Media Sosial, Aset Digital Namun Sering Dilupakan

Copytrade.blog – Sebagian orang masih awam terkait asset digital apalagi bagi masyarakat Indonesia, asset digital masih sangat tabu, tetapi bagi Negara-negara maju asset digital menjadi salah-satu investasi yang menjanjikan untuk meraup pundi-pundi keuntungan.

Namun sayangnya di Indonesia sendiri, jutaan orang memang mempunyai akun media social bahkan jika dibandingkan dengan Negara-negara lain masyarakat Indonesia tergolong aktif di media social.

Dilansir dari liputan6.com Indonesia menempati urutan 4 pengguna media social terbesar di dunia dengan jumlah 140 juta pengguna, angka yang sangat fantastis bukan.

Sebelum membahas lebih jauh mari kita bahas terlebih dahulu apa itu asset digital. Aset digital adalah aset yang cakupannya tidak hanya sebatas uang, tetapi juga bernilai emosional, bersifat pribadi dan rahasia.

Contoh asset digital yang paling dekat dengan kita adalah akun media social seperti Instagram, Facebook dan juga Youtube, hampir semua dari kita mempunyai akun media tersebut.

Jangan salah aku media social ini bila digunakan sebagaimanamestinya bisa mendulang banyak keuntungan.

Jika kita akrab dengan media sosial kalian pasti sudah tahu dong dengan istilah endorse.

Endorse dalam artian umum adalah suatu bentuk dukungan atau suport dari para pemilik media sosial. Misalkan artis A menggunakan produk shampo merek B, maka dalam hal ini artis tersebut telah mendukung sekaligus mempromosikan produk merek tersebut.

Media Sosial, Aset Digital Namun Sering Dilupakan

Dunia usaha sekarang lebih memilih mengiklankan produknya lewat media ini, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, suatu perusahaan jika akan menawarkan produknya selalu menggunakan televise atau surat kabar sebagai media promosi.

Promosi seperti itu sudah mulai bergeser dari media konvensional kini beralih ke media social.

Nilai kontaknya pun tidak main-main, sekali menawarkan sebuh produk dalam akun media social dihargai hingga sampai ratusan juta bahkan milyaran rupiah.

Ambillah salah-satu contoh dikutip dari HopperHQ, selebgram termahal di Indonesia saat ini adalah Raditya Dika. Dalam laporan ‘Instagram Rich List 2019’ yang dipublikasikan HopperHQ, Raditya Dika berada diperingkat ke-35 sebagai Selebgram dengan tarif endorse termahal di dunia.

Raditya Dika menjadi satu-satunya selebgram yang masuk dalam daftar ini, dengan 13,29 juta follower.

HopperHQ memperkirakan tarif endorse Raditya Dika mencapai US$ 83.600 atau setara Rp 1,16 miliar (asumsi US$ 1 = Rp 14.000) sekali posting.

Sangat mencengankan bukan melihat data tersebut, baiklah tidak usah terlalu jauh mengambil contoh artis yang sudah ngetop, kini banyak pemain-pemain local yang juga bisa menghasilkan uang lewat media sosil.

Media lokal kampus saja misalnya seperti akun Unsoed Cantik jika kita menginginkan produk kita di endores oleh mereka kita harus membayar mereka 50 ribu untuk sekali postingan.

Bayangkan jika setiap hari mereka bisa mengedorse produk 3 atau 5 saja jenis produk berapa keuntungan yang bisa mereka dapatkan, hanya dengan modal jempol saja.

Sekarang kita bahas paltfom lain seperti youtube, kenapa sekarang banyak artis berbondong-bondong membuat channel youtube, alasanya sederhana platform ini juga menjanjikan banyak keuntungan, selain endorse mereka juga memperoleh keuntungan dari google adsene.

Nah sekarang coba kita lihat keuntung youtuber terbesar Indonesia di kutip dari kompas.com chanel Rans Entertainment akun youtube milik Raffi Ahmad dan Nagita Slavina ini tercatat memiliki 10,3 juta subscribers, 805 video, dan total views 1.531.577.479 per 7 Oktober 2019.

Jumlah tersebut menjadikannya ada di posisi satu youtuber Indonesia berpenghasilan tertinggi menurut Nox Influencer. Situs web Nox Influencer mencatat, kanal youtube Rans Entertainment diperkirakan menghasilkan Rp 2,14 miliar per bulan.

Platform youtube sendiri di Indonesia cukup digemari oleh kalangan milenial, karena disamping bisa mengabadikan video-video kita, platform ini juga bisa mengeruk pundi-pundi uang.

Kini mulai bermunculan youtuber-youtuber lokal di seluruh Indonesia yang mulai serius menggeluti platform ini, dan yang pasti mereka juga sudah mendapatkan uang dari hasil mereka membuat konten-konten pilihan.

Baca juga : Peluang Cryptocurrency Menjadi Mata Uang Digital Masa Depan Indonesia

Sekarang mulai paham bukan mengapa media social kita merupakan salah-satu asset digital yang sangat menjanjikan. Jadi rawarlah media social kita dari sekarang dan bijaklah dalam bermedia social.