Meraih Momentum Profit Dengan Indikator Oscillator

Indikator oscillator adalah alat untuk mengukur momentum pergerakan harga dari bullish ke arah bearish dan sebaliknya. Dengan mengetahui momentum pergerakan harga, kita bisa mencari tahu kapan kira-kira trend akan dimulai serta kapan waktu terbaik untuk membawa pulang pips yang sudah berhasil dikumpulkan sebelum trend berubah arah.

Oscillator sangat populer dan digunakan secara luas karena berupa indikator utama yang dapat memberikan sinyal akan kemungkinan perubahan tren yang akan terjadi.

Tipe indikator ini berosilasi diantara dua buah batas, diatas dan dibawah titik tengah, dan nilainya membantu untuk mengukur kekuatan serta momentum dari sebuah tren.

Oscillator umumnya juga memberikan sinyal apakah pasar sedang overbought atau oversold (yang bermakna harga sedang teramat tinggi atau teramat rendah), yang dapat mengarah ke pembalikan tren. Ini dapat juga digunakan saat untuk menutup posisi yang masih terbuka.

Osilator bekerja dengan sangat baik pada pasar yang memiliki rentang karena dalam pasar-pasar yang sedang mengalami tren, osliator ini dapat menunjukkan kondisi overbought atau oversold secara prematur.

Baca: Memahami Indikator Trend Pada Forex

Hal yang paling umum diperhatikan adalah persilangan pada titik tengahnya, mendekati nilai maksimum atau minimum serta divergen reguler ataupun tersembunyi. Osilator seringkali diletakkan berbentuk garis atau histogram.

Grafik Forex

1. Moving Average Converge Divergence (MACD)

MACD adalah indikator yang bisa digunakan untuk mengetahui kapan kiranya trend berubah arah. Yang perlu diperhatikan saat Anda menggunakan indikator ini adalah perubahan arah histogram dari atas ke bawah dan sebaliknya.

Saat garis histogram yang berada di bagian bawah garis 0 yang ada di tengah mulai memendek dan pada akhirnya makin memanjang ke atas, itu adalah pertanda bahwa sedang terjadi sebuah uptrend.

Sebaliknya, jika kemudian garis histogram yang berada di atas garis 0 mulai memendek lalu terbentuk histogram yang semakin panjang ke bawah, itu adalah tanda sedang terjadi downtrend.

Indikator MACD adalah selisih antara nilai Exponential Moving Average (EMA) periode 12 dengan EMA periode 26. Nilai parameter ini adalah yang direkomendasikan dan selalu digunakan. Selisih nilai ini bisa ditampilkan dalam bentuk garis atau area.

Selain garis atau area MACD sebagai komponen utama, untuk mengetahui momentum buy atau sell yang tepat, digunakan garis sinyal (signal line) yang berupa Simple Moving Average dengan periode 9. Garis sinyal ini dibuat untuk memperhalus MACD.

Pergerakan Mata Uang

2. Stochastic

Stochastic adalah indikator momentum yang populer. Indikator ini membandingkan kisaran harga selama periode waktu tertentu dengan harga penutupan selama periode tersebut.

Indikator ini sangat sensitif terhadap pergerakan harga di pasar dan mungkin lebih sering berayun naik dan turun daripada indikator momentum lainnya.

Sensitivitas terhadap pergerakan harga ini tidak hanya dapat memberikan sinyal awal perubahan arah di pasar, tetapi juga dapat memberikan banyak sinyal palsu.

Sensitivitas stokastik dapat dikurangi dengan mengubah periode waktu yang digunakan atau dengan menggunakan rata-rata bergerak dari nilai Oscillator Stochastic.

Teori dasar di balik Oscillator Stochastic ini adalah bahwa pada umumnya harga yang dekat dengan harga tinggi terjadi di pasar yang sedang naik, sementara harga pasar yang cenderung menurun mendekati harga terendah.

Sinyal perdagangan diberikan ketika garis % K melintasi garis rata-rata bergerak tiga periode yang dikenal sebagai % D.

