Rupiah vs Dolar dari Tahun Ke Tahun ( Update 2020 )

Berbicara tentang nilai tukar rupiah di Indonesia, selalu menarik untuk diperbincangkan. Setiap pemimpin di negeri ini memiliki andil terhadap nilai tukar rupiah dimana memiliki cerita dan sejarah yang tidak terlupakan oleh masyarakat Indonesia.

Tentu, cerita tersebut tidak jauh dari perubahan naik turunnya nilai tukar rupiah terhadap dollar yang disebabkan oleh berbagai faktor.

Karena itulah, pada pemaparan berikut ini akan dibahas tentang Rupiah VS Dolar 20 tahun terakhir terutama saat Presiden Soeharto, SBY, dan Jokowi memimpin. Dan berikut ulasannya!

Rupiah VS Dollar Era Soeharto

Banyak pakar yang menilai, nilai tukar rupiah terhadap dollar di tahun ini sama persis seperti yang terjadi pada tahun 1998 sebelum Soeharto lengser dari jabatannya sebagai presiden.

Rupanya, hal tersebut bukan terjadi pada tahun 1998 saja, ada beberapa kasus yang perlu diketahui dilansir dari berbagai sumber tentang rupiah vs dollar pada era Soeharto, sebagai berikut;

1. Tahun 1971

Pada tahun 1971, kondisi rupiah terhadap dollar AS sangat melemah dimana nilainya adalah Rp 378 menjadi RP 420 per 1 USD.

2. Tahun 1978

Karena sistem manajemen perusahaan Pertamina yang buruk dan gagalnya investasi perusahaan tersebut, membuat perusahaan tersebut goyah dan nyaris bangkrut. Hal tersebut membuat rupiah semakin terpuruk yang menjadi Rp 625 per 1 USD.

3. Tahun 1983

Entah faktor apa yang terjadi, pemerintah dianggap gagal menjaga stabilitas rupiah terhadap dollar sehinga pada tanggal 30 Maret 1983 rupiah kembali melemah dan devaluasi hingga 48 persen.
Nilai tukar rupiah saat itu pun dari Rp 702 hingga Rp 970.

4. Tahun 1986

Pada tahun 1986 ini terjadi krisis ekonomi global dimana seluruh negara pun mengalami imbasnya terhadap perekonomian mereka.

Terlebih harga minyak dunia yang terjun bebas menuju angka 25 dollar per barel. Oleh karena itu, pemerintah melakukan devaluasi sebesar 47 persen dimana dari Rp 1.134 ke Rp 1.644 per 1 USD.

Tahun 1986, Pemerintah kembali mendevaluasi rupiah sebesar 47%, dari Rp 1.134 ke Rp 1.664 per 1 USD.

5. Tahun 1997

Politik di Indonesia yang sedang bergejolak membuat nilai tukar rupiah terhadap dollar AS melemah tepatnya di bulan Agustus 1997. Karena itulah, nilai tukar rupiah yang awalnya Rp 2.500 menjadi Rp 2.650 per 1 USD.

6. Tahun 1998

Krisis moneter yang terjadi di tahun ini serta desakan lengsernya Presiden Soeharto, membuat perekonomian di negeri ini sangat tidak stabil.

Bisa dibilang tahun 1998 ini, merupakan tahun terburuk sepanjang sejarah karena dalam waktu singkat rupiah mencapai angka Rp 16.800 per 1 USD.

Seperti yang terlihat pada grafik di bawah ini;

Rupiah VS Dollar Era SBY

Jika saat pemerintahan Soeharto dianggap sama dengan situasi di tahun ini, lain halnya saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY memimpin.

Banyak pakar yang menilai, kondisi rupiah saat SBY menjadi presiden masih tergolong stabil dan bisa mempertahan aspek ekonomi dengan baik.

Mengapa banyak pakar yang menilai nilai rupiah jauh lebih baik di era SBY daripada Jokowi ?

Karena tahun 2008, rupiah sedang dihadapkan pada krisis ekonomi AS. Sehingga mata uang dunia termasuk rupiah hampir mencapai titik terpuruknya yaitu berada di posisi Rp 12.150 USD.

Hanya saja hal tersebut tidak bertahan lama karena pihak AS berusaha dengan keras untuk melakukan pemulihan ekonomi hingga berhasil memberikan dampak penguatan pada rupiah di bawah Rp 10.000/USD.
SBY kala itu, berhasil mempertahanlan nilai rupiah sampai akhir kepemimpinan di periode pertama.

