Meraup Profit Harian Dengan Strategi Day Trading

Meraup Profit Harian Dengan Strategi Day Trading

Day trading didefinisikan sebagai pembelian dan penjualan trading dalam satu hari. Day trading dapat terjadi di pasar mana pun, tetapi yang paling umum terjadi di pasar valuta asing (forex) dan pasar saham. Biasanya, day trader sudah mengetahui dengan baik dan mempunyai dana yang cukup.

Seorang day trader memanfaatkan sejumlah besar leverage dan strategi perdagangan jangka pendek untuk memanfaatkan pergerakan harga yang kecil dalam stok atau mata uang dengan likuid yang tinggi. Gunakan beberapa indikator analisis yang kamu pahami untuk mengambil keputusan, tentukan target pips namun jangan terlalu banyak, dan apabila terjadi penurunan grafik, maka lakukan cut loss untuk meminimalisir kerugian.

Potensi keuntungan day trading mungkin adalah salah satu topik yang paling diperdebatkan (dan disalahpahami) di wall street. Banyak penipuan internet telah memanfaatkan kebingungan ini dengan menjanjikan hasil yang sangat besar dalam waktu singkat. Sementara itu, media terus mempromosikan jenis trading ini sebagai skema cepat kaya.

Ada banyak trader yang terlibat dalam jenis trading ini tanpa pengetahuan yang memadai; namun, ada day trader yang berhasil meskipun, dengan resiko yang tinggi.

Day Trading

Day trading bukan untuk semua orang dan melibatkan resiko yang signifikan. Selain itu, diperlukan pemahaman mendalam tentang bagaimana pasar bekerja dan berbagai strategi untuk mendapatkan keuntungan dalam jangka pendek.

Ada beberapa orang yang cocok untuk menggunakan teknik ini, namun tidak sedikit pula orang yang mengaku kesulitan jika menggunakan strategi ini. Trader yang cocok menjadi day trader adalah mereka yang memiliki sifat tidak suka membiarkan posisi trading bahkan hanya dalam waktu satu hari saja.

Selain itu sifat yang cocok dengan tipe ini adalah mereka yang mampu menganalisa kondisi pasar dalam waktu h1 atau h4. Keduanya merupakan cara untuk pergi ke suatu tempat di dalam dunia trading forex. Orang yang memiliki banyak waktu luang untuk melakukan trading sambil membuat analisis terhadap pasar forex setiap harinya karena kamu menginginkan adanya kepastian.

Namun ada juga orang yang tidak cocok menggunakan strategi day trading, yaitu mereka yang memiliki kebiasaan untuk melihat trading forex yang harus sepertinya di olah manusia dan mereka lebih tertarik untuk mempelajari motif pasar setelah 2 hari atau lebih setelah hari perjanjian. Selain itu, penyebabnya juga bisa karena kamu memiliki kesibukan lain yang bersifat full time.

Ada beberapa hal yang harus kamu persiapkan untuk menjadi seorang day trader. Pertama, kamu mengetahui dan berpengalaman tentang pasar. Apabila ada yang ingin mencoba menjadi day trader tanpa memahami fundamental pasar akan sering berakhir dengan kehilangan uang.

Kedua yaitu modal yang cukup, seseorang tidak dapat berharap untuk menghasilkan uang dalam day trading. Day trader hanya menggunakan moda yang beresiko, yang dapat mereka pertaruhkan. Tidak hanya melindungi  dari kehancuran finansial, tetapi juga membantu menghilangkan emosi dari trading mereka. Sejumlah besar modal sering diperlukan untuk memanfaatkan secara efektif pergerakan harga intraday.

Baca juga: Scalping Trading, Berfikir Cepat Untuk Untung Cepat

Ketiga adalah pengetahuan tentang strategi karena seorang trader membutuhkan keunggulan atas pasar lainnya. Ada beberapa strategi berbeda yang digunakan para day trader, termasuk swing trading, arbitrase, dan trading news. Strategi-strategi tersebut disempurnakan sampai mereka menghasilkan keuntungan yang konsisten dan secara efektif membatasi kerugian.

