Penting! Memahami Psikologi Pasar Bagi Trader Pemula

Dalam trading forex, psikologi seorang trader memegang peranan penting bagi kesuksesan transaksi trading yang dilakukanya.

Rasa takut dan keserakahan merupakan beberapa faktor yang menjadi penyebab gagalnya seorang trader meraih kesuksesan untuk jangka panjang.

Para trader yang berkeinginan kuat pasti gagal, karena tidak dapat mengatasi emosi psikolginya sendiri yang diterjemahkan kedalam kebiasaan trading yang buruk.

Hal itu membuktikan bahwa psikologi seorang trader sangat mempengaruhi setiap pengambilan keputusan dan tindakan-tindakan yang akan dilakukan oleh seorang trader untuk mendapatkan profit.

Selain dari faktor psikologi yang ada didalam diri sendiri, faktor lain yang juga dapat menyebabkan kegagalan transaksi trading seorang trader adalah ketidaktahuanya terhadap psikologi pasar.

Psikologi pasar adalah sebuah proses atau perubahan kondisi pasar yang disebabkan oleh prilaku para trader di bursa keuangan.

Berita-berita ekonomi dan politik merupakan faktor berpengaruh terhadap psikologi trading yang menjadi penyebab munculnya reaksi para trader, dan tentunya hal tersebut menjadi penyebab terjadinnya perubahan kondisi pasar.

Untuk mengetahui psikologi pasar maka harus memahami psikologi manusia, sehingga setiap perubahan kondisi pasar dapat di pahami dan mengetahui penyebabnya.

Psikologi pasar akan mengakibatkan munculnya sentimen pasar dan mampu mengubah pergerakan harga atau malah tidak bergerak sama sekali.

Respon emosional ini terkadang mengabaikan analisa teknikal sehingga bisa menyebabkan perubahan yang tidak terduga.

Memahami psikologi pasar sangat penting, psikologi pasar lah yang menentukan arah pergerakan harga – naik, turun, atau mendatar.

Psikologi pasar yang sejalan dengan psikologi manusia yang terjun di pasar. Tepatnya akumulasi psikologi keseluruhan pelaku pasar.

Misalnya dalam resesi global tahun 2008 atau yang sering disebut dengan Subprime Mortgage yaitu fenomena gagal bayar dari para kreditur perumahan di AS yang memicu permasalahan keuangan dan menyeret investor, penyalur kredit pada jurang kebangkrutan.

Peristiwa ini memicu para pelaku pasar modal menjual aset secara serentak sehingga menambah kejatuhan keuangan global.

Psikologi pasar kali ini juga diuji dengan pandemi yang meski vaksin sudah ditemukan, namun masih butuh waktu untuk uji coba hingga siap ditransmisikan dalam tubuh manusia.

Pandemi membuat pasar saham mengalami stagnasi dan cenderung mengalami penurunan karena semua orang ingin menjual asetnya di tengah kondisi ekonomi global yang tidak bergerak sama sekali.

Beberapa mata uang asia mengalami penurunan drastis sebagai imbas dari pemberitaan media bahwa asia sebagai pusat penyebaran virus tertinggi.

Baca: Pahami! Berikut Istilah Dasar Trading Forex

Membicarakan psikologi pasar juga berkaitan dengan para pelaku pasar yang terdiri dari perbankan, pengusaha, pemerintah, institusi keuangan, spekulan, broker, dan trader kecil seperti kita.

Masing-masing dari jenis pelaku pasar ini mempunyai kondisi psikologis yang berbeda-beda. Setidaknya ada dua kelompok besar pelaku pasar yaitu :

1. Trader Komersil (Commercial Traders)

Trader Komersil

Trader komersil yaitu lembaga atau individual yang bertransaksi di bursa berjangka dalam rangka lindung nilai (hedging) atau mewakili kepentingan bisnis tertentu.

Contohnya Manajer Investasi yang mengelola portofolio orang lain (Reksadana), bank yang mendapatkan instruksi dari perusahaan minyak, dan lain sebagainya.

Trader Komersil biasanya lebih optimis ketimbang trader non-komersil, sehingga cenderung mudah bullish.

2. Trader Non-Komersil atau Spekulan (Non-Commercial Traders)

Trader non-komersil yaitu lembaga atau individual yang bertransaksi semata-mata untuk mendapatkan keuntungan dari naik-turunnya harga.

Berkebalikan dengan trader komersil, golongan ini cenderung lebih pesimis, sehingga mudah berbalik bearish.

