Rangkuman Perusahaan Yang PHK Karyawan, Dari Indonesia Hingga Silicon Valley

Tahun 2022 layak kita sebut sebagai start-up winter, ini rangkuman perusahaan yang PHK karyawan. Dari Indonesia hingga Silicon Valley.

Tekanan ekonomi makro seperti kenaikan suku bunga dan inflasi membuat gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) masih belum berhenti.

Invasi Rusia ke Ukraina yang masih berlangsung, juga mengganggu rantai distribusi dan tentu  membebani laju bisnis di banyak industri tanpa terkecuali industri teknologi.

PHK menjadi salah satu jalan keluar perusahaan untuk bertahan  karena banyak perusahaan teknologi tertatih dalam menjalankan bisnisnya.

Selain PHK, pemangkasan anggaran juga sudah dilakukan demi mengencangkan ikat pinggang.

Hal ini tidak hanya terjadi di Indonesia, bahkan pusat start-up dunia yaitu Silicon Valley terkena dampak krisis global.

Pada bulan Oktober – November 2022, tercatat dua perusahaan teknologi dunia yaitu Meta dan Twitter memberhentikan banyak karyawan.

Tidak tanggung-tanggung jumlahnya, Twitter sempat memecat lebih dari 3.000 karyawan hingga Meta yang mem-PHK 11.000 karyawan secara global.

Berikut rangkuman perusahaan yang PHK karyawan, dari Indonesia hingga Silicon Valley.

Twitter PHK 3.700 karyawan

Rumor PHK massal jauh sudah berdengung sebelum datangnya pemilik baru.

Elon Musk baru saja membeli Twitter senilai 44 miliar dollar AS (sekitar Rp 690 triliun).

PHK massal terjadi pada awal November 2022 atau kurang dari sepekan setelah Elon Musk menjadi CEO Twitter.

Dengan terpaksa manajemen mengumumkan PHK terhadap sejumlah karyawan yang tersebar di seluruh dunia.

Jumlah sebenarnya tidak diketahui, tapi kabar yang beredar mencapai 3.700 karyawan Twitter terdampak PHK.

Pemberitahuan PHK dikirim melalui e-mail yang berjudul “Your Role at Twitter”.

Surat ini menulis alasan mengapa Twitter harus melakukan PHK, juga himbauan agar karyawan tidak datang ke kantor demi melindungi data internal serta membantu kelancaran proses PHK.

Pasca pengumuman PHK, beberapa kantor Twitter di London, Inggris dan Dublin, Irlandia ditutup sementara waktu.

Di tempat lain, beberapa karyawan memaksa masuk kantor Twitter di San Francisco, California, AS, dan tetap bekerja meskipun sudah ada larangan tidak boleh datang ke kantor.

Meta PHK 11.000 karyawan

Investasi besar Meta untuk Metaverse belum memberikan hasil maksimal, oleh karena itu Zuckerberg terpaksa mengurangi anggaran perusahaan dengan PHK massal.

Jumlah 11.000 karyawan ini adalah 13 persen total karyawan Meta yang tersebar di seluruh dunia.

Ekonomi global yang tidak stabil juga membebani bisnis Meta, karena banyak perusahaan mengurangi belanja iklan demi berhemat.

Facebook Ads dan Instagram Ads adalah salah satu lini bisnis utama Meta yang kini sedang sepi peminat.

Ini membuat Meta mengalami kemerosotan pendapatan dan terpaksa melakukan PHK.

Zuckerberg juga akan mengeluarkan sejumlah kebijakan baru terkait biaya operasional, salah satunya tidak melakukan perekrutan karyawan baru (hiring freeze) selama kuartal-I 2023 mendatang.

Meski ada 11.000 karyawan yang di PHK, namun Zuck menjamin hak PHK berupa sangon kepada mereka semua.

PHK Massal Intel

Akibat buruknya laporan keuangan pada kuartal III-2022, Intel mengumumkan PHK untuk memangkas biaya operasional perusahaan.

Pat Gelsinger mengatakan perusahaan akan memangkas biaya hingga 3 miliar dollar AS (Rp 46,5 triliun) pada tahun depan.

Biaya tersebut termasuk anggaran gaji karyawan Intel, salah satunya dengan mengurangi jam kerja bagi beberapa karyawan pabrik.

Tidak ada angka pasti mengenai berapa jumlah karyawan yang terdampak PHK.

Namun divisi penjualan dan pemasaran akan menjadi yang paling terdampak, menurut laporan Bloomberg.

Binar Academy (Binar)

Startup pendidikan asal Indonesia yaitu Binar melakukan PHK terhadap 20 persen karyawannya pada pertengahan Oktober lalu.

Perusahaan tidak merinci berapa jumlah karyawan yang terdampak PHK.

Jika pada laman LinkedIn Binar mengeklaim memiliki sekitar 827 karyawan, maka 20 persennya 160 karyawan yang terdampak PHK.

Keputusan PHK dilakukan oleh CEO Binar, Alamanda Shantika, untuk bersiap menghadapi ketidakpastian ekonomi global tahun depan.

Alamanda juga berkomitmen untuk memberikan pesangon dan hak lain bagi karyawan Binar yang di PHK.

Microsoft

Siapa dari kita yang tidak tahu Microsoft, perusahaan yang sistem operasinya paling banyak dibeli dan juga dibajak.

Sudah dua kali Microsoft melakukan pemangkasan karyawan pada tahun ini, yaitu Juni 2022 dan Oktober 2022.

Rangkuman Perusahaan Yang PHK Karyawan, Dari Indonesia Hingga Silicon Valley

Microsoft mengatakan hanya 1 persen dari total pegawai yang di PHK.

Diketahui pada bulan Juni lalu Microsoft mempunyai 181.000 karyawan, 1 persen dari itu adalah 1.000 karyawan.

1.000 karyawan yang di PHK berada di banyak negara dan berbagai level divisi.

Spotify

Setelah menjadi sponsor salah satu klub bola terbaik di dunia, Spotify malah melakukan perampingan karyawan.

Ada 5 persen total karyawan Spotify yang diberhentikan, angka sebenarnya belum diketahui.

Baca juga: Bisnis Apple Pernah Lebih Besar Dari Gabungan Amazon – Google – Meta

Namun beberapa dari mereka bekerja pada divisi podcast, dampaknya adalah beberapa podcast orisinal buatan Spotify akan berhenti tayang.

Seperti program How to Save a Planet, Crime Show, hingga Every Little Thing, Medical Murders, Female Criminals, Crimes of Passion, Dictator, Mythology, Haunted Places, dan Urban Legends.

Tidak ada keterangan resmi dari Spotify mengenai pemberhentian karyawan, namun rumor beredar bahwa perusahaan sedang melakukan penghematan dana dan mengalihkan dana ke program podcast andalan Spotify yang tergolong masih baru.