Sejak SBY kembali terpilih menjadi presiden di periode berikutnya yaitu tahun 2009-2014, posisi rupiah sempat berada di Rp 9.395/USD. Sayangnya di akhir kepemimpinannya posisi rupiah berada di angka Rp 12.105 per USD.

Depresiasi rupiah pun jauh lebih dalam mencapai 28,85 persen. Sedangkan depresiasi yang sangat terasa pada awal tahun 2014 sebelum beberapa bulan menjelang SBY lengser, dimana rupiah berada di atas, yaitu Rp 12.000/ USD.

Seperti yang terlihat pada grafik berikut ini;

Rupiah VS Dollar Era SBY

Adapun penurunan rupiah menjelang kepemimpinan SBY berakhir karena masalah yang terjadi di negeri ini.
Yaitu, adanya sentimen dan isu-isu yang beredar saat itu sehingga para investor memiliki pandangan dan penilain lain pada perekonomian Indonesia.

Hingga akhirnya berdampak sangat signifikan terhadap rupiah dimana mengalami depresiasi mencapai 30 persen.

Rupiah VS Dollar Era Jokowi

Setelah era SBY berakhir, terbitlah era Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi yang resmi dilantik pada tanggal 20 Oktober 2014.

Dimana ada saat itu rupiah berada di Rp 12.030/USD hingga akhirnya pada hari ini mencapai posisi Rp 14.610/USD.

Rupiah VS Dollar Era Jokowi

Pada era Jokowi, seperti yang diketahui bersama dalam kurun waktu 3 bulan ini berada pada leber 15.929 dengan kata lain angka tersebut menguat 4,5 persen atau 690 poin terhadap nilai rupiah hari ini.

Tentunya nilai tersebut menjadi nilai tertinggi di masa era pemerintahan Presiden Jokowi.

Hal tersebut bukanlah sesuatu yang baru di era Jokowi, karena pada kahir 2015, dollar AS pernah berada di level Rp 14.000 sampai akhirnya turun menjadi Rp 13.200.

Tetapi, kondisi angka tersebut tidak bertahan lama, karena dollar AS menguat kembali pada tahun 2018 bulan Oktober, dimana menyentuh angka Rp 15.300, kenaikan tersebut terjadi dari mulai bulan Juni 2018.

Pada tahun 2019 sampai awal tahun 2020, dollar AS kembali stabil berada di angka Rp 14.000.

Pada awal tahun 2020 pun membawa kabar gembira untuk rakyat Indonesia dimana nilai rupiah berada di level Rp 13.500.

Sayangnya, penguatan rupiah tersebut tidak bertahan lama, karena sejak ada wabah virus corona dan minyak mentah dunia menurun tajam mengakibatkan krisis dimensional, termasuk berdampak pada nilai rupiah yang kembali melemah.

Melemahkan rupiah ini terjadi pada awal Maret 2020, saat pemerintah Indonesia mengumumkan banyaknya pasien yang terjangkit virus corona di negeri ini.

Hanya dalam dua pekan, nilai tukar rupiah hampir beradai di level Rp 16.000 atau tepatnya mencapai Rp 15.929 per 1 USD.

Rupiah vs Dollar Dari Tahun Ketahun ( Update 2020 )

Jika melihat mundur ke belakang selama 20 tahun terakhir sejak Soeharto lengser sampai hari ini, bukan tidak mungkin jika rupiah akan semakin melemah dan berada di level Rp 19.000

Hal tersebut juga diungkapkan oleh para pakar ekonomi yang melihat kondisi saat ini.

Ketika Rupiah Melemah..

Ketika rupiah melemah tentunya akan ada yang dirugikan dan juga diuntungkan. Para pelaku usaha mikro bisa dipastikan akan merasakan dampak yang sangat berarti dimana mengurangi penghasilan yang didapatkannya.

Secara makro ekonomi, aktivitas ekspor akan meningkat daripada impor sehingga memang ada para pelaku ekonomi yang diuntungkan dalam penguatan dollar ini.

Selain itu para pelaku bisnis digital yang sudah memanfaatkan dan mengoptimalkan teknologi lewat google adsense, pasti akan diuntungkan dan penghasilan mereka akan semakin bertambah.