Bullish dan bearish merupakan istilah yang banyak digunakan baik dalam dunia saham, komoditas hingga forex. Singkatnya,

Bullish adalah terminologi yang digunakan saat pasar naik, sebaliknya Bearish adalah istilah saat pasar sedang turun.

Bullish adalah istilah yang digunakan saat momentum pasar sebuah portofolio investasi akan terus naik dalam jangka waktu tertentu.

Pengaruh yang menyebabkan bullish biasanya muncul saat indikator-indikator ekonomi menunjukkan sentimen positif. Hal ini menyebabkan tingkat kepercayaan diri pasar menjadi tinggi.

Sedangkan bearish adalah kebalikan dari bulllish, dimana momentum pasar portofolio investasi akan mengalami penurunan yang terus menerus dalam jangka waktu tertentu.

Pengaruh yang menyebabkan bearish bisa jadi dari sentimen yang sedang rendah-rendahnya, dimana sering disebabkan oleh tingginya tingkat pengangguran dan data ekonomi yang negatif seperti inflasi tinggi, hutang meningkat dan daya beli menurun.

Kemampuan anda dalam mengendalikan emosi saat melakukan trading menentukan kesuksesan aktifitas trading, usahakan melakukan sesuai rencana trading yang telah anda buat.

Jangan mudah terpancing dengan pasar yang masih terbuka dan berpotensi mendapatkan profit berlipat, karena beberapa prediksi di luar rencana bisa berakibat fatal.

Saat trading, idealnya anda tidak hanya merespon kondisi yang sedang terjadi, melainkan paham mengapa kondisi tersebut terjadi. Memahami market bukan berarti kita harus bisa mempengaruhinya.

Apalagi, kita trading dengan modal yang relatif kecil untuk ukuran total transaksi yang ada di pasar forex. Caranya bisa dengan mengamati pergerakan grafik harga, pola-pola Candlestick, maupun kabar-kabar fundamental.

Dengan mengamati pergerakan grafik harga (chart) dan pembentukan Candlestick, Anda bisa membayangkan bagaimana tarik-menarik yang terjadi antara buyer dan seller di pasar.

Bagaimana suatu tren terbentuk dan akhirnya bagaimana anda memutuskan untuk masuk ke Market. Ibaratnya kita mendengarkan sebuah komposisi musik.

Selain kita menikmati komposisi suara alat musik secara keseluruhan, kita juga bisa memahami bagaimana masing-masing alat musik tersebut mengeluarkan nada masing-masing yang akhirnya berpadu.

Sedangkan bagi anda yang menggunakan analisis fundamental, mungkin akan cenderung menggunakan informasi dari news yang terkait untuk mencoba memahami Market.

Pahamilah, kondisi di pasar tidaklah sama dengan harapan kita. Ingatlah bahwa trader juga manusia. Masing-masing mempunyai pengharapan yang mungkin berbeda satu sama lain.

Harapan dari masing-masing trader ini akan tercermin di Market. Dari harapan individu, secara agregat akan terbentuk kekuatan buyer dan seller yang bertarung di market, yang nantinya menentukan arah dan kekuatan tren.

Psikologi pasar

Nah, memahami Psikologi Pasar artinya anda mengetahui bagaimana arah dan kekuatan tren timbul dari kekuatan-kekuatan tersebut.

Pemahaman tentang psikologi pasar dibentuk berdasarkan pengalaman panjang dalam menjadi seorang trader.

Pengalaman akan menentukan tentang kemampuan menentukan pergerakan harga dengan akurat. Ini sebagai perpaduan antara kemapanan psikologis dan pengetahuan analisa teknikal menghasilkan pengambilan keputusan yang cenderung lebih baik daripada trader pemula.

Sebenarnya kita tidak bisa mendikte pasar maupun menentukan pergerakan harga. Agar tak terperangkap oleh gejolak pasar yang seringkali hanya sementara, trader forex harus memahami psikologi pasar. Pada intinya anda perlu memahami apa yang sedang terjadi di market.

Saat trading, idealnya anda tidak hanya merespon kondisi yang sedang terjadi, melainkan paham mengapa kondisi tersebut terjadi.

Memahami market bukan berarti kita harus bisa mempengaruhinya. Apalagi, kita trading dengan modal yang relatif kecil untuk ukuran total transaksi yang ada di pasar forex.

Baca juga: Apa Itu Bullish dan Bearish? Ini Penjelasan Lengkapnya