Mengapa Analisa Fundamental Penting Untuk Trading Forex?

Analisa Fundamental adalah memperkirakan pergerakan pasar berdasarkan data dan berita tentang situasi ekonomi global dan kondisi politik yang berdampak secara langsung pada keuangan dan aktifitas ekonomi.

Kebijakan ekonomi suatu negara juga tidak luput sebagai basis data dalam pengambilan keputusan analisa fundamental.

Kalangan trader yang melakukan analisa fundamental forex, akan fokus pada pengamatan bagaimana data-data ekonomi, seperti halnya inflasi dan pengangguran berpengaruh untuk penilaian baik atau buruknya prospek ekonomi suatu negara.

Baru selanjutnya, trader akan melakukan penelitian terkait bagaimana imbas terhadap nilai tukar mata uang.

Contoh Analisa Fundamental Forex

  • Rencana kenaikan suku bunga bank sentral AS (Fed Funds Rate/FFR) biasanya mendorong penguatan Dolar AS. Namun, agar bank sentral dapat menaikkan suku bunga, dibutuhkan inflasi sesuai target, tingkat pengangguran rendah, dan pertumbuhan ekonomi stabil. Apabila ada indikasi inflasi lesu, pengangguran meningkat, dan pertumbuhan melambat; maka dapat berdampak pada gagalnya kenaikan suku bunga, sehingga pengguna analisa fundamental akan memandang Dolar AS berbias bearish (sell atas Dolar AS).
  • British Exit atau Brexit memicu gejolak pasar Euro sebagai mata uang tunggal yang menyatukan seluruh negara di daratan benua Eropa. Dengan keluarnya Inggris dari kongsi dagang Uni Eropa memperbesar selisih margin antara mata uang EUR dan GBP. Karena Inggris bisa mengambil kebijakan ekonomi sendiri yang mungkin bisa berlawanan dengan kebijakan ekonomi Uni Eropa.

Untuk mengantisipasi hal ini dilakukan adalah menyesuaikan margin requirement untuk currency pair yang berhubungan dengan GBP dan EUR. Misalnya:

EUR/USD

GBP/USD

EUR/GBP

EUR/JPY, dsb.

Pokoknya semua pair yang menyertakan EUR atau GBP. Margin requirement untuk membuka posisi di pair yang melibatkan kedua mata uang tersebut di perbesar. Sementara itu, di Indonesia sendiri ada wacana melipat gandakan margin requirement untuk pair yang melibatkan kedua mata uang tersebut menjadi tiga kali lipatnya.

Jadi jika misalnya 1 lot hanya membutuhkan margin requirement $1,000 – maka akan menjadi $3,000. Termasuk juga untuk XAU/USD. Tujuannya adalah untuk menjaga ketahanan dana nasabah agar equity tidak menjadi minus karena posisi yang terbuka kemungkinan berlawanan dengan arah lonjakan harga yang bisa jadi tiba-tiba dan tajam.

  • Pandemi Covid-19 memberikan pengaruh terhadap aktifitas ekonomi global karena banyak perusahaan yang merumahkan karyawan untuk sementara waktu demi menghindari penyebaran virus. Hampir semua harga mata uang mengalami penurunan akibat terhentinya perdagangan lintas negara.

Semua negara mengalihkan dana yang dimiliki untuk pembangunan fasilitas kesehatan dan bantuan sosial bagi warganya yang tidak bisa bekerja akibat penutupan perusahaan. Para investor global mulai kalang kabut dan memilih untuk mengalihkan investasi dollar ke bentuk investasi safe heaven, yaitu emas.

Baca juga: Simak, Kapan Waktu Terbaik Untuk Forex?

Pengamatan Forex

Dari ketiga contoh diatas, kebijakan ekonomi suatu negara atau bahkan wabah penyakit bisa menjadi dasar bagi pergerakan pasar. Penting bagi seorang trader untuk selalu membaca berita setiap hari, khususnya bidang ekonomi dan politik. Karena dua hal tersebut yang paling memberikan dampak secara langsung, selain hal yang tak terduga seperti pandemi virus misalnya.

Dalam analisa fundamental, prospek ekonomi bagus biasanya diterjemahkan sebagai peluang penguatan nilai tukar mata uang. Sedangkan jika perekonomian memburuk maka dianggap dapat melemahkannya. Namun, penafsiran mengenai prospek ekonomi dan dampaknya pada mata uang tak bisa dilakukan secara sembarangan.

