Pemula Mau Berinvestasi, Pilih Emas atau Reksadana?

Copytrade – Dizaman yang modern seperti sekarang banyak orang yang sudah menyadari akan pentingnya berinvestasi, masyarakat Indonesia sudah mulai teredukasi tentang pentingnya berinvestasi karena memiliki banyak keuntungan dikemudian hari.

Selain itu juga investasi bisa menjaga harta yang sudah kita miliki dari ketakutan inflasi imbas dari perang dagang dan stabilitas keamanan suatu Negara, berinvestasi juga dapat meringankan beban kebutuhan dimasa yang akan datang.

Didunia informatif seperti sekarang ada banyak instrumen investasi yang bisa kita pilih, mulai dari emas, reksadana, saham, obligasi, dan lain sebagainya, kesemuanya memiliki risiko dan keuntungan yang menjanjikan.

Sebagai pemula kita seringkali bingung memilih investasi apa yang paling aman dan tentunya memiliki risiko paling sedikit, kita sebagai calon investor pemula akan mengalami dilema ketika akan berinvestasi.

Ditambah lagi pengetahuan kita tentang dunia investasi yang masih minim, kita beranggapan bahwa yang bisa berinvestasi hanya orang-orang yang sudah mempunyai kekayaan yang banyak dan harta yang berlimpah.

Anggpan itu kini jelas keliru karena dimasa modern seperti sekarang dengan akses informasi yang semakin gampang ditambah dengan kehadiran internet, dunia investasi kini terbuka untuk setiap kalangan.

Namun sekalilagi sebagai pemula kita akan merasa bingung mau menginvestasikan uang kita dalam hal apa? Menurut data yang penulis ambil dari beberapa sumber para pemula lebih banyak menginvestasikan uangnya pada dua sektor yaitu logam mulia/emas dan reksadana.

Sedangkan bagi investor besar menurut data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), mereka paling banyak memilih sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi, nilai investasinya pun tak main-main ratusan milyar dalam sekali investasi.

Baiklah kita kembali ke investasi yang paling diminati oleh pemula Logam mulia dan reksadana. Baik emas atau reksadana merupakan bentuk investasi yang berisiko rendah, sehingga banyak diminati oleh kalangan pemula dan anak muda.

Namun perlu dicacat segala investasi punya risiko masih-masing untuk itu kita perlu tahu seluk beluk bentuk investasi yang akan menjadi pilihan kita dalam berinvestasi. Berikut akan kami ulas bentuk investasi yang popular emas dan reksadana:

Mengenal Bentuk Investasi Emas dan Reksadana

Pemula Mau Berinvestasi, Pilih Emas atau Reksadana?

Dari segi popularitas investasi emas lebih menjanjikan karena masyarakat Indonesia cenderung memilih emas dari pada reksadana, menurut survei, masyarakat yang menyimpan hartanya di emas mencapai 60%. Sementara, Reksadana dimiliki hanya kurang dari 5% masyarakat.

Sebagian orang mengangap emas dikenal sebagai aset pelindung harta dari yang aman dari inflasi, karena ketika inflasi meningkat harga emas juga akan naik. Hingga saat ini, emas juga dipandang masih menjadi aset paling aman untuk dijadikan instrumen investasi.

Sebenarnya kondisi ini wajar karena sebagian masyarakat kita hanya mengetahui bentuk investasi yang paling nyata dari dulu hingga sekarang hanya emas. Sementara reksadana baru muncul pada masa sekarang dengan hadirnya pasar modal dan bursa saham yang mulai dibuka untuk umum.

Lau bagaimana caranya berinvestasi emas, ada beberapa cara yang paling tradisional adalah dengan melakukan pembelian emas secara fisik (emas perhiasan, emas batangan, dan koin emas).

Yang pelu dicatat adalah jika kita akan membeli emas sebaiknya bagi pemula yang masih belajar investasi emas, tidak memilih untuk membeli emas perhiasan karena emas perhiasan tidak meiliki standar yang baku dibandingkan koin emas dan emas batangan.

Dan belilah emas ditempat yang tepat dan dipercaya, untuk emas perhiasan,kita bisa mendapatkan ditoko- toko perhiasan emas dan untuk emas batangan sebaiknya membeli melalui PT.Aneka Tambang atau PT.Antam atau toko emas yang memiliki sertifikasi dari PT Antam.

Atau kita juga bisa membeli emas di Pegadaian terdekat degan beberapa skema pembelian seperti tabungan emas.

Tabungan Emas Pegadaian adalah layanan penitipan saldo emas yang memudahkan masyarakat untuk berinvestasi emas. Produk Tabungan Emas Pegadaian memungkinkan nasabah melakukan investasi emas secara mudah, murah, aman dan tentunya terpercaya.

Sekarang kita berlaih ke Reksadana. Apa itu reksadana? Reksadana adalah salah satu produk investasi yang diterbitkan oleh perusahaan yang dikenal dengan perusahaan manajemen investasi (MI).

MI tersebut kemudian menginvestasikan uang kita ke dalam suatu portofolio efek seperti saham, obligasi dan deposito tergantung dalam pilihan kita.

Sekarang bagaimana caranya berinvestasi di reksadana? Berikut ulasannya.

Langkah pertama yang perlu kita lakukan adalah menentukan dimana sektor yang sesuai dan tentunya melihat kondisi keuangan kita. Ingat dalam dunia investasi yang untuk mendapat keuntungannya adalah berjangka waktu jangan ambisius untuk berinvestasi dalam skala besar sesuaikan dengan kondisi keuangan kita saja dengan mengambil uang dari hasil tabungan bukan konsumif sehari-hari.  

Jika sudah langkah selanjutnya adalah pilih produk reksadana yang terpercaya dengan memperhatikan rekam jejak, analisa dulu reksadana yang akan kita pilih dari segi risiko dan tawaran keuntungan. Selain itu juga bagaimana tanggapan nasabahnya? Apakah mereka merasa puas atau tidak?

Dengan menganalisis reksadana yang akan kita pilih setidaknya bisa menjadi acuan bagi kita apalagi bagi pemula yang masih bingung atau belum tahu persis tentang bentuk reksadana.

Kita bisa berinvestasi reksadana dari hal yang paling umum yaitu dari produk keuangan baik bank maupun non bank. Dengan mudah kita bisa membelinya dengan sistem on line.

Jadi, Pilih Emas atau Reksadana?

Pada dasarnya, baik investasi emas maupun reksa dana, keduanya memberi keuntungan selama kita pandai mengelolanya. Asalkan kita mau terus belajar lebih jauh mengenal seluk beluk dunia investasi dan pahami cara kerjanya. ketika kita sudah paham didunia investasi maka kita akan lebih nyaman dalam berinvestasi imbasnya dari itu adalah menghilangkan keraguan saat kita mau memulai berinvestasi.