Makin Mudah, BI Checking Pakai Aplikasi iDebKu

COPYTRADE.BLOG – Calon nasabah kini makin mudah untuk melakukan BI Checking. Bahkan bisa dilakukan melalui aplikasi. Aplikasi tersebut diluncurkan oleh Otoritas Jasa keuangan ( OJK) yang dinamai iDebKu. BI checking pakai aplikasi iDebKu ini makin mudah

Aplikasi layanan informasi debitur tersebut terdapat dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan ( SLIK) yang sudah diluncurkan oleh OJK.

SLIK sendiri merupakan bentuk dari perubahan nama BI Cheking. Sebelumnya BI Cheking ini memang dibawah wewenang Bank Indonesia, namun saat ini sudah beralih dibawah OJK.

Aplikasi iDebKu tersebut rupanya baru diluncurkan Selasa 8 November lalu. Aplikasi BI Checking pakai aplikasi iDebku ini tentu semakin mempermudah bagi para calon nasabah maupun lembaga keuangan.

Melalui Aplikasi tersebut permintaan informasi terkait riwayat kredit nasabah, pembiayaan perbankan dan informasi lainnya melalui SLIK.

BACA JUGA : Ini Tips Menghapus BI Cheking

Sejak sistem informasi debibur (SID) beralih dari Bank Indonesia (BI) ke OJK pada Januari 2018 silam. Bi Cheking namanya berubah menjadi SLIK.

Sedangkan layanan permohonan informasi riwayat kredit nasabah juga berubah menjadi layanan informasi debitur (iDeb).

Sebelumnya layanan iDeb SLIK hanya dilakukan secara tatap muka. Layanan tersebut baik di kantor pusat maupun di kantor regional OJK. Tentu pelayanan ini menjadi sangat terbatas. Karena prosesnya harus datang langsung.

Saat pandemi covid melanda awal 2020, layanan SLIk kemudian dapat diakses melalui website OJK. Calon debitur maupun lembaga dapat mengajukan layanan SLIK dengan mengisi Google Form.

Layanan tersebut terus dikembangkan, mengingat butuh kecepatan dan kepraktisan. Sejak Desember 2021 lalu, OJK melakukan standarisasi layanan SLIK. Standarisasi layanan secara online tersebut dituangkan dalam aplikasi OJK Survei.

Sayangnya layanan tersebut juga belum cukup menampung permintaan masyarakat. Dimana OJK memang memberikan kuota layanan. Kuota yang disediakan nyatanya selalu habis dan masih menimbulkan antrian. Baru di akhir 2022 ini OJK melakukan terobosan dengan meluncurkan Aplikasi iDebKu.

Kepala Eksekuti Pengawas Perbankan Dian erdian Rae menyebut terdapat 2000 LJK yang sudah menjadi peserta. Layanan iDebKu sangat penting dan strategis bagi lembaga jasa keuangan , khususnya dalam hal efisiensi dan kecepatan layanan. iDebKu juga sangat membantu bagi calon debitur maupun lembaga keuangan.

Jika sebelumnya calon debitur harus menunggu untuk beberapa waktu, saat ini melalui aplikasi tersebut, informasi bisa langsung diperoleh. Sehingga proses lanjutan dapat segera dilakukan.

Selain itu dalam memberikan layanan kepada nasabah, perbankan juga lebih tepat sasaran. Peran teknologi telah memudahkan dan efisiensi di sektor jasa keuangan.
Aplikasi tersebut menjadi sarana yang membantu dalam pemberian kredit kepada calon debitur.

iDebku dapat membantu masyarakat mengakses kredit perbankan atau perusahaan pembiayan secara lebih cepat dan efisien.

Dari data yang disampaikan Teguh Supangkat selaku Deputi Komisioner Pengawas Perbankan OJK, terdapat 2.074 lembaga pelapor SLIK.

Lembaga tersebut meliputi 94 Bank umum, 33 Bank Umum Syariah (BUS), dan Unit Usaha Syariah. Masih ada 1.400 Bank Perkreditan Rakyat (BPR). 167 BPRS, 152 lembaga pembiayaan ( leasing), 18 perusahaan modal ventura, dan 118 perusahaan efek.

Layanan SLIK juga masih akan terus dikembangkan dengan menggandeng perusahaan pembiayaan infrastruktur dan Pegadaian.

Sepanjang 2022, layanan iDebKu telah mencapau 134.428 layanan, baik di Ojk pusat maupun Regional.

Bisa jadi, tidak ada lagi kata daftar tunggu yang biasanya bisa memakan waktu hingga lima hari. Dulu nasabah mengakses melalui ojk.go.id, namun saat ini bisa dilakukan melalui aplikasi. Tentu kualitas layanan menjadi lebih cepat, mudah dan aman.