Umumnya, trader pemula menganggap bahwa asalkan data ekonomi semakin bagus, maka mata uang pasti menguat. Tidak selalu demikian, ada beberapa fakta yang harus kamu perhatikan sebagai berikut:

1. Naik-turunnya nilai tukar mata uang berdasarkan sikap pelaku pasar.

Pelaku pasar biasanya sudah memiliki ekspektasi sendiri sebelum data ekonomi dirilis. Apabila ekspektasi tak terpenuhi, maka data dianggap buruk. Jadi, trader tak bisa hanya memperhitungkan data terkini dan data periode sebelumnya saja. Contohnya, kenaikan suku bunga selayaknya mendorong penguatan mata uang. Namun, jika katakanlah suku bunga naik dari 1.0% menjadi 1.15% saja, padahal pasar mengharapkan kenaikan hingga 1.25%; maka mata uang takkan menguat.

Pada Kalender Forex, biasanya telah dicantumkan data periode sebelumnya (previous), ekspektasi (forecast), dan data terkini (actual) yang baru akan terisi setelah laporan terkait dipublikasikan. Oleh karenanya, Kalender Forex merupakan sebuah “senjata” penting bagi pengguna analisa fundamental.

2. Pergerakan Pasar Adalah Akumulasi

Pergerakan harga merupakan akumulasi dari sikap pelaku pasar menanggapi berbagai berita dari banyak negara, bukan hanya satu laporan saja. Jadi, seandainya Anda trading pasangan EUR/USD, maka harus memperhitungkan fundamental global, Amerika Serikat, dan Zona Euro. Sekedar kabar suku bunga AS meningkat saja takkan cukup untuk membuat Dolar AS menguat. Apalagi, dalam hal pengumuman suku bunga AS, faktor yang lebih berpengaruh biasanya justru pidato para pejabat bank sentral AS, bukan nominal bunga itu sendiri.

Pergerakan Pasar

3. Perhatikan Pertumbuhan Ekonomi Suatu Negara

Sehat-tidaknya sebuah perekonomian ditunjukkan oleh pertumbuhan secara berimbang dan berkelanjutan, bukan oleh angka-angka semata. Dengan kata lain, dalam menerjemahkan data-data ekonomi, tidak ada istilah “semakin rendah, semakin baik” ataupun “semakin tinggi, semakin baik”.

Umpamanya; inflasi terlalu tinggi itu dianggap buruk, tetapi inflasi kelewat rendah juga tidak baik. Biasanya, otoritas masing-masing negara memiliki target atau acuan tertentu yang berbeda-beda. Negara maju seringkali mematok target inflasi di kisaran 2-3%, sedangkan negara berkembang sekitar 3-4%. Apabila inflasi di negara berkembang jatuh ke 2%, maka bisa berdampak buruk bagi mata uangnya. Sebaliknya, angka yang sama di negara maju boleh jadi merupakan kabar baik yang bisa mendongkrak nilai mata uangnya.

4. Perhatikan Kebijakan Yang Dikeluarkan

Setiap kebijakan yang diambil oleh pemerintah dan bank sentral merupakan “trade-off”yaitu keputusan yang diambil dengan mengorbankan suatu aspek untuk mencapai peningkatan dalam aspek yang lain. Oleh karenanya, tak ada kebijakan yang sempurna tanpa efek negatif sama sekali. Penilaian atas kebijakan harus berpatok pada “apakah ini akan menarik dana investasi atau tidak?”

Tugas pemerintah adalah menyeimbangkan berbagai trade-off untuk mencapai pertumbuhan stabil; bukan mengambil keputusan yang membahagiakan semua pihak. Jadi, seorang trader tidak boleh berpandangan salah kaprah seperti “karena banyak orang protes pada kebijakan anu, berarti kebijakan itu jelek dan mata uangnya bakal jatuh”. Perspektif investor selalu bermotif profit; meskipun suatu kebijakan ditolak oleh rakyat, jika itu bagus bagi iklim investasi maka akan disambut baik.

Untuk memahami analisa fundamental dengan benar dan utuh, seorang trader sebaiknya mempelajari ilmu ekonomi dan kaitannya dengan pasar finansial, termasuk makroekonomi, moneter, fiskal, dsb. Namun, seorang trader tak harus memiliki latar belakang sekolah ekonomi untuk memahaminya; bahkan seorang sarjana ekonomi belum tentu mampu melakukan analisa fundamental dengan tepat.

Baca juga: Menaklukan Pergerakan Pasar Dengan Indikator Volatilitas

Data dari negara besar seperti Amerika Serikat, China, Rusia, atau Inggris seringkali mempengaruhi pergerakan pasar, perhatikan berita ekonomi tentang beberapa negara tersebut. Selalu ikuti berita aktual tentang trading forex agar kamu bisa menentukan aktifitas trading yang tepat.