Rumah Pertama Bagi Pasangan Muda, KPR Rumah Subsidi atau Membangun Sendiri, Berikut Keunggulan Masing Masing

COPYTRADE.BLOG – Setiap pasangan muda yang sudah menikah tentu mengidamkan memiliki rumah impian. Tak harus mewah, namun nyaman untuk keluarga. Pilihannya mau KPR Rumah Subsidi atau membangun sendiri.

Memiliki rumah memang harus penuh pertimbangan, sebab dimana kita bertempat tinggal, disitu kita akan memiliki ikatan sosial. Tak hanya itu lingkungan sekitar juga memberi dampak terhadap kenyamanan bertempat tinggal.

Bagi pasangan muda yang belum memiliki dana yang cukup, biasanya akan memilih antara beli rumah secara KPR atau membangun sendiri.

Keduanya memiliki keunggulan masing masing, namun jika tidak dipersiapkan dengan matang bisa jadi impian memiliki rumah tidak tercapai. Biasanya pasangan yang sudah 7 tahun menikah dan masih belum memiliki rumah, maka hal itu bisa menjadi problem serius.

Pasalnya jika sampai 7-10 tahun menikah belum punya rumah, maka pasangan tersebut harus melakukan manajemen ketat keuangan, baik biaya hidup, sewa rumah, maupun pendidikan anak dan kesehatan.

Langkah yang paling utama yakni lakukan persiapkan sebaik mungkin. Lalu apa saja yang harus dipersiapkan, yuk kita simak.

1.Persiapan KPR Rumah Subsidi

Memilih rumah dengan KPR bersubsidi adalah pilihan yang praktis. Pasalnya pasangantersebut tidak harus repot mencari tanah atau lokasi yang cocok Cukup datang ke lokasi proyek dan pilih kavling yang dikehendaki.

Biaya Awal Terjangkau
Konsumen rumah KPR subsidi adalah masyarakat dengan penghasilan rendah atau MBR. Mereka yang memiliki gaji dibawah empat juta sudah bisa memiliki perumahan ini.

Biaya yang harus disediakan juga tidak harus besar. Misalnya rumah subsidi dengan harga Rp 170.000.000 ( Seratus Tujuh puluh juta) maka cukup menyediakan uang muka 10 persen. Jika sedang beruntung, uang muka yang disediakan cukup 5 persen.

Keunggulan lain, konsumen perumahan subsidi juga tidak dikenai pajak PPN sebesar 11 persen. Berbeda dengan konsumen perumahan komersial yang dikenai biaya PPN 11 persen.

Rumah di Bangun Baru Akad Kemudian
Salah satu keunggulan yang diperoleh yakni, developer akan membangun rumah terlebih dahulu. Setelah rumah jadi 100 persen, maka konsumen baru bisa melakukan akad jual beli. Artinya setelah melakukan tanda tangan akad, maka konsumen tersebut sudah bisa segera menempati.

Menabung Sejak Awal

Agar bisa membayar uang muka, maka ada baiknya menabung sejak awal. Cukup dengan anggaran Rp 20- 25 juta, maka anda sudah bisa mempersiapkan untuk memiliki rumah KPR bersubsidi.

Untuk memiliki tabungan dengan jumlah tersebut, memang harus berupaya keras. Jika tidak bisa menyediakan sendiri, ada baiknya dibahas bersama pasangan. Sehingga impian memiliki rumah menjadi rencana dan target bersama.

Angsuran Ringan
Rumah KPR bersubsidi memiliki bunga yang flat 5 persen sepanjangmasa kredit. Hal itu karena pemerintah memberikan subsidi bunga, sehingga tidak ada kenaikan suku bunga.

Fasilitas ini tentu sangat meringankan, sebab dibandingkan KPR rumah komersil perbedaan suku bunga cukup tinggi, yakni antara 9 persen hingga 12 persen per tahun.

Skema Rumah Tumbuh
Meskipun rumah bersubsidi, rata rata memiliki ukuran tanah antara 72 m2 hingga 80 m2, namun anda tetap bisa membangun secara bertahap. Misalnya setelah selesai masa kredit anda bisa membangun tambahan tambahan, sehingga bisa menambah ruang keluarga atau kamar.

Manfaatkan ruang yang ada, dan desain secara tepat sehingga tetap nyaman dan memiliki ruang dan fungsi yang seimbang.

2 Membangun Rumah Sendiri

Jika anda menghendaki membangun rumah sendiri, atau bukan membeli perumahan. Maka terdapat beberapa persiapan yang harus dilakukan.

Pertama jelas mencari lokasi tanah. Mencari lokasi tanah biasanya tidak mudah. Sebab rata –rarat pemilik tanah menjual dengan ukuran yang luas. Hanya sedikit yang menjual tanah dengan ukuran 8 x 14 meter, atau 7 x 12 meter persegi.

Cari Harga yang Cocok

Jika tanah yang anda cari berada di kota, maka harganya cukup mahal. Misalnya harga permeter Rp 2 juta hingga Rp 3 juta. Misal anda membeli tanah ukuran 10 x 12 m2 atau 120 m2, maka anggaran untuk membeli tanah sebesar Rp 360 juta.

Jika anggaran tersebut tersedia tentu tidak ada masalah. Namun jika belum tersedia, tentu harus mencari lokasi tanah yang berada dipinggiran perkotaan, dengan harga Rp 1 jutaan per meter. Harga tersebut relatif terjangkau.

Membangun Bertahap

Membangun rumah sendiri biasanya juga diawali dengan konsep dan desain. Hal tersebut memungkinkan anda menungkan ide tentang fasad rumah, tata ruang, jumlah kamar, ruang tamu, hingga tempat ibadah dalam rumah, sekaligus ruang untuk pembantu dan ruang penyimpanan barang.

Desain tersebut tentu disesuaikan dengan selera, baik rumah dengan model klasik, modern, maupun minimalis.

Biasanya tidak perlu terburu buru untukmembangun rumah sendiri. Hal itu bisa disesuaikan dengan ketersediaan anggaran.

Tahap pertama bisa dilakukan dengan fondasi terlebih dahulu. Setelah itu bisa jeda sembari mengumpulkan anggaran. Selanjutnya bisa dilanjutkan dengan membangun tembok, hingga atap.

Jika di perumahan ,hanya butuh waktu 5-7 bulan pembangunan. Membangun rumah sendiri bisa satu tahun lebih. Namun hal itu tergantung anda, jika memang anggaran sudah tersedia, maka bisa membangun hingga tahap akhir untuk segera ditempati. (*)