Kabar Baik Bagi Usaha Super Mikro Bunga KUR Turun Jadi 3 Persen

COPYTRADE – Pemerintah terus berupaya mendorong usaha rakyat. hal itu dilakukan dengan kebijakan yang berpihak. Sebagai upaya menghadapi stagflasi tahun depan, pemerintah menurunkan bunga Kredit Usaha Rakyat ( KUR) menjadi 3 persen.

Kebijakan bunga rendah itu diharapkan mampu mendongkrak sektor usaha super mikro dan ibu rumah tangga produktif.

Hal itu disapaikan oleh Menteri Kordinator Bidang perekonomia ( Kemenko Perekonomian) Airlangga Hartanto baru baru ini.

Baca Juga : Rumah Pertama Bagi Pasangan Muda, KPR Rumah Subsidi atau Membangun Sendiri, Berikut Keunggulan Masing Masing

Hal itu disapaikan dalam, Rapat Koordinasi Komite Kebijakan Pembiayaan Bagi UMKM. Rapat membahas Evaluasi Program KUR Tahun Anggaran 2022. Serta membahas pula Usulan Perubahan Kebijakan KUR 2023.

Pemerintah menurunkan suku bunga KUR untuk mendorong ekonomi dan usaha super mikro. Ada resiko stagflasi tahun depan, ditengah adanya PHK baru baru ini.

Sebagai upaya menciptakan daya tahan ekonomi masyarakat, maka sektor usaha mikro harus terus didorong. Selain itu penyaluran KUR juga harus tepat sasaran.

Disisi lain, kebijakan tersebut juga menciptakan efisiensi anggaran subsidi pemerintah. Efisiensi itu juga semain meringankan belanja fiskal.

Ketidak pastian ekonomi globalmendorong pemerintah untuk memberikan perhatian lebih kepada usaha mikro. Hal itumenjadi kinerja impresif sekaligus upaya kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Pada Kuartal III 2022 KUR telah menyumbang pertumbuhan 5,72 persen, dengan total outstanding 25,2 persen. Jumlah tersebut juga melampaui target yang ditetapkan pemerintah sebesar 11,01 persen.

Sebagai upaya menjaga stabilitas ekonomi, pemerintah dipandang perlu melakukan penyesuaian terhadap kebijakan KUR. Selain itu pemerintah juga memberikan relaksasi kepada debitur.

Pada saat pandemi lalu, pemerintah juga menetapkan suku bunga 6 persen untuk KUR Mikro dan KUR kecil, dengan akumilasi plafon maksimal Rp 500 juta. Selain itu pemerintah juga menetapkan penyaluran KUR bagi sektor produksi.

Rapat tersebut juga membahas beberapa kebijakan seperti, tambahan insentif relaksasi terkait Giro Wajib Minimum ( GWM) kepada Bank penyalur KUR.

Selanjutnya ada Harmonisasi Sistem Layanan Informasi Keuangan ( SLIK) dan Sistem Informasi Kredit Program ( SIKP) Kementrian Keuangan.

Kebijakan suku bunga 3 persen tersebut diberikan bagi debitur dengan plafon dibawah Rp 10 juta. Fasilitas tersebut dapat dinikmati dua kali pengajuan kredit.

Untuk suku bunga KUR di atas Rp 10 juta sebesar suku bunga 6 persen. Suku bunga 3 persen untuk kredit alat dan mesin pertanian dengan plafon maksimal Rp2 miliar dan tidak dapat diajukan kembali.

Target penyaluran KUR pada 2023 telah ditetapkan sebesar Rp 470 triliun dan Rp 585 triliun untuk 2024.

Kebijakan penyesuaian akan dilakukan terhadap besaran plafon KUR. Hal itu mempertimbangkan kecukupan anggaran subsidi bunga atau yang ditetapkan dalam APBN 2023 sebesar Rp 40,94 triliun.

Pemerintah mentargetkan debitur baru KUR tahun 2023 1,7 juta debitur. Target debitur KUR graduasi 2023 2,3 juta debitur.

Salah satu alasan skema kredit khusus alsintan, hal itu sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk memprioritaskan penyaluran KUR pada sektor pertanian.

penetapan suku bunga kredit alat pertanian alsintan sebesar 3 persen juga dibarengi dengan kebijakan menurunkan down payment (DP) dari 30 persen menjadi 5 persen

sampai 10 persen.

Plafon kredit alsintan sebesar Rp2 miliar suku bunga sebesar 3 persen disertai pencegahan risiko. Hal itu dilakukan dengan pemasangan GPS dan melampirkan surat

kendaraan. Realisasi KUR telah November 2022 yang disalurkan kepada 6,71 juta debitur sebesar Rp 323,13 triliun.

Realisasi tersebut sebanyak 86,59 persen. Dari target penyaluran tahun ini sebesar Rp 373,17 triliun.

Outstanding KUR November 2022 tercatat sebesar Rp 451 triliun. Kredit disalurkan kepada 38,85 juta debitur. Kredit macet atau Non performing loan (NPL) terjaga pada level 1,11 persen.

KUR BRI

BRI adalah salah satu bank penyalurkan KUR. Berikut syarat-syarat mendapatkan KUR BRI.

Syarat KUR Mikro BRI.

  1. Plafond kredit maksimal Rp 20 juta.
  2. Suku bunga efektif maks 22% per tahun.
  3. Jangka waktu & jenis kredit
  • KMK : maksimal 3 tahun.
  • KI : maksimal 5 tahun. Dalam hal perpanjangan,suplesi dan restrukturisasi.
  • KMK : maksimal 6 tahun.
  • KI : maksimal 10 tahun.
  1. Agunan:
  • Pokok : Dapat berupa agunan Pokok apabila sesuai keyakinan Bank.

Syarat KUR Ritel BRI

  1. Plafond kredit > Rp 20 juta s/d Rp 500 juta.
  2. Suku bunga efektif maks 13 % per tahun.
  3. Jangka waktu & jenis kredit:
  • KMK : maksimal 3 tahun.
  • KI : maksimal 5 tahun. Dalam hal perpanjangan,suplesi dan restrukturisasi.
  • KMK : maksimal 6 tahun.
  • KI : maksimal 10 tahun.
  1. Agunan :
  • Pokok : Dapat berupa agunan Pokok apabila sesuai keyakinan Bank.