Terdapat beberapa indikator teknis terbaik untuk melengkapi Oscillator Stochastic, yaitu perpindahan crossover rata-rata dan indikator momentum lainnya.

Perpindahan crossover rata-rata dapat digunakan sebagai pelengkap untuk sinyal perdagangan silang yang diberikan oleh Oscillator Stochastic.

Sebuah crossover dikatakan bullish, yang terjadi ketika rata-rata bergerak jangka pendek melintasi rata-rata bergerak jangka panjang dari bawah ke atas, sehingga menegaskan tren sedang naik ke atas. Sebuah crossover dikatakan bearish apabila memberikan konfirmasi tambahan dari indikasi downtrend.

3. Commodity Channel Index

Oscillator ini pertama kali ditemukan oleh Donald Lambert pada bukunya di tahun 1980 yang berjudul “Commodities Channel Index: Tools for Trading Cyclical Trends.

”Sejak saat itu indikator ini secara luas digunakan untuk mengenali tren siklikal pada instrumen saham maupun mata uang asing. Dengan demikian, trader dapat bertransaksi di momen yang tepat untuk hasil optimal.

Momentum alias timing sangatlah penting dalam trading. Bahkan sering terdengar pendapat “Apapun indikator atau strategi yang digunakan, asalkan timing-nya tepat maka profit akan diraih.”

Salah satu syarat menghitung CCI adalah menentukan dulu interval waktunya. Hal ini sangat berpengaruh pada akurasi CCI. Karena tujuannya untuk menghitung siklus dengan bantuan MA maka periode waktu MA yang digunakan harus sesuai dengan time frame CCI yang dikehendaki.

Bullish Trend

Umumnya, periode waktu yang digunakan yaitu 20 untuk mengurangi terjadinya sinyal palsu.

Jangan khawatir, berkat kemajuan sistem trading yang canggih saat ini kita tidak perlu pusing-pusing menghitung rumus tersebut manual. Cukup mengetahui dasar pembentukan CCI sebagai tambahan informasi.

Dalam penggunaannya Anda cukup memilih interval waktu CCI (biasanya 20).

CCI mengambil harga terbaru suatu instrumen dan membandingkannya dengan pergerakan harga rata-rata di interval tertentu.

Perhitungan ini menghasilkan angka positif maupun negatif di antara skala garis 0. Angka 100 diartikan overbought, sedangkan -100 berarti oversold.

Baca: Membaca Pergerakan Pasar dengan Indikator Teknikal

Berikut ini beberapa catatan penting dalam membaca nilai CCI:

Meski skala 100 dan -100 menunjukkan area overbought atau oversold, namun angka maksimalnya adalah 200 dan -200. Hal ini bisa berbeda antara satu instrumen dengan yang lainnya. Makin volatile suatu instrumen maka range-nya bisa makin jauh mencapai angka 200 dan -200.

Area overbought maupun oversold ini dilihat sebagai sinyal utama terhadap perubahan harga. Selain perubahan harga bisa juga untuk melihat kekuatan tren akan berlanjut.

Sebagai pengingat, overbought merupakan kondisi ketika harga sudah terlalu tinggi dan siap untuk turun. Sebaliknya, oversold adalah kondisi harga yang sudah terlalu rendah dan siap naik.

Syarat kecenderungan sell:

CCI berada di atas skala 100 dan mulai turun menuju 0 sehingga saat CCI mencapai 100, kita perlu siap-siap terhadap perubahan harga (reversal).

Bisa saja terjadi pola bearish divergence diantara CCI dan pergerakan harga sehingga CCI membentuk pola turun namun harga bergerak sideways.

Syarat kecenderungan buy:

CCI berada di bawah skala -100 dan mulai naik menuju 0 sehingga saat CCI mencapai -100, kita perlu siap-siap terhadap perubahan harga (reversal).

Bisa saja terjadi pola bullish divergence diantara CCI dan pergerakan harga sehingga CCI membentuk pola naik namun harga bergerak sideways.