Jenis-Jenis Investasi yang Mampu Bertahan Saat Pandemi Covid-19

investasi yang bertahan saat covid-19

Memasuki Mei 2020 yang bertepatan dengan bulan suci Ramadan, masyarakat dunia tampaknya masih harus berdamai dengan pandemi Covid-19. Tercatat sampai Jumat (8/5) pagi, sudah lebih dari 3,8 juta pasien Covid-19 di seluruh dunia. Untuk Indonesia sendiri, total kasus positif sudah menyentuh 12.776 orang.

Hantaman wabah corona memang membuat banyak sektor ekonomi harus berjuang. Salah satunya ialah sektor investasi yang sejauh ini dianggap sebagai bentuk penyimpanan uang terbaik, juga ikut terseok-seok. Bahkan IHSG (Indeks Harga Saham gabungan) semakin terjun bebas dan berada di red zone sejak Covid-19 masuk ke Indonesia.

Kondisi IHSG yang anjlok 30% sejak kasus pertama Covid-19 di Indonesia, diduga kuat dipengaruhi hal-hal di luar faktor fundamental. Dalam kondisi yang makin mengenaskan, kegiatan investasi baru di Indonesia pun makin sulit. Namun mengingat bahwa penanaman modal harus terus dilakukan, BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) pun menerapkan berbagai strategi baru, seperti dilansir Detik.

Baca juga: Bursa Global Kembali Bergairah Pasca Pelonggaran Aturan Lockdown

Menurut Bahlil Lahadalia selaku Kepala BKPM, beberapa strategi yang sudah direncanakan untuk menggenjot penanaman modal kini sudah berjalan 60-70 persen. Bahkan ke depannya, BKPM siap mengurusi kembali investasi senilai Rp708 triliun yang sempat tertunda. Hingga kini, nilai investasi yang baru dicairkan masih Rp287 triliun.

Melihat betapa iklim investasi di Indonesia masih cukup buruk, BKPM pun siap bekerjasama dengan duta-duta besar Indonesia di sejumlah negara. Agar tidak makin suram, pihaknya bakal meninggalkan cara-cara birokrasi penanaman modal yang lama dan sangat berbelit itu.

Investasi Jangka Panjang Lebih Cocok dalam Kondisi Pandemi

investasi jangka panjang covid-19
© Tech in Asia

Kendati remuk redam di saat wabah corona, investasi tetaplah bisa jadi pilihan untuk menambah penghasilan. Bagi para calon investor, Rhenald Kasali selaku praktisi bisnis dan akademisi pun menyarankan untuk memilih investasi jangka panjang saat pandemi Covid-19 saat ini.

Seperti dilansir Kompas, Rhenald berpendapat bahwa harga-harga saham yang turun saat pandemi justru menjadi peluang emas bagi calon investor melakukan pembelian. Terutama saham-saham blue chip dan memiliki governance baik, wajib jadi buruan saat ini. Hanya saja supaya bisa meraup untung, para investor wajib memilih opsi investasi jangka panjang.

Bukan tanpa alasan, karena saham-saham yang kini harganya turun, jika cuma ‘dimainkan’ dalam jangka pendek justru malah merugi karena harganya makin merosot. Namun dalam beberapa tahun ke depan ketika perekonomian global sudah mulai membaik, harga-harga saham blue chip itu bakal kembali normal sehingga Anda akan tetap cuan.

Kini dengan dunia sudah masuk ke bulan Mei, optimisme di dunia investasi semakin menguat. Apalagi Rupiah sempat menguat kembali di akhir April kemarin, setelah sebelumnya rontok ke titik terendah di awal April pada level 16.741. Nah, supaya tidak keliru dan tetap meraup keuntungan di masa pandemi, ada baiknya kalau Anda mencari tahu investasi jenis apa saja yang aman dilakukan saat ini.

Jenis-Jenis Investasi Terbaik Saat Corona

Tidak hanya di Indonesia, pandemi Covid-19 memang benar-benar mengacaukan iklim investasi global. Para investor berlomba-lomba mencari aset yang aman sampai memilih meninggalkan pasar modal di negara berkembang, seperti Indonesia. Apa yang terjadi ini bukanlah hal aneh karena menurut Bhima Yudhistira Adhinegara, wabah corona yang mengkhawatirkan membuat investor mengubah strategi, seperti dilansir Cermati.