Tentunya, orang-orang yang tidak terkena dampak dalam melemahnya rupiah ini harus bisa membantu orang-orang yang terpuruk dengan melakukan pemberdayaan atau bersinergi sama-sama membangun bisnis.

Terlebih situasi saat ini, dimana banyak karyawan yang di PHK dan harus kehilangan mereka.

Seperti halnya saran dari pemerintah untuk sama-sama membantu perekonomian di negeri ini.

Langkah Konkret yang Dilakukan Ketika Rupiah Melemah

Ada beberapa Langkah konkret yang bisa Anda lakukan ketika rupiah mulai melemah, yaitu;

Membeli Produk-Porduk Lokal

Ketika Anda membeli produk lokal, angka tersebut akan sangat efektif untuk menekan rupiah yang melemah dan mengurangi masuknya produk impor.

Bila seluruh masyarakat menggaungkan hal ini bukan tidak mungkin rupiah akan kembali menguat dan tidak bergantung pada dollar atau mata uang asing lainnya.

Jangan gengsi untuk membeli produk-produk lokal dimana kualitasnya banyak yang lebih baik daripada barang-barang impor.

Bahkan ada pula barang Indonesia yang diekspor ke luar negeri kemudian diklaim barang buatan negara lain yang ujung-ujungnya kembali dipasarkan di dalam negeri.

Seperti yang telah disinggung di atas bahwasannya membeli produk dalam negeri sama halnya dengan membantu pelaku usaha UMKM.

Lebih Sering Bertransaksi Menggunakan Rupiah

Ketika rupiah melemah, solusi berikutnya yang bisa dilakukan adalah sering dan perbanyak transaksi menggunakan rupiah, terutama dalam sektor pariwisata.

Ketika banyak turis asing yang masuk ke negeri ini, ada baiknya pemerintah memberlakukan penggunaan mata uang rupiah untuk bertransaksi.

Cara tersebut sangat bisa membantu nilai tukar rupiah di negeri ini kembali menguat.

Tidak Mengambik keuntungan

Bukan hal mustahil jika saat dollat menguat, banyak orang yang berbondong-bondong menukarkan rupiah dengan dollar agar bisa memperoleh keuntungan.

Padahal kenyataannya, saat banyak orang yang menukarkan rrupiah dengan dollar justru akan semakin membuat rupiah berada di level terendahnya.

Sebaiknya, Anda tidak mengambil Langkah tersebut dan beralih ke strategi lain jika ingin memperoleh keuntungan dari hal ini.

Beberapa waktu lalu, Sandiaga Uno pernah mencontohkan langsung dengan menukarkan dollarnya terhadap rupiah.

Menurutnya, Langkah tersebut adalah untuk membantu rupiah agar kembali stabil.

Investasi

Ketika rupiah melemah, Langkah berikutnya yang bisa Anda lakukan adalah dengan berinvestasi.

Di negeri ini ada banyak investasi yang bisa dilakukan, salah satunya adalah investasi emas logam mulia.

Investasi emas ini juga tidak ribet dan bisa didapatkan di agen terpercaya atau datang langsung ke perusahaan antam.

Proses menjualnya pun tidak ribet, Anda tetap bisa menjualnya di toko-toko emas yang terpecaya.

Harga emas pun cenderung naik, seperti saat kondisi ini 1 gram emas mulia sudah bernilai Rp 900.000 dan bisa digunakan untuk dana darurat Anda.

Membantu Orang Lain

Pembahasan ini sudah disinggung pada pembahasan di atas, bahwasannya Anda bisa membantu orang lain yang terkena dampak rupiah melemah ini.

Yaitu dengan menjual aset-aset yang dimiliki untuk bisa berinvestasi dalam kebaikan. Percayalah, hal tersebut akan membuat harta Anda semakin bertambah dan bermanfaat.

Rasanya, kurang elok di zaman ini jika harus ‘’tampil sendiri’’ karena sejatinya setiap manusia adalah makhluk sosial yang sangat membutuhkan satu sama lainnya.

Baca juga: Penerapan New Normal, Dunia Usaha Bakal Dimulai Usai Lebaran

Penutup

Itulah dia ulasan tentang Rupiah VS Dollar selama 20 tahun terakhir. Setiap berganti presiden tentunya berbeda kebijakan dan situasi yang dihadapinya.

Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan Anda tentang dunia perekonomian bangsa ini.