Penting Untuk Membuat Trading Plan Bagi Para Trader

Menentukan Trading Plan Untuk Trader

Apa itu Trading Plan? Yaitu strategi perencanaan manajemen modal trader dan investor dalam memetakan portofolio pilihan, menetapkan indikator analisis yang digunakan dan menetapkan batasan take profit serta meminimalisir kerugian.

Bagi kamu yang ingin menjadi trader profesional, penting untuk membuat Trading Plan atau perencanaan agar dalam melakukan aktifitas trading tidak terbawa dengan suasa emosional ketika tiba-tiba melihat grafik sedang naik atau turun secara drastis.

Trading Plan sangat diperlukan untuk memperoleh hasil trading yang konsisten. Salah satu faktor keberhasilan dalam trading forex adalah disiplin. Melalui Trading Plan yang dibuat secara benar dan obyektif, seorang trader bisa berlatih untuk disiplin sesuai kaidah-kaidah yang telah ditetapkan dalam planningnya.

Selain itu, seorang trader telah bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri dengan cara membuat Trading Plan. Jika hasil tradingnya tidak seperti yang diharapkan atau arah pergerakan harga pasar berlawanan dengan prediksi, trader bisa segera mengambil langkah yang terbaik pada akun trading tanpa ragu dan panik.

Menentukan Trading Plan

Seorang trader perlu untuk membuat sebuah Trading Plan untuk menentukan variabel analisa yang akan digunakan. Kita ketahui bahwa banyak sekali metode analisa teknikal yang sering digunakan oleh para trader, tapi tidak mungkin kita menggunakan semuanya. Bukannya efektif malah akan membuat kita bingung.

Dalam perencanaan, kita bisa menentukan terlebih dahulu indikator teknikal apa yang akan kita gunakan, mau trading dengan pair apa, berapa banyak profit yang kita inginkan, berapa maksimal kerugian yang kita pertaruhkan.

Dengan Trading Plan sebagai pedoman dalam melakukan trading, akan cenderung menghindarkan trader dari rintangan psikologis berupa GREED atau rasa rakus karena melihat grafik pasar yang semakin menanjak atau sebaliknya FEAR yaitu rasa takut dan panik karena secara tiba-tiba harga anjlok.

Rintangan psikologi lain yang harus diatasi adalah rasa percaya diri yang berlebihan dan perasaan euforia setelah memperoleh hasil cukup konsisten dalam trading. Inilah yang membedakan antara seorang trader profesional dan seorang trader yang belum cukup jam terbangnya.

Trader profesional selalu sanggup menjaga perasaan dan sadar sepenuhnya bahwa emosi tidak seharusnya dilibatkan dalam urusan trading.

Cara terbaik agar kita tidak melibatkan emosi dalam aktivitas trading adalah dengan membuat Trading Plan yang definitif, lengkap dengan skenario trading yang jelas dalam menghadapi setiap perubahan kondisi pasar.

Merencanakan Strategi Trading

Banyak trader yang tidak berusaha membuat Trading Plan, karena tidak tahu bagaimana harus memulai dan apa seharusnya isi dari sebuah Trading Plan itu. Sebenarnya, Trading Plan yang baik akan mudah untuk Anda terapkan, sesuai dengan pengetahuan maksimal yang Anda miliki tentang pasar. Jadi, tidak harus complicated dan bertele-tele.

Bisa sih, trading tanpa trading plan, namun gaya trading Anda akan serampangan. Buy dan sell hanya berdasarkan insting atau sinyal yang tidak jelas. Itu sih bukan trading namanya. Itu sama saja dengan gambling.

Memiliki trading plan memang tidak mutlak akan memberikan garansi bahwa Anda akan sukses. Tetapi paling tidak, dengan memiliki trading plan Anda akan bisa mengevaluasi apa yang salah dengan trading Anda jika Anda gagal.

Yang paling penting dalam membuat Trading Plan adalah: Anda berdisiplin dengan diri sendiri untuk sungguh-sungguh menerapkannya setiap akan entry.

Langkah pertama untuk yang diperlukan untuk membangun trading plan adalah mengenali karakter Anda sendiri. Dasar trading plan Anda adalah karakter Anda sendiri karena Andalah yang akan menjalankan trading plan tersebut. Dengan mengetahui karakter pribadi Anda, maka Anda akan mengetahui trader seperti apa Anda ini.

Hal tersebut disebut dengan profil trader. Jika Anda telah mengetahui profil Anda sebagai trader, Anda akan bisa mengetahui metode trading seperti apa yang cocok dengan karakter Anda. Strategi, sistem, atau metode yang tidak cocok dengan karakter Anda justru akan mengurangi peluang Anda untuk meraih kesuksesan.

