Perkembangan Mobil Listrik di Indonesia hingga Kini

COPYTRADE.BLOG – Perkembangan mobil listrik di Indonesia kini semakin pesat seiring dengan penggunaannya yang mulai masif. Era teknologi seperti sekarang memang menuntut dunia otomotif untuk menciptakan inovasi yang futuristik.

Indonesia dinyatakan siap dalam memasuki era kendaraan listrik setelah Peraturan Presidn Nomor 5 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle/BEV) untuk Transportasi Jalan diresmikan.

Meskipun terbilang baru, namun perkembangan mobil listrik di Indonesia sudah sangat baik. Banyak perusahaan yang memasarkan kendaraan listriknya di Indonesia, seperti Wuling, Hyundai, Nissan, dan sebagainya yang semakin mendukung perkembangan ini terus maju.

Awal Mula Mobil Listrik di Tanah Air

Perkembangan mobil listrik di Indonesia diawali Hyundai Ioniq 5

Perkembangan mobil listrik di Indonesia diawali dengan dukungan dari Peraturan Presiden Nomor 5 Tahu 2019, kegunaan baterai mobil listrik yang menggantikan tangki bensin, dan motor listrik untuk mengganti mesin pembakaran BBM.

BACA JUGA: Selepas Dipakai di G20, Toyota Akan Lepas Toyota bz4X dan UX 300 e ke Konsumen

Di Indonesia memang belum banyak yang menggunakan mobil listrik sebagai kendaraannya. Namun, tren penggunaan mobil listrik semakin meningkat dan tercatat oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) bahwa 121 unit mobil terjual di tahun 2020.

Perkembangan Mobil Listrik di Indonesia

Gelora DFSK

Sedangkan pada Mei 2021, perkembangan mobil listrik di Indonesia meningkat hingga 70 persen yang mencapai 395 unit penjualan mobil listrik. Jumlah tersebut belum termasuk dengan kendaraan yang memadukan antara mesin konvensional dengan motor listrik.

Peningkatan tersebut juga didukung dengan adanya infrastruktur penunjang, di mana Indonesia sudah menyediakan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang sudah tersebar di berbagai lokasi di Tanah Air.

Prioritas mobil listrik di Indonesia pada periode 2020-2035 berfokus pada pengembangan kendaraan listrik dan komponen utamanya, seperti baterai, inverter, dan motor listrik.

Perkembangan mobil listrik di Indonesia ditargetkan sebanyak 20 persen produk mobil listrik yang akan mengaspal di jalanan Tanah Air pada tahun 2025. Untuk produk mobil listrik pertama yang ada di Indonesia ialah Hyundai Ioniq 5 pada Maret 2022.

Harapan Indonesia dalam Industri Mobil Listrik

Mobil listrik Hyundai Ioniq 5

Dengan dimulainya industri mobil listrik, maka sudah bisa dipastikan bahwa Indonesia sudah memasuki kendaraan era listrik di masa depan. Selain produksi mobil listrik, SPKLU juga diperbanyak meskipun kebanyakan berada di DKI Jakarta.

Dukungan yang diberikan pemerintah membuat mobil listrik di Indonesia optimis untuk maju, melihat dari potensi pengembangan listrik Indonesia sendiri. Indonesia memiliki cadangan sumber daya nikel untuk membuat komponen utama mobil listrik dan diharapkan akan mampu meningkatkan nilai investasi mobil jenis ini.

BACA JUGA: Tertarik? Berikut Ide Bisnis Otomotif yang Menguntungkan

Selain itu, mobil listrik juga menjadi solusi atas isu pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh emisi karbon. Kemudian, mobil listrik juga bisa mendukung pengurangan impor BBM khususnya gasoline sebelum tahun 2030.

Dukungan yang diberikan pemerintah untuk penggunaan mobil listrik juga diharapkan akan mencapai 2 juta di tahun 2030, pengadaan 30 ribu unit SPKLU, 67 ribu unit Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik, diskon tarif listrik bagi yang memiliki mobil listrik, dan tariff yang murah untuk pengisian di SPKLU, yaitu hanya Rp 2460 per KWh.

Perkembangan mobil listrik di Indonesia juga perlu didukung dengan penggunaan yang lebih masif lagi. Alasan Anda harus beralih ke mobil listrik di antaranya karena ramah lingkungan, suara mesin yang tidak bising, pengisian yang praktis, dan biaya perawatan yang lebih murah.