Grafik Trading

Beberapa orang menilai bahwa day trading mempunyai kemiripan dengan scalping jika dilihat dari jangka waktu membuka dan menutup posisi di waktu yang sama. Namun day trading bekerja dengan durasi waktu lebih lama dan target profit day trading yang lebih besar dari strategi scalping.

Dengan membidik keuntungan sebesar 30-50 pips, para day trader biasanya menggunakan kiat sukses trading di timeframe 4 jam atau 1 jam untuk mengamati trend jangka panjang, dan mencari momen entry di timeframe 15 menit. Jadi, kiat sukses pertama dalam day trading adalah, jangan hanya terpaku menggunakan aturan-aturan scalping. Kamu bisa memperluas pilihan trading dengan target keuntungan dan timeframe harga yang lebih besar.

Sebagai seorang day trader kamu harus paham bahwa mencegah risiko loss harus selalu diutamakan ketimbang mengejar keuntungan. Agar tidak menyesal dan terpancing keserakahan, gunakanlah money management yang sesuai dengan batas toleransi risiko dan target profit ideal.

Tentukan target profit ideal, misalnya 30 pips. Maka jika kamu sudah mengumpulkan 30 pips maka segera close posisi. Meski pada beberapa kasus ternyata harga bisa merangkak naik hingga 50 pips misalnya.

Jangan jadikan hal tersebut penyesalan, mungkin di lain waktu ketika kamu melakukan hal yang sama malahan kamu akan merasa lebih lega karena ternyata setelah di angka 31 pips tiba-tiba posisi turun hingga minus 20 pips. Jadi biasakan ketika open dan close posisi berdasarkan analisa forex yang terukur dan objektif. Jangan hanya berdasarkan harapan untuk mendapat keberuntungan.

Menetapkan ukuran keuntungan yang terlalu tinggi tak dianjurkan dalam belajar trading forex, karena bisa memicu overtrading. Prinsip utama dalam kiat sukses day trading tidak jauh berbeda dengan scalping; membangun keuntungan besar dari profit-profit relatif kecil yang didapatkan di tiap posisi. Bagi trader yang mematok target keuntungan terlalu tinggi, akan mudah terpancing untuk menambah posisi agar bisa mengejar targetnya. Seringkali, penambahan posisi tersebut dilakukan tanpa mempertimbangkan analisa harga yang obyektif.

Oleh karena itu, jangan lupa menerapkan kiat sukses dengan target profit yang realistis. Berupaya menggapai ukuran keuntungan yang wajar tentu akan lebih mudah dilakukan dan meringankan beban psikologis saat menjalankan day trading.

Seorang trader jangka pendek memang cenderung menggunakan analisa teknikal. Namun, bukan berarti kamu wajib menggunakan banyak indikator untuk menyempurnakan strategi day trading. Seperti halnya dalam strategi scalping yang bisa menggunakan indikator trend dan oscillator saja, day trading pun bisa dilakukan dengan membatasi jumlah indikator.

Buy or Sell?

Sebaiknya gunakan indikator-indikator yang kamu pahami dan memang perlu diterapkan untuk memperoleh sinyal entry. Bagaimanapun juga, memahami apa yang kamu lakukan lebih penting dari sekedar melakukan tanpa memahami apa maksud dan tujuannya.

Agar trading harian mu lebih terukur, buat jurnal trading untuk memonitor performa kamu. Selain sebagai perangkat untuk memantau perkembangan dan kinerja trading, kamu bisa mengukur perubahan kondisi mental dan psikologis ketika melakukan trading dilihat dari posisi open dan close harian.

Baca juga: Swing Trading, Strategi Mengayun Untuk Mendayung Untung

Berapa kali Anda masuk pasar dalam sehari, sinyal apa yang mendukung keputusan entry, dan apakah aturan money management selalu dipatuhi, bisa terungkap dalam history jurnal trading Anda. Jika ternyata Anda masih suka open tanpa sinyal yang jelas, atau bahkan menyimpang dari aturan money management, maka artinya mental trading Anda belum siap untuk menghadapi berbagai gejolak dalam strategi day trading.

Scroll to Top