Menabung Emas Bisa Menjadi Pelindung untuk Hadapi Krisis

COPYTRADE.BLOG – Menabung pun harus bijak. Menabung dalam bentuk emas bisa menjadi pelindung nilai untuk hadapi krisis.

Sejak ber abad – abad silam, emas telah menjadi logam mulia dan aset.

Hingga saat ini, emas masih terus diburu disimpan karena memiliki nilai yang tahan terhadap gejolak. Banyak kalangan memilih emas sebagai safe haven sekaligus investasi.

Di tengah isu krisis yang akan terjadi, masyarakat memilih emas sebagai aset.

BACA JUGA : Tabungan Emas Miliki Beberapa Keuntungan, Apa Saja?

Selain nilai yang lebih terjaga, emas juga tetap stabil meski terjadi gejolak. Maka ancaman krisis menjadi hal yang tidak perlu dikhawatirkan.

Nilai Emas Relatif Stabil

Dalam jangka waktu tertentu, nilai emas juga akan terus naik. Tentu ini sangat menguntungkan bagi para investor.

menabung emas untuk hadapi krisis (2)

Sebagai contoh, harga emas diawal tahun 2020, harga untuk 1 gram Rp 771.000, namun ditahun 2022 saat ini harga emas sudah mencapai Rp 960.000 per gram.

Saat Indonesia mengalami Krisis ekonomi tahun 1998 harga emas saat ini masih dikisaran Rp 90.000 per gram, harga tersebut kemudian naik ber lipat lipat setelah terjadi krisis moneter.

Hal tersebut merupakan salah satu keunggulan emas yang nilainya saat terjadi inflasi. Maka dari itu emas juga dikenal sebagai a store of value.

Melansir dari beberapa cacatan sejarah, warga mesir meerupakan penduduk pertama yang menggunakan emas.

Saat itu emas belum memiliki nilai tukar resmi, namun emas sudah menjadi komoditas.

Pada 2600 sebelum masehi (SM), penduduk Mesopotamia yang kini dikenal dengan Irak, sudah menempa emas menjadi perhiasan.

Kemudian pada tahun 1223 SM, peti mati pada makam Tutankhamun dibuat dengan lapisan emas.

BACA JUGA : Harga Minyak Turun: Bagaimana Cara Memperdagangkan “Emas Hitam” Ini?

Mengutip Gold Price, koin emas diyakini pertama kali digunakan pada tahun 700 SM. Sejak saat itu, koin emas digunakan sebagai mata uang menggantikan peraturan barter.

Alasan memilih Investai Emas

Ada beberapa alasan untuk memilih emas sebagai tabungan :

1 Menabung Emas untuk Pelindung Nilai Saat Krisis

Emas merupakan aset yang menjadi pelindung nilai. Hal ini membuat orang yang memiliki emas tidak khawatir ketika terjadi krisis atau inflasi yang tinggi. Bahkan nilainya tetap stabil dan naik.

2. Mudah Dicairkan

Emas batangan maupun perhiasan cukup mudah untuk dicairkan. Bahkan jika sewaktu waktu membutuhkan uang, maka dengan mudah bisa ditukar dengan uang.

Apalagi untuk emas dengan ukuran yang kecil, mulai 1 gram – 5 gram.

Di Indonesia Emas yang paling banyak beredar yakni dari PT Aneka Tambang atau PT Atnam dan PT Untung Bersama Sejahtera (UBS).

Kadar karat juga tidak jauh berbeda yakni 99,99 persen.

Emas Antam juga bersertifikat internasional yang diakui oleh London Bullion Market Association.

Bagi anda yang sudah merasa mantap dan yakin ada beberapa cara untuk ber investasi emas.

Beli Emas di tempat terpercaya

Setelah melakukan survei harga Kita dapat langsung membeli emas di toko terpercaya. Atau di butik antam. Selain itu kita juga bisa membeli emas dengan cara tabungan emas atau di cicil melalui pegadaian.

menabung emas untuk hadapi krisis (1)

Jika anda membeli emas langsung, pilih lah ukuran yang lebih kecil yakni 0,5 atau 1 gram. Sebab ukuran kecil akan lebih mudah jika dijual kembali.

Apapun cara yang anda pilih, baik dengan cara cicilan atau langsung, anda telah memilih untuk melakukan pengelolaan keuangan untuk tujuan investasi menguntungkan. Selanjutnya emas yang telah di beli, bisa anda simpan dirumah, atau di save deposit box di bank.

Arisan Emas

Jika anda merasa berat untuk membeli sendiri, anda bisa melakukan dengan cara arisan.

Arisan emas dinilai cukup efektif. Grup arisan juga bisa dibuat lebih kecil. Misal hanya 6 anggota untuk satu putaran.

Buatlah kesepakatan dengan sesama anggota. Misal harga emas saat ini Rp 960.00, maka biaya masing masing bisa menyediakan Rp 160.000 untuk satu kali setor. Tinggal dibuat enam kali putaran, maka masih masing sudah bisa mendapat satu gram emas.

Pastikan anda mengenal semua anggota, sehingga kontrol lebih mudah. Hal tersebut juga menghindari kemungkinan terjadinya froud atau kecurangan.

Lakukan arisa dengan bijak, sehingga komunitas tetap terjaga dengan baik. Silaturahmi terjaga dengan baik, dan tujuan investasi emas dapat tercapai dengan baik pula.

Kapan Bisa Untung dari Jual Emas

Ingat investasi emas adalah untuk tujuan jangka panjang. Jika anda menjual emas dibawah satu tahun atau dua tahun, maka bisa saja merugi.

Seperti Contoh, pada Bulan Ramadhan April 2022 lalu, jika anda membeli emas baru satu tahun dan menjual kembali maka posisi menjadi rugi.

Sebab harga emas beli emas bergerak berdasarkan PT Antam Tbk rata-rata di Rp 900.000/gram. Sedangkan harga jual buyback saat itu hanya Rp 889.000.

Ada potensi terkoreksi antara 3 hingga 6 persen. Sehingga bukan waktu yang tepat untuk menjual emas.

Kecuali jika kita sudah menyimpan emas lebih dari tiga tahun.

Ke depan, harga emas dunia diperkirakan masih berpeluang bagus dan harga menguat. Konflik Rusia dan Ukraina yang masih belum selesai dan ancaman inflasi.

Analis RJO Futures Frank Cholly mengatakan pergerakan harga emas pada kuartal II-2022 bisa kembali ke level US$ 2.000/troy ons.

Menurutnya pasar melihat bottom emas saat ini berada di level pertengahan November tahun lalu di kisaran US$ 1.876/troy ons.

Kemudian banyak bergerak di kisaran US$ 1.900-1.925/troy ons. Harga emas diperkirakan akan berkonsolidasi di kisaran dasar hingga ke level tersebut sebelum kembali melesat.

Jika harga emas dunia mencapai US$ 2.000/troy ons, harga emas Antam pun berpotensi kembali menguat. Bahkan harganya bisa ke Rp 1.000.000/gram.

Harga emas batangan di Antam sangat dipengaruhi pergerakan emas dunia. Ketika emas dunia naik, emas batangan di dalam negeri cenderung mengikuti.

Nah dengan melihat analisa global dan kondisi perkembangan harga emas, maka anda akan menentukan waktu yang tepat kapan menjual emas, sehingga investasi anda dapat meraih keuntungan.

Nah itulah alasan perlu menabung emas untuk pelindung nilai saat krisis (*)