Mengenal Asuransi Mutual atau Badan Usaha Bersama Pemegang Polis Sekaligus Pemilik Saham

COPYTRADE.BLOG – Lembaga asuransi dengan sistem usaha bersama atau mutual, merupakan bentuk dari semangat gotong royong. Dengan sistem mutual ini maka pemegang polis sekaligus menjadi pemilik saham. Dengan demikian, maka keuntungan maupun kerugian dibagi bersama oleh nasabah yang juga sebagai pemilik saham.

Di Indonesia kita mengenal Asuransi Jiwa Bersama Bumiptera. Asuransi ini didirikan sejak tahun 1912.

Para pendirirnya adalah Dwidjosewojo bersama, MKH Soebrata
dan Adimidjojo. Mereka menginisiasi pendirian Asuransi Bumiputera saat diselenggarakan Kongres Guru Hindia Belanda (PGHB) di Magelang pada 1912.

Inisiator Dwidjosewojo juga merupakan Sekretaris Jenderal Budi Oetomo. Digali dari sejumlah sumber, Ide Asuransi mutual ini sebenarnya telah di cetuskan sejak 1910 pada Kongres Boedi Oetomodi Yogyarakta.

Prinsip dari mutual tersebut yakni menerapkan asas gotong royong.

Tentu ada alasan tersendiri, kenapa konsep asuransi ini dicetuskan. Karena para pendiri memiliki keterbatasan modal maka, modal utama adalah premi dari ketiga pendiri tersebut.

BACA JUGA : Pengertian Asuransi, Manfaat dan dan Jenisnya

Pasalnya pemegang polis juga sekaligus pemegang saham. Dalam perjalanannya kemudian asuransi ini mengajak masyarakat untuk bergabung.

Karena memiliki visi yang cukup bagus dan mampu memberi manfaat kepada peserta, jumlah peserta pun terus bertambah. bahkan jumlahnya mencapai jutaan orang. Selain menerapkan asas gotong royong asuransi ini juga berbasis perkumpulan.

Nyatanya asuransi ini mampu bertahan dengan segala perkembangan zaman. Selain berdiri sejak sebelum Indonesia merdeka, asuransi ini bahkan terbukti tahan krisis. Meskipun saat ini belum ada aturan khusus yang menaungi.

Baru kemudian, di tahun 2019 akhirnya terbit PP Nomor 87 Tahun 2019 tentang Perusahaan Asuransi Berbentuk Usaha Bersama. Peraturan pemerintah ini juga amanat dari Pasal 6 ayat (3) UU No 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian.

Dalam peraturan pemerintah ini, didalamnya mengatur tentang keanggotaan, rapat umum anggota, dan menggantikan badan perwakilan anggota.

Ada pula pengelolaan usaha berdasarkan good governance, tata cara pembagian keuntungan, hingga perubahan bentuk badan usaha.

Perlu diketahui satu satunya asuransi dengan konsep mutual di Indonesia yakni Bumiputera. Sejak berdiri, asuransi ini juga telah memberikan manfaat kepada para anggota.

Hanya saja AJB Bumiputera, menghadapi kendala yang saat ini masih menempuh jalan penyehatan.

Model usaha bersama atau mutual tersebut, tidak hanya menjanjikan untung yang akan dinikmati bersama, namun setiap kerugian juga ditanggung bersama oleh pemegang polis sebagai pemegang saham.

Hal itu juga sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan Pasal 10 dan 11 Peraturan Pemerintah No 87/ 2019 tentang Perusahaan Asuransi Berbentuk Usaha Bersama atau mutual.

Jika di Indonesia hanya ada satu lembaga Asuransi mutual, lalu bagaimana di luar negeri. Mengutip International Cooperative and Mutual Insurance Federation (ICMIF), terdapat 5.100 Asuransi yang berbentuk Usaha Bersama dan Koperasi di 77 Negara.

Jumlah tersebut yakni 2.870 lembaga asuransi di Eropa, 1.900 di Amerika, dan selebihnya di Asia dan Afrika.

Jika dikaji, tentu hal tersebut menarik, sebab rupanya di Eropa dan Amerika, Asuransi Mutual jumlahnya lebih banyak. Artinya semangat botong royong dan perkumpulan meningkatkan kesejahteraan telah berlangsung lama di AS dan Eropa.

Terlepas dari upaya yang tengah dilakukan oleh Bumiputera yang saat ini sedang berjuang untuk membayar kepada anggota. Ada baiknya kita melihat produk apa saja yang ditawarkann Asuransi BUMN ini.

Dengan tiga prinsip pilarnya, yakni Mutualisme, Profesionalisme dan Idealisme, AJB Bumiputera memiliki produk sebagai berikut :

Mitra Beasiswa

Produk ini merupakan jenis asuransi pendidikan. Produk ini dirancang agar anak tetap bisa melanjutkan jenjang pendidikan, meskipun orang tua meninggal dunia maupun cacat permanen.

Mitra Proteksi Mandiri

Produk ini cocok bagi profesi nelayang, petani maupun peternak. Dengan premi yang terjangkau peserta dapat memperoleh manfaat pertanggungan, setelah selesai kontrak.

Asuransi Kredit

Asuransi ini memberikan jaminan kepada nasabah yang memiliki hutang kepada lembaga keuangan. Manfaat yang diperoleh berupa santunan atau jaminan jika nasabah meninggal saat periode asuransi.

Asuransi Ekawaktu

Produk asuransi ini yakni berupa perlindungan kematian kepada karyawan yang dapat terjadi kapan saja.

Asuransi Kecelakaan

Produk asuransi ini memberikan jaminan perlindungan terhadap resiko kecelakaan. Manfaat yang diperoleh yakni santunan kepada tertanggung saat mengalami kecelakaan.

Produk lainnya yakni Asuransi Idaman dan DPLK AJB Bumiputera.