Pintar Money Management Forex, Mencegah Kerugian

Pintar Money Management Forex, Mencegah Kerugian

Membuat perencanaan dalam trading harus menyertakan Money Management untuk mencegah trader dari kerugian. Money management adalah sejumlah aturan dasar dan mengikat sebagai pedoman mengelola keuangan. Trading forex bukan sekedar tentang mendapatkan profit dan meminimalisir loss, kerugian. Namun juga harus disertai dengan Money Management yang baik untuk mengelola keuangan, meningkatkan probabilitas dan membidik peluang profit yang lebih besar.

Melakukan trading forex adalah serupa dengan melakukan bisnis di sektor riil, sama-sama berhadapan dengan “ketidakpastian”. Selain memperkirakan target profit, diperlukan pula persiapan dalam mengatasi kerugian yang dapat terjadi.

Sehingga dalam melakukan trading sangatlah penting agar profit bisa diperoleh dengan konsisten dalam waktu yang panjang. Mengharapkan profit fantastis dalam sekali transaksi sama ubahnya dengan “berjudi” dan hanya mengharapkan keberuntungan semata.

Baca juga: Meraup Profit Harian Dengan Strategi Day Trading

Money management adalah usaha lebih untuk belajar merencanakan dan mengevaluasi hasil trading. Karena kita tahu bahwa forex memiliki volatilitas yang sangat tinggi bahkan harga dapat berbalik arah hanya dalam waktu sekian menit. Terlebih lagi dalam instrumen ini memberikan fasilitas transaksi untuk harga naik (buy) dan (sell).

Manajemen Keuangan

Perubahan arah yang tidak sesuai dengan posisi transaksi trader dapat menyebabkan kerugian sehingga tanpa Money management yang tepat bisa mengakibatkan profit yang dikumpulkan dari beberapa transaksi habis hanya dalam 1 transaksi bahkan mengikis modal.

 Money Management adalah upaya lebih jauh kedalam bagaimana mengukur ketahanan sebuah akun untuk menahan gelombang pergerakan harga yang tidak terprediksi. Misalnya dengan menetapkan maksimal menggunakan 2% dari total saldo yang dimiliki.

Kenapa 2%? Karena kerugian sebesar itu dinilai masih wajar dan mudah untuk dikembalikan jika dibanding dengan tingkat kerugian lebih besar dari 2%. Selain itu ruang gerak harga dengan rentang tingkat risiko 2% dirasa lebih optimal dari beberapa pengalaman para trader profesional.

Money management memang terasa sangat sulit terutama bagi yang masih belajar trading forex. Terkadang money management ini juga sering diabaikan keberadaanya oleh para trader. Hal ini bisa terjadi karena sulitnya memahami money management tersebut. Bahkan saat terjadi kerugian yang disalahkan adalah strategi trading saja tanpa memandang money management.

Saat terjadi kerugian orang langsung memperbaiki strategi tradingnya, namun tidak jarang kerugian tersebut disebabkan karena money management yang berantakan.

Yang harus diingat dan diperhatikan adalah bahwa money management adalah peraturan pribadi yang melibatkan tingkat kecemasan dari masing-masing trader. Oleh karenanya hanya trader itu sendiri yang bisa menentukan secara optimal berapa besaran risiko maksimal yang sanggup mereka ambil tanpa mengganggu psikologi.

Tetapi dengan dukungan sistem trading dan psikologi yang benar, maka dengan memberikan tingkat risiko 2% dari akun total akan memberikan kemungkinan lebih besar untuk profit konsisten dalam jangka panjang. Kecuali jika kamu sudah profesional, boleh menaikkan angka ke 4% atau 5%.

Grafik Forex

Secara khusus memang tidak ada rumus yang baku dalam menghitung, namun secara sederhana dapat digambarkan bahwa ketika kita menetapkan nilai risiko lebih kecil dibanding dengan nilai reward, maka secara jangka panjang kemungkinan akun untuk berkembang positif lebih besar dibanding tidak ada peraturan sama sekali.

Nilai perbandingan antara risiko dan reward tidak bisa diberlakukan sama persis pada setiap tindakan trading atau open posisi. Hal itu dikarenakan kondisi market yang selalu berubah-ubah dan setiap pasangan mata uang memiliki karakter atau ciri khas tersendiri.

