Memahami Manfaat dan Fungsi NPWP

COPYTRADE.BLOG – Warga Negara Indonesia yang sudah bekerja dan memiliki usaha tentu mengenal Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Namun bagi generasi muda mungkin ada belum memahami apa itu NPWP. Berikut manfaat dan fungsi NPWP

Secara singkat NPWP juga bisa disebut kartu indentitas pajak bagi seseorang maupun lembaga.

Kartu ini berfungsi saat kita melakukan transaksi terkait perpajakan. Lalu bagaimana jika kita belum memiliki NPWP, tentu dalam tahapan transaksi tersebut seseorang harus memiliki NPWP terlebih dahulu.

Meskipun pemerintah juga terus melakukan perbaikan, dengan kebijakan single identiti, dimana no KTP saat ini juga sekaligus menjadi NPWP. Namun hal itu akan kita ulas berikutnya.

Yuk kita bahas Apa itu NPWP, Manfaat dan Fungsinya.

Dalam pengertian lainya NPWP merupakan identitas bagi Wajib Pajak (WP). WP tersebut juga ditentukan berdasarkan standarisasi.

BACA JUGA : Ingin Membuat Kartu Kredit Namun Tidak Memiliki Slip Gaji, Ini Caranya

Sedangkan Wajib Pajak ( WP) adalah orang pribadi selaku warga negara yang menjadi wajib pajak. Dengan demikian, ketika seseorang dinyatakan sebagai wajib pajak, maka

yang bersangkutan sudah memiliki pendapatan yang masuk dalam kategori kena pajak. Sedangkan pribadi yang masih memiliki pendapatan dibawah standar mereka masuk dalam kategori PTKP atau penghasilan tidak kena pajak.

Artinya jika seseorang sudah memiliki pendapatan diatas PTKP, maka yang bersangkutan berkewajiban melakukan pembayaran pajak. Yaitu Pajak PPH pribadi.

Mengutip laman Kementrian Keuangan RI, NPWP merupakan Nomor Tanda Wajib Pajak sekaligus sebagai identitas dalam memenuhi hak dan kewajiban perpajakan.

Hal tersebut juga sesuai dengan dalam pasal 1 Nomor 6 Undang-Undang (UU) Nomor 28 Tahun 2007.

NPWP adalah identitas atau tanda pengenal bagi Wajib Pajak bagi pribadi maupun lembaga yang diberikan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan.
Wajib Pajak hanya memiliki satu NPWP dan tidak bisa dobel.

Ada berapa kode digit dalam NPWP, yakni terdiri dari 15 digit. Rinciannya, 9 digit pertama merupakan kode wajib pajak.

Selanjutnya 6 digit berikutnya merupakan kode administrasi perpajakan. Kode tersebut sebagai jaminan data perpajakan agar tidak tertukar dengan wajib pajak lainnya.

Artinya kode ini sangat penting, sebab jangan sampai kewajiban seseorang yang muncul menjadi lebih tinggi atau lebih rendah jika kode tersebut tertukar. Jika lebih tinggi, tentu WP menjadi membayar lebih tinggi atau kelebihan pajak.

Dalam pengertian lebih luas NPWP adalah identitas, seperti KTP dan SIM. Keperluan untuk Wajib Pajak yakni untuk adminstrasi yang berkaitan dengan transkasi perpajakan.

NPWP juga wajib dimiliki WNI dan WNA, khususnya yang menjadi wajib pajak. Baik itu WP perorangan maupun WP badan usaha.

Siapakah yang harus memiliki NPWP atau Wajib memiliki NPWP

Siapa saja yang wajib memiliki NPWP

1. Orang Pribadi

Semua warga yang mempunyai penghasilan diatas rata rata maka harus memiliki NPWP.

Termasuk wanita yang sudah menikah juga akan dikenai pajak secara terpisah.
Hal manakala seseorang memiliki kehidupan yang terpisah berdasarkan keputusan dari hakim.

Kemudian dibuatnya kesepakatan secara tertulis perjanjian pemisahan penghasilan dan harta.Perjanjian pemisahan harta wajar dilakukan bagi seseorang yang memiliki

kapasitas bisnis besar dan memiliki latar belakang harta yang sudah besar pula. Sehingga meski sudah menikah namun membuat pemisahan harta kekayaan.

Dengan perjanjian pemisahan harta tersebut maka secara hak dan kewajiban pajak juga dilakukan secara terpisah sesuai harta masing masing.

2. Wajib Pajak Lembaga atau Badan

Sebuah lembaga yang sudah masuk dalam kategori wajib pajak, memiliki kewajiban dalam perpajakan sebagai yang membayarkan pajak. Badan tersebut dapat memotong dan memungut pajak yang sesuai dengan peraturan Undang-Undang perpajakan yang berlaku.

Misalnya sebuat PT yang bergerak dibidang properti, maka mereka dapat memungut pajak PPN dari konsumen, dan selanjutnya disetorkan sesuai dengan transaksi penjualan.

Dalam praktiknya terkadang PT properti tersebut juga memisahkan PPN, sehingga harga jual belum termasuk pajak PPN.

Selanjutnya setiap konsumen diwajibkan menyetorkan PPN sebelum terjadinya akad jual beli di hadapan notaris.

Apa saja Manfat dan Fungsi NPWP

Pertama sebagai kode yang selalu digunakan dalam setiap urusan perpajakan. Ini membuat data perpajakan WP aman dan tidak akan tertukar dengan wajib pajak lainnya.

Kedua untuk proses restitusi. Saat WP melakukan pembayaran lebih besar dari kewajiban, tentu akan berharap uang yang dibayarkan kembali. Nah disinilah wajib pajak harus menunjukkan NPWP tersebut.

Fungsi dan Manfaat NPWP

Berapa besaran Tarif Pajak bagi WP

Terdapat perbedaan besaran tarif pajak bagi yang memiliki NPWP dan tidak memiliki NPWP.

Sebagai contoh, misalnya pada jenis pajak PPh pasal 21. Jika Anda tidak punya NPWP, maka tarif pajak yang dikenakan sebesar 20 persen. Itu lebih besar daripada wajib pajak yang memiliki NPWP.

Fungsi lain di luar urusan perpajakan, bagi warga negara yang hendak mengajukan kredit ke bank, NPWP menjadi syarat bagi pengajuan kredit.

Kemudian jika seseorang punya usaha, tentu harus memiliki NPWP. Sebab, NPWP diperlukan untuk pengurusan ijin usaha. Seperti Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP)

Nah itulah beberapa informasi terkait fungsi dan manfaat NPWP bagi setiap wajib pajak. Lalu apakah anda sudah memiliki NPWP, ingat saat ini setiap warga negara juga

harus mendaftar BPJS dan salah satu syaratnya juga memiliki NPWP.

Ingat membayar pajak adalah untuk kepentingan bagsa dan negara, sehingga membayar pajak bukanlah menjadi beban, manakala seseorang sudah faham atas hak dan kewajibannya. Demikan tentang manfaat dan fungsi NPWP