Pandemi Dianggap Masa Lalu, Wall Street Kembali Menghijau

Pandemi Dianggap Masa Lalu, Wall Street Kembali Menghijau

Bursa Saham Amerika Serikat menguat ke level tertinggi dalam sepekan terakhir. Langkah para investor dan pelaku bisnis untuk kembali fokus pada dunia usaha memberikan sentimen positif kepada pasar. Mereka berspekulasi dampak buruk pandemi terhadap ekonomi sudah berlalu, meskipun masih ada bayang-banyang pengangguran yang cukup banyak di negara tersebut imbas PHK.

Para pelaku pasar di dunia berpekulasi untuk memulai usaha. Ini setelah meilihat data bahwa trend pandemi di banyak negara mulai teratasi dan semakin banyak negara yang melonggarkan pembatasan sosial.

Pada penutupan Kamis (7/5) indeks Dow Jones Industrial Average, naik 0,89 % atau 211,25 poin menjadi 23.875,89. Indeks S&P 500 meningkat 1,15% atau 32,77 poin, menjadi 2.881,19. Sedangkan indeks Nasdaq Composite melonjak sekitar 1,41 persen atau 125,27 poin, menjadi 8.979,66.

Paypal Melambung

Dilansir Bloomberg, kinerja sejumlah perusahaan mendongkrak kenaikan indeks tersebut. ViacomCBS Inc melaporkan bahwa jumlah pelanggan streamingnya meningkat tajam begitu pula Raytheon Technologies melonjak mencatat kinerja yang melampaui ekspektasi.

tirto.id

Perusahaan pembayaran elektronik, PayPal Holdings, Inc mengalami peningkatan transaksi pada kuartal kedua tahun 2020 ini. Peningkatan ini didorong perilaku masyarakat yang lebih banyak berbelanja online dari rumah selama masa pandemi. Saham PayPal melambung 14,01 persen.

CEO PayPal Daniel Schulman menyebut, Paypal mencatatkan rekor pengguna baru per April 2020. Total penambahan pengguna baru sekitar 7,4 juta orang. Meski secara keseluruhan laba paypal masih anjlok karena pandemi berpengaruh pada banyak sektor sehingga paypal menambah cadangan kredit. Namun dengan capaian ini PayPal masih bisa mengalahkan ekspektasi pasar.

Penanganan terhadap pandemi juga menjadi perhatian investor. Keberhasilan perusahaan vaksin, Moderna Inc (MRNA.O) melakukan ujicoba tahap pertama dan memulai ujicoba tahap kedua vaksin coronavirus membuat saham moderna naik 8,7 persen. Moderna mengatakan akan memulai uji coba fase 2 pada 600 peserta segera untuk menyelesaikan uji coba fase 3 pada awal musim panas ini.

FTSE Terus Menguat

Saham di Bursa Efek London melanjutkan tren kenaikan selama tiga hari berturut-urut. Pada penutupan Kamis (7/5) indeks FTSE 100 naik 1,41 persen atau 82,2 poin ditutup pada 5.935,98 poin. Pada transaksi Rabu (6/5) ada kenaikan tipis 0,07 persen dan Selasa (5/5) naik 1,66 persen.

Kinerja sejumlah perusahaan mendongkrak kenaikan saham di Inggris. Beberapa diantaranya perusahaan tambang, Anglo American melonjak 7,02 persen, menjadi pencetak keuntungan tertinggi. Menyusul kemudian perusahaan ritel JD Sport Fashion naik 6,95 persen. Perusahaan dengan kinerja terburuknya adalah BT Group sahamny anjlok 8,14 persen.

Trend positif juga terjaid di Bursa Saham Jerman. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, menanjak 153,07 poin, atau sekitar 1,44 persen, menjadi 10.759,27.

Trend Positif Asia

Ekspor China naik tak terduga pada bulan April. Optimisme ekspor ini mampu mengurangi kemerosotan ekonomi imbas pandemi, yang telah mengganggu pasokan dan permintaan.

Dari data Administrasi Umum Kepabean Tiongkok, Kamis 7 Mei 2020, ekspor China pada April secara year on year (yoy) meningkat 3,5 persen. Kenaikan ekspor ini didominasi ke wilayah Asia Tenggara yang naik 3,9 persen. Sedangkan ekspor ke Uni Eropa maupun Amerika masih merosot dikisaran 6,6 persen dan 15,9 persen. China mengalami surplus di bulan keempat tahun 2020 ini karena neraca impor China juga turun sebesesar 14,2 persen yoy (eb utomo)

Scroll to Top