Banyak kawan trader yang dalam melakukan money management hanya fokus tentang stop loss dan take profit, padahal perlu atau tidak menyertakan stop loss dan target profit dalam trading forex sangat tergantung dari sistem trading yang Anda pakai.

Lalu bagaimana contoh money manajemen dalam trading forex? Kami merangkum beberapa contoh money manajemen yang efektif dan mudah dilakukan oleh trader pemula.

Menentukan Prosentase Modal

Dalam contoh diatas, 2% adalah prosentase ideal untuk seorang trader dalam menggunakan saldo untuk satu kali trading. Selain meminimalisir kerugian, angka 2% adalah angka aman dimana secara psikologis anda tidak terlalu khawatir kehilangan terlalu banyak uang dan cenderung akan lebih menikmati aktifitas trading sehingga memungkinkan untuk bisa mengambil kesimpulan dengan benar.

Misalnya  anda memiliki modal sebesar 1000 USD dalam akun forex anda maka gunakan maksimal sebesar dari 2% dari modal trading anda tersebut untuk trading. Jadi 2% dari 1000 USD = 20 USD.

Tetap pada prinsip tersebut apapun posisi trading yang akan anda ambil, resiko trading anda hanya sampai 20 USD.

Dengan resiko per transaksi tradingnya sebesar 20 USD, itu berarti anda mempunyai kesempatan melakukan trading forex sebanyak (1000 USD / 20 USD) = 50 kali kesempatan.

Akan sangat kecil kemungkinan anda 50 kali rugi secara beruntun dalam trading forex meskipun itu masih bisa saja terjadi.

Indikator Teknikal

Menentukan Stop Loss

Stop loss dapat pula dikatakan sebagai batas toleransi risiko agar nilai investasi dalam akun bisa berkembang. Melakukan transaksi tanpa memasang stop loss diibaratkan seperti mengendarai kendaraan tanpa rem. Kerugian yang tak terkendali bisa menghabiskan seluruh modal investasi dan merusak psikologi trader sehingga trauma dengan trading.

Batas toleransi yang umum digunakan berkisar dari 1%-5% per transaksi. Nilai ini bersifat subjektif tergantung durasi trading yang digunakan dan gaya trading. Trader konservatif cenderung bermain aman dan membatasi risiko lebih kecil (misalnya 1%). Sedangkan trader agresif lebih berani mengambil risiko.

Pada saat transaksi berjalan, bagi trader berpengalaman dapat menentukan batas risiko berdasarkan situasi yang terjadi saat itu. Sehingga kisaran batas toleransi tersebut adalah angka maksimal, pada praktiknya batas toleransi dapat dieksekusi sesuai dengan support dan resisten terdekat agar kerugian bisa ditekan sekecil mungkin.

Mengingat pergerakan harga yang begitu cepat di instrumen forex, disarankan trader memasang batas toleransi dan target profit seketika membuka posisi.

Take Profit 2x dari Stop Loss

Contoh sederhananya adalah sebagai berikut:

Jika anda Open Posisi dengan SL sebesar 100 pip/poin, maka anda wajib memasang TP sebesar 200 pip/poin (2 x jumlah SL anda). Dengan menggunakan tips tersebut, ketika anda melakukan 10 kali transaki forex dengan contoh statistik:

Anda kalah sebanyak 5 kali (5 x 100 pip) = 500 pip/poin

Anda menang sebanyak 5 kali (5 x 200 pip) = 1000 pip/poin

Maka keuntungan total anda masih 500 pip/poin

Memilih Pairs Dengan Spread Rendah

Kesalahan yang biasanya dilakukan oleh mereka yang baru mempelajari trading adalah memilih pasangan mata uang yang tidak tepat. Ada banyak sekali pasangan mata uang yang bisa Anda pilih dalam trading forex. Namun dari sekian banyak mata uang tersebut tidak semuanya menguntungkan dengan memiliki spread yang rendah.

Baca juga: Swing Trading, Strategi Mengayun Untuk Mendayung Untung

Contohnya pada pasangan mata uang exotic, biasanya pasangan mata uang ini memiliki spread yang tinggi, sekitar 50 pip atau bahkan lebih. Anda bisa belajar forex dari mereka yang sudah lama berkecimpung di bidang ini. Pilihlah pasangan mata uang yang memiliki spread rendah. Biasanya spread yang dimiliki pasangan mata uang yang likuid sekitar 1pip atau kurang.

Scroll to Top