Membaca Pergerakan Pasar dengan Indikator Teknikal

Indikator teknikal adalah seperangkat instrumen untuk menganalisa grafik pergerakan pasar yang digunakan sebagai acuan para trader untuk memperkirakan kondisi pasar dalam kurun waktu tertentu.

Trading forex merupakan investasi dengan pergerakan pasar yang dinamis sehingga menuntut anda mempunyai kemampuan analisis tentang naik turunnya keadaan pasar. Analisis teknikal ini menuntut adanya indikator teknikal sebagai referensi dari tren pasar yang telah lalu.

Ada beberapa jenis indikator teknikal yang disusun berdasarkan berdasarkan perhitungan matematis atas harga, volume, atau minat pasar terhadap sebuah instrumen investasi atau kontrak keuangan.

Dengan menggunakan Indikator Teknikal untuk membaca data histori harga, trader bisa menggunakannya untuk memetakan kondisi pasar saat ini, sekaligus memprediksi pergerakan berikutnya (analisa teknikal). Beberapa contohnya; Relative Strength Index (RSI), Stochastics, Bollinger Bands, dan lain sebagainya.

Para broker dan trader profesional biasanya mengembangkan indikator teknikal masing-masing sebagai alat analisis yang disusun berdasarkan pengalaman mereka. Sehingga kita bisa menemui banyak sekali indikator teknikal yang malah membuat kita bingung mau menggunakan yang mana.

Baca juga: Apa Itu Bullish dan Bearish? Ini Penjelasan Lengkapnya

Biasanya setiap broker mempunyai standar indikator yang diikuti dan kamu bisa menggunakan indikator tersebut. Secara spesifik, kami merangkum beberapa indikator teknikal yang populer dipakai oleh para trader.

Indikator Tren

Indikator Tren

1. Ichimoku

Indikator ini dikembangkan di Jepang untuk menunjukkan tren pasar, menampilkan level support, dan menunjukkan potensi resistance. Para trader mengatakan bahwa indikator ini efektif untuk menunjukkan gerakan pasar secara cepat dan akurat.

Indikator Ichimoku berguna bagi para trader untuk mengingatkan mereka apabila tiba-tiba pasar berbalik arah, meskipun agak rumit pada awal pemakaiannya namun apabila kamu sudah melihat tampilan detailnya maka akan lebih mudah dipelajari.

2. Moving Average

Indikator ini menampilkan nilai rata-rata dari mata uang dalam kurun waktu tertentu. Ini akan membantu para trader untuk mendapatkan indikasi jelas tentang arah pergerakan mata uang.

Moving Average sering dijuluki indikator sejuta umat karena populer di kalangan para trader untuk mengetahui tren yang sedang berlaku, menentukan tingkat support dan resistensi dari sebuah pergerakan harga.

3. Average Direction Index (ADX)

Indikator ini tidak menunjukkan secara spesifik apakah harga pasar sedang naik atau turun, hanya mengatakan bahwa pasar sedang dalam suatu range atau tren.

Meski tidak menunjukkan dengan detail dan mempunyai beberapa keterbatasan, tapi banyak trader suka menggunakan indikator ini untuk mengukur kekuatan dan arah sebuah tren yang sedang berlaku di pasar.

Indikator Oscillator

Indikator oscillator adalah alat untuk mengukur momentum pergerakan harga dari bullish ke arah bearish dan sebaliknya. Dengan mengetahui momentum pergerakan harga, kita bisa mencari tahu kapan kira-kira trend akan dimulai serta kapan waktu terbaik untuk membawa pulang pips yang sudah berhasil dikumpulkan sebelum trend berubah arah.

Umumnya, ada tiga indikator oscillator paling populer di kalangan trader. Tiga indikator tersebut adalah:

1. Moving Average Converge Divergence (MACD)

MACD adalah indikator yang bisa digunakan untuk mengetahui kapan kiranya trend berubah arah. Yang perlu diperhatikan saat Anda menggunakan indikator ini adalah perubahan arah histogram dari atas ke bawah dan sebaliknya.

Saat garis histogram yang berada di bagian bawah garis 0 yang ada di tengah mulai memendek dan pada akhirnya makin memanjang ke atas, itu adalah pertanda bahwa sedang terjadi sebuah uptrend.

Sebaliknya, jika kemudian garis histogram yang berada di atas garis 0 mulai memendek lalu terbentuk histogram yang semakin panjang ke bawah, itu adalah tanda sedang terjadi downtrend.

2. Stochastic

Trader menggunakan indikator stochastic untuk mengetahui apakah pasar sudah masuk ke area overbought atau oversold dengan menghitung tren harga, melihat seberapa jauh harga sekarang dari titik terendah terbawah dari sejumlah periode.

Jarak ini lalu dibagi dengan perbedaan antara harga tertinggi dan terendah dengan jumlah periode yang sama.

Jika garis-garis stochastic masuk ke area Overbought (di atas 80), siap-siap ambil posisi Sell. Sedangkan bila garis-garis stochastic masuk ke area Oversold (di bawah 20), siap-siap ambil posisi buy.

3. Commodity Channel Index

Commodity channel index (CCI) sangat berbeda dari kebanyakan jenis oscillator lain. Dalam CCI tak ada batasan tentang seberapa tinggi atau seberapa rendah suatu pergerakan. Oscillator ini menggunakan angka 0 sebagai titik pusat dengan overbought dimulai dari + 100 dan oversold mulai angka – 100.

