Kiat Sukses Beternak Kambing, Berikut Caranya

Copytrade.blog – Kambing merupakan ide bisnis peternakan yang popular dilakukan di beberapa negara tropis termasuk juga di Indonesia.

Selain perawatannya yang dikenal mudah beternak kambing juga dianggap menjanjikan, karena pangsa yang terbuka luas. Daging kambing merupakan daging yang banyak digemari oleh setiap orang sehingga banyak peternak yang memilih beternak hewan yang satu ini.

Tidak hanya dagingnya saja yang dimanfaatkan jenis kambing tertentu juga diternak untuk dihasilkan susunya. Tidak hanya dagingnya yang dikenal syarat gizi susu kambing pun demikian.

Usaha tenak kambing cocok dijalankan di pedesaan, karena di desa masih banyak rumput atau daun yang bisa dijadikan pakan ternak pada hewan yang satu ini.

Selain sangat menekan biaya modal dengan memanfaatkan pakan yang terdapat di alam memberi pakan kambing dengan cara alami dirasa lebih sehat karena rumbut dan daun merupakan pakan kesukaan kambing.

Namun tidak menutup kemungkinan kambing juga bisa dipelihara diperkotaan dengan semakin banyaknya pakan buatan yang tak kalah sehat dari pakan alami. Selain itu pakan buatan dirasa lebih mudah apalagi jika kita tidak punya banyak waktu untuk mencari pakan alami.

Baca: Menguntungkan! Berikut Bisnis Peternakan Potensial yang Menjanjikan

Nah kali ini copytrade.blog akan merangkum dari beberapa sumber sukses beternak kambing yang menguntungkan, berikut kiatnya:

Namun sebelum membahas lebih dalam alangkah baiknya kita mengenal dulu jenis jenis kambing yang popular di ternak di Indonesia:

1. Kambing Etawa / Kambing Jamnapari

Kambing etawa adalah kambing yang berasal dari India disebut juga kambing Jamnapari. Tinggi kambing jantan ini berkisar antara 90 sentimeter hingga 127 sentimeter sedangkan untuk bobotnya yang jantan bisa mencapai 91 kilogram.

Dengan tubuh yang besar maka jenis kambing satu ini cocok bagi para peternak pedaging, namun tidak hanya dagingnya saja yang dimanfaatkan banyak peternak yang juga mengambil susunya untuk di jual.

Di Indonesia jenis kambing ini banyak diternak oleh peternak dari Jawa Tengah, Lumajang dan sebagian wilaya lain di Jawa Timur.

Dengan semakin populernya kambing etawa, kambing ini dikembangkan juga untuk kontes. Kambing ini memiliki harga pasaran yang relatif mahal (premium) dibandingkan kambing lainnya. Adanya aspek seni seperti panjang & lipatan telinga, gelambir, bentuk muka, corak warna dll membuat harga menjadi mahal.

Di kalangan penghobi kontes kambing jenis ini beralih fungsi menjadi kambing koleksi, bukan untuk pedaging atau perah.

2. Kambing Peranakan Etawa (PE)                                                                                        

Kambing PE (Peranakan Etawa) merupakan kambing persilangan antara kambing etawa dengan kambing lokal.

Meski merupakan hasil persilangan dengan kambing lokal kambing PE sama baiknya dengan kambing etawa dan bisa dimanfaatkan baik dagingnya atau pun susunya untuk di perah.

Di beberapa daerah di tanah ini kambing PE merupakan jenis kambing yang popular di pelihara oleh para peternak karena selain mendapatkan daging juga bisa mamanen susunya.

Bobot kambing peranakan etawa bisa mencapai 120 kg untuk yang jantan dan 80 kg untuk betina. Bahkan untuk ras senduro yang berwarna putih, pernah dilaporkan ada peternak yang bisa mengembangkannya hingga 170 kg bagi yang jantan.

3. Kambing Kacang

Kacang merupakan jenis kambing lokal yang banyak dipelihara oleh para peternak kambing di Indonesia. Jika dibandingkan dengan kambing etawa atau PE tumbuh kambing ini terbilang mungil.

Namun jenis kambing kacang dikenal sangat baik terhadap berbagai penyakit. Iya karena kambing lokal sudah pasti lebih bisa beradaptasi dengan konsisi alam yang ada di Indonesia.

Masyarakat di pedesaan banyak memelihara kambing jenis ini untuk usaha sampingan atau buat tabungan jika sewaktu waktu ada hal mendesak yang perlu mengeluarkan banyak uang. Maka kambing ini akan dijual.

Kambing jenis ini memiliki ciri khas pada bagian kepala kambing berukuran kecil tanduknya pendek. Kedua telinganya berdiri tegak dengan janggut yang panjang. Ukuran kambing jantan dewasa bisa mencapai 30 kg sedangkan betinanya 25 kg.

4. Kambing Boer

Kambing boer merupakan kambing yang berasal dari benua Afrika. Kambing ini dikenal baik untuk peternak pedaging karena pertumbuhannya yang cepat dan perawatannya yang mudah.

Pada usia 3 bulan saja jenis kambing yang satu ini dapat mencapai bobot 35-45 kg sedangkan bobot idela kambing jantan jenis ini bisa mencapai bobot hingga 150 kg, sedangkan betinanya 90 kg.

