Perusahaan Keuangan Jepang Akan Ambil Alih Home Credit Group di Indonesia

Mitsubishi UFJ Financial Group Inc adalah perusahaan keuangan jepang yang akan ambil alih Home Credit Group di Indonesia dan Filipina.

Home Credit Group merupakan perusahaan pembiayaan konsumen asal Belanda, dikutip dari Reuters bahwa perusahaan ini memiliki nilai valuasi sebesar USD 621 juta.

Mitsubishi UFJ Financial Group Inc berencana untuk memperkuat bisnis keuangan di Asia tenggara, mengingat pasar negara berkembang sedang mengalami pertumbuhan konsumsi.

Apalagi jika dibandingkan dengan negara maju, Jepang misalnya suku bunga sangat rendah dan populasi yang menua membatasi peluang bisnis di dalam negeri.

Home Credit beroperasi di bawah kendali grup investasi terbesar Republik Ceko, PPF, yang didirikan oleh mendiang miliarder Petr Kellner.

Layanan utama dari Home Credit adalah pinjaman pembiayaan berbasis point-of-sales kepada pelanggan untuk pembelian barang dan jasa mereka di point of sale baik secara fisik maupun online.

Selama pandemi hingga 2022, Home Credit Group mencatatkan laporan keuangan yang merugi.

Invasi Rusia ke Ukraina berdampak pada ekonomi Eropa dan penurunan aktifitas belanja masyarakat.

Hampir semua negara di Eropa masih tertatih-tatih pasca pandemi dalam membangun kembali ekonomi mereka.

Proses Akuisisi

Akuisisi akan dilakukan melalui MUFG Bank yang ada di Jepang dan beberapa unit lain di negara tujuan.

Seperti Bank Ayudhya PCL (BAY) di Thailand , dan Adira Dinamika Multi Finance (ADMF) sebagai unit di Indonesia.

Pada sisi lain, Mitsubishi UFJ sedang menyelesaikan penjualan MUFG Union Bank (MUB) (UBCAL.UL) senilai USD8 miliar kepada US Bancorp sebagai bagian dari perombakan bisnis globalnya.

Untuk diketahui, MUFJ juga memiliki sekitar 22% saham Morgan Stanley (MS.N).

Baca juga: Keluarga Glazer Pertimbangkan Untuk Menjual Manchester United, Siapa Mau Beli?

Setelah kesepakatan selesai, Bank of Ayudhya akan memegang 75% saham HC Filipina dan 75% saham HC Indonesia.

MUFG Bank akan memegang 25% saham HC Filipina, dan ADMF akan memegang 10% saham HC Indonesia.