Pencairan Dana JHT hingga Rp 10 juta, Begini Caranya

COPYTRADE.BLOG – Saat ini, Anda bisa melakukan pencairan dana JHT (Jaminan Hari Tua) dari BPJS Ketenagakerjaan, bahkan sebelum memasuki usia pensiun. Bahkan, peserta dalam program ini dapat melakukan pencairan mencapai Rp 10 juta.

JHT merupakan program perlindungan yang memberikan jaminan bagi para pesertanya untuk mendapatkan uang tunai dari BPJS Ketenagakerjaan. Pencairan dana ini bisa secara langsung diberikan jika peserta sudah mencapai usia 56 tahun, cacat total tetap, meninggal dunia, atau beralih status menjadi WNA.

Untuk melakukan pencairan dana JHT, BPJS masih berpedoman pada peraturan lama yang membuat peserta dapat mencairkan dana sebelum usia 56 tahun. Namun, pencairan tersebut hanya bisa dilakukan sebagian dari total keseluruhan dana yang cair.

BACA JUGA: Cara Mudah Membuat NPWP Online

Program JHT dari BPJS Ketenagakerjaan

Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 46 tahun 2015 menjelaskan bahwa peserta BPJS Ketenagakerjaan yang memenuhi syarat kepesertaan selama minimal 10 tahun dalam program JHT dapat mengajukan pengambilan JHT sebagian sebesar 10% untuk persiapan masa pensiun atau 30% untuk kepemilikan rumah yang diajukan melalui Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan terdekat.

Pencairan dana JHT 10%

Untuk melakukan pencairan JHT sebagian sebesar 10%, maka Anda perlu mengikuti beberapa syarat sebagai berikut:

  1. Kartu Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan
  2. Surat keterangan aktif bekerja atau surat keterangan berhenti bekerja
  3. Buku Tabungan
  4. E-KTP
  5. Kartu Keluarga
  6. NPWP (guna mengklaim manfaat JHT dengan akumulasi saldo di atas Rp 50 juta)
  7. Mengajukan pencairan dana melalui situs https://lapakasik.bpjsketenagakerjaan.go.id

Klaim JHT 30%

Sementara itu, untuk melakukan pencairan dana JHT sebagian dengan 30%, maka syarat yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut:

  1. Kartu Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan
  2. Surat keterangan aktif bekerja atau surat keterangan berhenti bekerja
  3. E-KTP
  4. Kartu Keluarga
  5. Dokumen perbankan berdasarkan peruntukan:
    • Untuk pinjaman uang muka rumah, maka Anda perlu memberikan fotocopy perjanjian pinjaman rumah dan standing instruction
    • Untuk pembayaran angsuran pinjaman rumah, maka Anda perlu memberikan fotocopy perjanjian pinjaman rumah, surat keterangan BAKI debet, dan standing instruction
    • Untuk pelunasan sisa pinjaman rumah, maka Anda perlu memberikan fotocopy perjanjian pinjaman rumah, formulir pelunasan pinjaman rumah, surat keterangan BAKI debet, dan standing instruction.

Pencairan JHT secara Penuh

Pencairan dana JHT BPJS Ketenagakerjaan

Selanjutnya, jika Anda ingin melakukan pencairan dana JHT secara penuh, maka Anda perlu mencapai usia 56 tahun terlebih dahulu dan mengikuti langkah-langkah berikut:

Pencairan dana JHT secara Online

  1. Kunjungi situs web lapakasik.bpjsketenagakerjaan.go.id
  2. Isi data diri, mulai dari NIK, nama lengkap, dan nomor kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan
  3. Unggah dokumen persyaratan dan masukkan foto diri terbaru dari tampak depan dengan format JPG/JPEG/PNG/PDF dengan maksimal ukuran foto 6 MB
  4. Klik ‘Simpan’ saat mendapatkan konfirmasi data pengajuan
  5. Cek email untuk melihat jadwal wawancara online
  6. Verifikasi data melalui wawancara yang dilakukan dengan cara video call
  7. Jika proses telah selesai, maka pencairan dana JHT akan dikirimkan ke rekening yang sudah dicantumkan dalam formulir.

BACA JUGA: Intip Cara Perempuan Cerdas Kelola Finansial

Pencairan dana JHT melalui Kantor Cabang

  1. Membawa berbagai dokumen persyaratan yang asli
  2. Aktifkan GPS dan pastikan sedang berada di sekitar kantor cabang
  3. Lakukan scan QR code di kantor cabang
  4. Isi data diri secara lengkap
  5. Unggah dokumen persyaratan klaim
  6. Perlihatkan notifikasi setelah menerima notifikasi, kepada petugas untuk mendapatkan nomor antrian
  7. Lakukan verifikasi wawancara sesuai dengan nomor antrian yang diterima
  8. Setelah wawancara berhasil, Anda akan menerima tanda terima dan tinggal menunggu dana JHT masuk ke rekening.

Pencairan dana JHT melalui Jamsostek Mobile (JMO)

  1. Buka menu JHT dan pilih ‘Klaim JHT’
  2. Jika memenuhi syarat, maka Anda akan muncul 3 centang berwarna hijau
  3. Pilih salah satu opsi alasan melakukan klaim dan ambil foto selfie
  4. Lengkapi data NPWP dan nomor rekening bank dan masuk ke halaman rincian saldo
  5. Jika sudah sesuai, maka klik tombol konfirmasi dan tinggal menunggu dana masuk ke rekening Anda

Bagi yang melakukan pencairan JHT dalam aplikasi JMO, maka batasan saldo maksimal yang bisa diklaim adalah sebesar Rp 10 juta. Jika lebih dari nominal tersebut, maka pencairan perlu dilakukan di kantor cabang atau melalui situs Lapak Asik.

BACA JUGA: Memahami Manfaat dan Fungsi NPWP