkan keuntungan? Jika kamu hanya memikirkan tentang untung yang cepat, maka kamu keliru. Scalping trading adalah teknik berfikir cepat untuk mendapat untung yang cepat pula.

Sebelum berbicara tentang profit, kamu harus memahami bahwa teknik scalping membutuhkan pengambilan keputusan dalam hitungan detik agar kamu bisa mencuri keuntungan dari sebuah pips. Inti dari scalping adalah mencuri momentum dari peristiwa naik turunnya harga sebuah mata uang.

Pengguna strategi scalping berusaha mendapatkan profit dari momentum-momentum mini tersebut, berbeda dengan trader strategi lain yang menyasar pergerakan harga lebih besar. Karenanya, seorang trader pengguna scalping (disebut juga “scalper”) bisa membuka puluhan hingga ratusan posisi trading setiap harinya. Menurut mereka, profit sedikit demi sedikit bisa menjadi bukit asalkan kerugian besar tidak terjadi.

Jumlah total profit-profit dari seluruh posisi tersebut adalah tujuan dari trader forex scalping. Jika dilihat sekilas saja, keuntungan yang didapat memang kecil. Namun, ketika seluruh profit tersebut dijumlahkan akan menghasilkan keuntungan cukup banyak.

Analisa Keuangan

Trader macam ini melakukan trading berdasarkan data dari tick chart, chart satu menit, atau lima menit. Hal ini dilakukan agar scalper lebih mudah mengamati pergerakan chart dan dapat membuat keputusan cepat saat terjadi pergerakan. Trader forex umumnya akan mempertahankan posisi minimal selama 3-5 menit. Sedangkan scalper bisa saja hanya mempertahankan suatu posisi selama satu menit saja.

Tipikal seorang scalper adalah hanya peduli dengan spread bid dan ask saja, sementara tentang informasi berita, adanya peluang terjadi trend, dan adanya gap yang panjang, hal itu tidak terlalu penting bagi seorang scalper.

Namun, walaupun scalper tidak terlalu mementingkan adanya hal tersebut tadi, seorang trader tetap haruslah memperhatikan hal-hal itu, walaupun hanya memperhatikannya dalah waktu singkat, yaitu saat dimana scalper tersebut akan trading. Karena dengan memperhatikan hal-hal tersebut maka trading seorang scalper akan menjadi lebih baik dan beruntung.

Scalper harus selalu menjaga konsistensi ukuran trading sambil menggunakan metode favorit mereka. Menggunakan ukuran trading yang tidak menentu ketika scalping, adalah cara teraman untuk memastikan bahwa Kamu akan close transaksi dalam waktu yang singkat, kecuali jika ada hal yang tak terelakkan.

Scalping didasarkan pada prinsip bahwa trading yang menguntungkan akan menutupi sebuah kerugian, tetapi jika Kamu memilih ukuran posisi secara acak, maka kemungkinan cepat atau lambat kerugian besar akan menghancurkan kerja keras kamu. Dengan demikian, scalper harus memastikan dirinya sabar, penuh perhatian dan menggunakan ukuran trading yang konsisten ketika menggunakan metode scalping ini.

Baca juga: Berbagai Pilihan Strategi Trading Agar Fokus Raih Profit

Scalping Trading

Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan untuk menjalankan scalping trading agar bisa menghasilkan keuntungan secara konsisten.