Kambing boer mudah dikenali dari melihat badan dan kakinya.  Badan kambing ini lebar dan panjang sementara kakinya yang pendek. Bulunya dominan putih, pada bagian kepala berwarna coklat muda hingga coklat. Hidungnya cembung dengan telinga yang panjang menggantung ke bawah.

Kambing boer banyak dibudidayakan di daerah Malang, Jawa Timur. Rata rata para peternak memanfaatkan kambing ini sebagai pedaging karena pertumbuhannya yang cepat.

5. Kambing Jawa Randu

Kambing Jawa Randu merupakan kambing hasil persilangan antara kambing peranakan etawa (PE) dengan kambing kacang. Jika dilihat dari posturnya kambing jenis ini lebih mirip kambing kacang namun memiliki postur yang sedikit lebih besar.

Selain itu banyak orang yang memelihara kambing jawa randu karena pertumbuhannya yang lebih cepat dari pada kambing jenis kacang. Satu hal lagi yang menarik kambing ini bisa dimanfaatkan baik daging maupun susunya.

Kambing jawa randu bisa menghasilkan susu hingga 1,5 liter per hari. Sangat menguntungkan bagi para peternak kambing jenis ini.  

Bobot pada kambing jantan dan betina bisa mencapai bobot hingga 40 kg. Kambing ini banyak dibudidayakan sebagai hewan kurban atau akikah.

Nah setelah mengenal jenis kambing popular yang diternak di Indonesia, sekarang kita akan mempelajari kiat kiat sukses beternak kambing. Yuk simak penjelasan berikut:

A. Terdapat Lahan

Banyak orang yang berpikir ketika akan terjun ke dunia ternak kambing memerlukan lahan yang luas. Tidak juga kok bahkan ketika kalian memilih jenis kambing kacang kalian tidak perlu mempunyai lahan yang luas.

Kambing kacang cukup diberi lahan pada halaman belakang rumah, atau dibeberapa daerah kambing jenis ini sengaja dipelihara menyatu dengan rumah namun diletakan di bagian belakang rumah/dapur.

B. Mempersipkan Kandang

Jika sudah ada lahan langkah selanjutnya adalah membuat kandang yang aman dan nyaman bagi kambing. Kandang yang aman dan nyaman adalah kandang yang terhindar dari panas dan hujan.

Kenyamanan kandang akan mempengharuhi hewan peliharaan selain itu dengan kandang yang baik maka bisa mecegah munculnya berbagai penyakit pada kambing.

C. Memilih Induk yang Baik

Salah satu hal yang tak kalah penting dari beternak kambing adalah saat memilih induk. Pastikan kita dalam memilih induk yang sehat, tidak catat dan produktif.

Memiliki induk yang baik akan menentukan kesuksesan dimasa depan, maka pilihlah induk secara benar, kambing harus dalam keadaan sehat, segar, lincah serta memiliki nafsu makan yang banyak.

D. Memberi Probiotik

Selain memberi pakan hal yang tak kalah penting dilakukan dalam beternak kambing adalah rutin memberikan probiotik pada kambing. Probiotik akan menjadikan kambing lebih segar dan sehat dengan kandungan gizi yang ada didalamnya.

Demi hasil yang memuaskan lakukan pemberian probiotik ini minimal satu minggu sekali. Bila dirasa memberatkan kita juga bisa membuat asupan sendiri dengan bahan bahan alami. 

E. Memberikan Temulawak

Kambing yang memiliki nafsu makan yang tinggi akan cepat tumbuh dan hasil susunya lebih banyak. Maka berikan temulawak pada kambing. Karena temu lawak dikenal baik bagi kesehatan kambing.

Degan mengaplikasikan bahan herbal ini akan meningkatkan nafsu makan kambing dan meningkatkan susunya. Dengan seperti itu maka kambing akan tumbuh lebih cepat dan hasil susunya pun melimpah.

F. Memberikan Vaksin

Tidak hanya manusia bila ingin tumbuh sehat terhindar dari beragam penyakit kambing juga memerlukan vaksin.

Vaksin sangat penting bagi kambing karena mampu mecegah dari beberapa penyakit yang memantikan dan membuat kambing jauh lebih sehat.

G. Melakukan Perjodohan

Untuk beranak pinak kambing memerlukan perjodohan. Namun pastikan usia kambing yang sudah ideal bila akan dikawinkan. Karena jika tidak akan mempengaruhi kesehatan baik induk maupun anaknya.

Bila usianya ideal juga akan memudahkan dalam merawatnya karena lebih kebal dari banyaknya penyakit yang mengancam.

H. Pemberian Pakan

Pakan merupakan hal penting dalam budidaya kambing baik pedaging maupun susu perah. Karena dengan memberikan pakan yang terjamin dan berkualitas akan sangat berpengaruh pada pertumbuhan kambing dan hasil susunya.

Jika memungkinkan kambing akan sangat senang jika digembalakan karena dari situ kambing akan bisa memilih jenis makannya yang dia suka. Jika tidak kita harus bisa memenuhinya tidak hanya konsentrat namun pemberian rumput yang segar baik untuk pertumbuhan kambing dan hasil pada susunya.

Itulah beberapa kiat sukses beternak kambing. Seperti hewan yang lain kambing merupakan hewan yang mempunyai nyawa. Pemeliharaan yang baik akan sangat mempengaruhi keberhasilan dalam ternak ini.

Baca juga: Sukses Beternak Kelinci Pedaging, Berikut Kiatnya