Trader bisa mengambil posisi jual jika harga menembus di bawah +100 dan membeli jika poin menembus angka -100. Meski pengoperasian oscillator ini terbilang cukup mudah, tapi masih belum terlalu banyak trader yang memanfaatkan alat teknikal untuk trading.

Indikator Volatilitas

Indikator Volatilitas

Indikator berbasis volatilitas adalah peralatan analisis teknikal berharga yang melihat perubahan dari harga pasar dalam suatu periode waktu tertentu.

Semakin cepat harga berubah, semakin tinggi volatilitasnya dan sebaliknya. Ini dapat diukur dan dikalkulasikan berdasarkan histori harga dan dapat digunakan untuk mengidentifikasi sebuah tren.

1. Average True Range (ATR)

ATR adalah indikator analisis teknis yang mengukur volatilitas pasar dengan mendekomposisi seluruh rentang harga aset untuk periode tertentu. Secara khusus, ATR adalah ukuran volatilitas yang diperkenalkan oleh teknisi pasar J. Welles Wilder Jr dalam bukunya, “New Concepts in Technical Trading Systems.”

Indikator true range diambil sebagai yang terbesar dari yang berikut: tinggi saat ini lebih rendah saat ini yang rendah; nilai absolut dari tinggi saat ini kurang dari penutupan sebelumnya; dan nilai absolut dari terendah saat ini kurang dari penutupan sebelumnya.

Average true range kemudian merupakan moving average, umumnya menggunakan 14 hari, dari true range.

2. Bollinger Band (BB)

Bollinger Band merupakan sebuah indikator teknikal yang sangat bagus untuk digunakan dalam trading, dan banyak trader yang mengaku bahwa Bollinger Band ini merupakan kunci dasar agar trading mereka selalu berbuah profit.

Bollinger Band merupakan garis yang ditarik di dalam dan di sekitar struktur pergerakan harga suatu komoditas/saham yang diperdagangkan.

Bollinger Band akan menunjukkan batas relatif dari kenaikan atau penurunan harga. Titik penting dari indikator Bollinger Band sebenarnya terletak pada pergerakan rata-rata harga yang menunjukkan tren jangka menengah dari suatu komoditas/atau saham, berdasarkan pada jangka waktu trading yang sedang Anda pantau. Indikator tren ini dikenal sebagai middle band.

Indikator Support dan Resistance

Indikator Support dan Resistance

Secara ekonomi, support merupakan sebuah level di mana penawaran mulai berkurang sehingga permintaan bertambah yang mengakibatkan harga naik. Sedangkan resistance secara ekonomi berarti suatu level di mana penawaran terlalu banyak sehingga permintaan berkurang dan berakibat pada penurunan harga pasar.

Jadi, jika harga berhasil naik dan menembus level resistance maka bisa diperkirakan harga akan terus naik hingga level resistance berikutnya. Sebaliknya jika harga naik namun tidak sampai menyentuh batas level resistance, maka harga akan berbalik arah.

Ini juga berlaku untuk level support, di mana harga yang turun hingga menyentuh level support maka akan terus turun hingga level support selanjutnya. Sebaliknya, saat harga turun namun tidak sampai menyentuh level support, maka harga akan berbalik arah.

1. Pivot Point

Indikator Pivot Point digunakan untuk menentukan tren keseluruhan pasar dalam rentang waktu yang berbeda. Pivot Point (titik pivot) itu sendiri hanyalah rata-rata harga tinggi, rendah dan penutupan dari hari perdagangan sebelumnya.

Pada hari berikutnya, perdagangan di atas titik pivot diperkirakan mengindikasikan sentimen bullish yang sedang berlangsung, sementara perdagangan di bawah titik pivot menunjukkan sentimen bearish.

Titik pivot adalah dasar untuk indikator, tetapi juga mencakup level support dan resistance lainnya yang diproyeksikan berdasarkan perhitungan titik pivot.

Semua level ini membantu pedagang melihat di mana harga bisa mengalami support atau resistance. Demikian pula, jika harga bergerak melalui level-level ini, ia memberi tahu pedagang bahwa harga sedang tren ke arah itu.

2. Donchian Channel

Indikator Donchian channel sangat mudah dipahami dan digunakan sebagai bagian strategi trading. Dalam hal ini, trader akan bersinggungan dengan sistem trading turtle (kura-kura). Meski indikator ini sangat sederhana, tapi efektif menunjukkan titik terbaik saat harga tinggi dan rendah.

Indikator ini memerlukan periode tertentu yang bisa diambil dari sembarang waktu, lalu menghitung harga tertinggi dan terendah. Indikator ini akan memunculkan dua garis dalam chart, yang mana garis atas merupakan harga tertinggi untuk periode n terakhir, dan garis bawah merupakan harga terendah untuk periode n terakhir.

Baca juga: Penting! Memahami Psikologi Pasar Bagi Trader Pemula

Demikian beberapa indikator teknikal yang populer digunakan para trader, kamu bisa melakukan kombinasi antar indikator agar analisa semakin mendekati akurat.

Jika kamu masih ragu untuk mencoba indikator tersebut, lakukan terlebih dahulu di akun demo, jangan langsung di akun riil. Ini untuk meminimalisir resiko.