  • Kodisi market atau pasar sedang mengalami tren harga (Up trend/Down trend) dengan pergerakan yang kuat.
  • Melakukan order untuk membuka posisi/entri dengan mengikuti arah tren.Dalam hal ini,ke mana pun arah pergerakan tren harga yg kuat,maka kesana pula arah posisi trading yg kamu buka.
  • Menggunakan maksimal 3 indikakator saja sebagai alat analisa teknikal untuk membaca kondisi di pasar forex. Adapun indikator forex terbaik yang digunakan yaitu; Moving average (Untuk mengetahui arah tren dan pembalikan arah tren), Bollinger bands (Untuk mengetahui ukuran batas kekuatan pergerakan tren harga), Stochastic Oscillator ( Sebagai alat bantu tambahan untuk menganalisa arah pergerakan harga,baik sedang menuju ke arah tren atau pun di saat sedang terjadi break out atau koreksi harga di mana arah pergerakan harga berbalik dulu untuk sementara waktu).
  • Tidak terburu-buru untuk melakukan transaksi membuka entri posisi trading.Dalam hal ini,kita harus melihat dulu kondisi market dengan melakukan analisa pergerakan arah tren harga di TF trading (M1, M5, M15, M30, dan H1 untuk menjadi patokan kita meletakan transaksi atau posisi dengan cara melihat arah sinyal indikator stochastic,melihat kondisi harga terkini lewat garis Moving average dan Bollinger bands.Dengan kata lain,kita hanya akan melakukan transaksi pada saat yang tepat agar hasil profit trading kita lebih besar dan memuaskan
  • Trading untuk membuka dan menutup posisi di lakukan di TF m1 atau m5
  • Menutup setiap posisi trading yang sudah profit pada saat yg tepat.
  • Mengatur jumlah nilai transaksi dengan manajemen modal yang benar dan aman dari risiko terjadinya kerugian yang besar
  • Menjaga mental dan emosi agar tetap stabil dan tidak terpancing untuk terburu-buru melakukan trading dengan nilai lot yang sangat besar.

Indikator forex yang populer digunakan para scalper adalah indikator Moving average dan bollinger bands untuk mengetahui arah pergerakan tren yang kuat di pasar forex. Dengan mengetahui arah pergerakan tren harga yang kuat di pasar forex berdasarkan analisa menggunakan indikator forex tersebut, maka trading kita akan memungkinkan untuk selalu menghasilkan profit dengan cepat. dalam setiap hari.

Ketika pertama kali memulai trading forex setiap hari,sebelumya kamu harus mengetahui arah tren pergerakan harga mata uang yang sedang sangat kuat di pasar forex,yang bisa kamu ketahui dengan membaca dan menganalisa indikator moving average dan bollinger bands yang terpasang pada chart pair forex yang kamu tradingkan.

Grafik Pasar

Contoh praktinya adalah sebagai berikut:

Misalnya, indikator forex di TF M5, M15, M30 dan di H1 menunjukan signal bahwa arah tren yang kuat untuk pasangan mata uang EUR/USD adalah bullish/Up trend atau naik, maka strategi trading scaping yang kamu lakukan bisa seperti yang dijelaskan di bawah ini.

Untuk kondisi pasar atau harga yang sedang up trend atau bullish,garis harga bergerak naik turun di atas kedua garis indikator Moving average(Apabila kamu memasang dua garis moving average). Dan pastikan bahwa garis moving average periode kecil sudah terlihat memotong/menyilang ke atas garis moving average periode besar.

Dan pastikan pula garis harga yang sedang dalam konsisi up trend masih naik turun bermain di atas garis tengah indikator bollinger bands.

Kemudian, pastikan juga bahwa sinyal stochastic menunjukan arah ke atas di mana satu garisnya telah menyilang/memotong garis yang lain.

Nah, pada saat terlihat kondisi pasar forex seperti itulah yang perlu kamu manfaatkan dengan cepat untuk memulai trading dan membuka posisi yang berpeluang besar untuk menghasilkan profit yang tinggi.

Baca juga: Penting Untuk Membuat Trading Plan Bagi Para Trader

Langkah terbaik selanjutnya yang harus kamu lakukan dalam mengikuti strategi scalping ini adalah dengan cara segera menutup atau melakukan closs salah satu posisi trading yang terbuka tersebut setelah menghasilkan profit minimal 2 pips.

Dan posisi trading pertama kali yg harus kamu tutup adalah posisi trading yang ke empat,di mana nilai transaksi lotnya yang paling besar dan profitnya pun lebih besar dari posisi yang lain.

Scroll to Top