Langkah kedua adalah tentukan jangka waktu trading, kamu ingin menjadi trader harian, bulanan, atau scalping trader yang keluar masuk pasar hanya dalam hitungan menit. Tentukan juga jangka waktu dalam satu kali entry, apakah satu jam, dua jam atau tigapuluh menit? Lalu kapan kamu entry ke dalam pasar, apakah pagi, siang, sore, atau malam? Karena kapan kamu entry berhubungan dengan pasar mana yang sedang aktif, pasar Asia, Eropa, atau Amerika.

Langkah ketiga yaitu perencanaan modal. Bagi trader pemula, dalam satu kali entry disarankan untuk membawa modal paling banyak Rp. 1.500.000 – Rp. 2.000.000. Tahap ini adalah melatih keefektifan Trading Plan kamu dan apabila terdapat kesalahan maka kerugian yang dialami tidak terlalu besar.

Ingat, jangan pernah menghabiskan modal dalam satu waktu entry, selalu sisakan uang di akun anda. Ini sebagai dana cadangan apabila terjadi penurunan harga pasar, maka kamu tidak terlalu panik karena masih mempunyai sisa uang di akun.

Langkah keempat yaitu Sebaiknya Anda tetapkan target keuntungan Anda dengan angka yang eksplisit dan spesifik. Misalnya, $100 per hari, $1,000 per bulan, 20% per bulan, 50% per bulan dan sebagainya. Target yang jelas pada gilirannya akan membantu Anda menentukan strategi yang akan Anda terapkan. Anda pun akan bisa mengevaluasi perkembangan trading Anda, apakah membaik atau sebaliknya.

Risk Capital

Langkah kelima yaitu memahami Risk Capital, yaitu sejumlah uang yang jika seandainya “hilang” pun Anda masih akan merasa baik-baik saja. Jika dalam perjalanan trading Anda mengalami loss, maka risk capital inilah yang pertama kali akan pergi meninggalkan akun Anda.

Jadi, meskipun uang tersebut hilang, Anda tidak akan kehilangan rumah Anda dan keluarga Anda pun akan baik-baik saja. Dengan demikian, besarnya risk capital ini harus sesuai dengan kemampuan Anda.

Langkah keenam yaitu menentukan strategi, strategi ini adalah tentang bagaimana kamu membaca pergerakan pasar, menentukan indikator analisis teknikal, menggunakan pair mata uang yang tepat dengan memperhatikan fenomena atau berita keuangan global.

Strategi trading yang kamu ambil juga harus berdasarkan risk management dan money management. Jika kamu tidak mau mengambil resiko yang tinggi, maka gunakan strategi yang cenderung aman seperti Day Trading atau Trend Trading. Namun jika kamu berani menghadapi resiko yang tinggi namun menjanjikan keuntungan yang besar, gunakan strategi Reversal Trading atau Contrarian Trading.

Langkah ketujuh adalah menentukan besaran profit dan minimal kerugian, bahasa kerennya adalah Take Profit dan Cut Loss. Menentukan Take Profit bertujuan untuk menjaga konsistensi dan kedisiplinan dalam menjalankan Trading Plan. Jika profit sudah mencapai besaran yang kamu tentukan, ada baiknya stop trading meski grafik nampaknya masih akan meningkat. Ini termasuk cara mengendalikan psikologis trader dari keinginan GREED.

Menentukan Cut Loss juga penting, jangan sampai kamu mempertaruhkan semua uangmu sembari menunggu momentum kenaikan grafik. Jika grafik tak kunjung naik, maka kamu akan kehabisan uang untuk trading selanjutnya.

Ketujuh langkah tersebut adalah petunjuk sederhana untuk kamu membangun trading plan dan menjalankannya dengan baik sangat erat kaitannya dengan disiplin. Namun disiplin saja tidak cukup. Anda harus memiliki kedisiplinan yang super-ketat.

Memiliki kedisplinan yang super-ketat adalah karakter yang paling penting dari seorang trader sukses. Kedisiplinan yang super-ketat itu Anda butuhkan untuk menjalankan trading plan yang Anda bangun tadi.

Trading plan itu sendiri merupakan panduan mengenai apa yang harus Anda lakukan, mengapa, kapan dan bagaimana Anda akan melakukannya. Trading plan melingkupi kepribadian Anda sebagai trader, target pribadi, manajemen resiko dan sistem trading yang akan Anda aplikasikan.

Scroll to Top