Pentingnya Mengetahui Trend pada Trading

Jika kita berbicara mengenai pergerakan harga suatu barang, pergerakan tersebut memiliki suatu komponen yang disebut kecenderungan arah, hal inilah yang disebut trend. Trend merupakan konsep yang sangat penting dalam analisa teknikal. Karena dengan mengetahui trend kita dapat mengambil keputusan trading dengan probabilitas sukses yang lebih tinggi.

Kecenderungan arah yang terjadi pada pasar dapat kita bagi menjadi tiga kategori, yaitu trend naik atau sering disebut bullish, trend turun yang sering disebut bearish, dan juga trend konsolidasi yang sering disebut sideways, dimana harga cenderung bergerak menyamping.

Tentunya, harga tidak bergerak dalam satu garis lurus. Saat trend sedang naik, harga bergerak secara zig-zag, naik dan turun, namun memiliki kecenderungan semakin naik. Sebaliknya saat trend sedang turun, harga bergerak secara zig-zag, naik dan turun, namun memiliki kecenderungan semakin turun.

Kita dapat menggunakan konsep support dan resistance untuk membantu menentukan trend yang terjadi pada pasar.

Pertama-tama Anda perlu menandai level-level support dan resistance terlebih dahulu. Tandai area support dimana ada pembalikan dari pergerakan turun menjadi naik, lalu tandai area resistance dimana ada pembalikan dari pergerakan naik menjadi turun. Area support tersebut akan kita sebut swing low dan area resistance tersebut akan kita sebut swing high.

Lalu setelah Anda selesai menandai area-area tersebut, perhatikanlah area swing low dan swing high yang dibentuk oleh market.

Seiring berjalannya waktu, jika area swing low yang dibentuk menjadi semakin meningkat, ini dinamakan sebagai higher low. Begitu juga dengan area swing high yang dibentuk menjadi semakin meningkat, ini dinamakan sebagai higher high.

Saat pasar konsisten membentuk higher low dan higher high, maka inilah yang disebut dengan trend naik atau uptrend. Oleh karena itu, untuk membentuk sebuah uptrend, dibutuhkan minimal 2 higher low dan 2 higher high.

Sedangkan untuk trend turun atau downtrend, terjadi ketika pasar konsisten membentuk lower low dan lower high. Yaitu swing low yang seiring berjalannya waktu semakin menurun dan juga swing high yang seiring berjalannya waktu semakin menurun. Oleh karena itu, untuk membentuk sebuah downtrend, dibutuhkan minimal 2 lower low dan 2 lower high.

Jika tidak terdapat 2 higher low dan 2 higher high yang menyatakan uptrend, maupun 2 lower low dan 2 lower high yang menyatakan downtrend, berarti pasar sedang dalam keadaan sideways.

Anda juga dapat menggunakan trendline untuk membuat visualisasi sehingga trend lebih mudah dilihat. Cara menggambar trendline akan dibagi 2, untuk uptrend dan untuk downtrend.

Pada pasar yang sedang uptrend, berarti akan ada pembentukan minimal 2 higher low dan 2 higher high. Hubungkan titik higher low tersebut dan jadilah sebuah trendline untuk uptrend. Selama pasar masih bergerak di atas trendline tersebut, maka uptrend masih berjalan.

Sebaliknya pada pasar yang sedang downtrend, memiliki pembentukan minimal 2 lower low dan 2 lower high. Hubungkan titik lower high tersebut dan jadilah sebuah trendline untuk downtrend. Selama pasar masih bergerak di bawah trendline tersebut, maka downtrend masih berjalan.

Dengan mengetahui trend yang sedang terjadi di pasar, kita dapat mengetahui posisi yang lebih dominan. Saat terjadi uptrend, pasar memiliki kecenderungan untuk naik sehingga akan lebih mudah bagi kita untuk mengambil keputusan trading.

Pada umumnya, akan lebih mudah bagi Anda untuk mendapatkan keuntungan dengan mengambil posisi yang sesuai dengan arah trend. Hal ini dikarenakan kecenderungan pasar yang bergerak dalam trend.