Jika sebelumnya para investor tampak agresif, kondisi perekonomian tak menentu membuat mereka menghindari risiko tinggi. Dari catatan pasar modal Indonesia, sejak wabah corona terdeteksi di Tanah Air pada bulan Maret lalu, sudah ada aksi jual bersih (nett sell) sebesar Rp2,7 triliun. Saham-saham di sektor perhotelan, manufaktur, tambang, komoditas perkebunan hingga consumer goods yang mengalami dampak paling parah.

Baca juga: Memahami Volatilitas yang Sangat Penting dalam Trading Forex

Namun kondisi demikian lagi-lagi bukan jadi alasan untuk meninggalkan dunia investasi. Bagi Anda investor pemula, berikut ini beberapa jenis investasi yang dipandang sangat aman dilakukan saat pandemi Covid-19:

1. Logam Mulia

emas logam mulia
© High Dream

Inilah jenis investasi yang bisa dibilang paling aman dalam kondisi apapun. Mau negara tengah mengalami perang hingga musibah bencana alam berkepanjangan, logam mulia jelas akan diincar. Hal itulah yang membuat logam mulia tetap jadi investasi unggulan di masa pandemi Covid-19. Ada dua jenis logam mulia yang paling sering dipilih investor yakni perak dan emas.

Hanya saja jika dibandingkan, emas tetap jadi favorit lantaran harganya yang relatif stabil bahkan cenderung melambung saat wabah corona. Dilansir Bisnis, harga jual emas Antam pada hari Jumat (8/5) naik Rp5.000 dari hari sebelumnya dan kini menyentuh Rp918.000 per gram. Dengan harga emas yang terus mengkilap dan bisa saja menembus Rp1 juta per gram, tentu logam mulia ini tetap jadi pilihan investasi teraman.

Popularitas emas memang begitu lintas generasi. Mulai dari boomers, 90an, milenial hingga generasi Z, tetap akan selalu memilih emas jadi investasi. Apa alasannya? Karena risiko emas relatif sangat kecil. Anda bisa memilih investasi emas dalam bentuk batangan atau perhiasan. Bahkan saat ini, investasi emas makin mudah karena bisa dilakukan lewat marketplace secara online.

Tak perlu langsung membeli satu gram emas, Anda bisa membeli emas lewat cara mencicil seperti di Pegadaian. Barulah ketika tabungan itu cukup, bisa langsung dikonversikan dengan emas. Dibandingkan investasi lain, emas pun jauh lebih mudah diperdagangkan. Di saat butuh uang tunai dalam waktu cepat, Anda bisa langsung menjual kembali emas tersebut. Hal inilah yang membuat emas tak akan tergantikan.

2. Reksadana Pasar Uang

reksadana pasar uang
© XDana

Salah satu jenis investasi yang mungkin tidak begitu populer, tapi sangat disarankan dipertimbangkan di era pandemi seperti ini adalah reksadana. Sekadar informasi, reksadana adalah wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari para investor dan kemudian diinvestasikan ke dalam Portofolio Efek oleh MI (Manajer Investasi).

Beberapa Portofolio Efek seperti saham, surat berharga, deposito hingga obligasi biasanya menjadi pilihan reksadana. Namun khusus untuk reksadana yang dianggap sangat aman di masa wabah corona adalah reksadana pasar uang. Seperti namanya, seluruh dana pada reksadana pasar uang ini dialokasikan kepada instrumen pasar uang seperti obligasi, SBI (Sertifikat Bank Indonesia) dan deposito.

Baca juga: Menakar Kemungkinan Uang Digital sebagai Mata Uang Resmi

Mayoritas instrumen dalam reksadana pasar uang memang memiliki masa jatuh tempo kurang dari setahun, sehingga layak untuk jadi investasi jangka pendek-menengah yang tetap aman saat pandemi Covid-19. Dibanding reksadana jenis lain, risiko reksadana pasar uang memang lebih kecil. Menurut laporan lembaga riset Infovesta, kinerja reksadana domestik memang mayoritas negatif sejak tahun 2020 ini.

Bahkan bisa dibilang, reksadana saham dan reksadana campuran memiliki nasib paling buruk karena IHSG sangat tertekan. Sementara itu di sisi lain, reksadana pasar uang justru mencatat imbal hasil konsisten sebesar 1,29% sejak Januari-Maret 2020. Dengan fakta ini, Anda bisa mulai mempertimbangkan reksadana pasar uang untuk aset investasi berikutnya di saat perekonomian global dan Tanah Air tengah memburuk.

3. Surat Utang Negara (SUN)

Savings Bond Ritel
© Beritagar

Investasi pertama yang bisa dibilang sangat aman di tengah pandemi Covid-19 ialah SUN (Surat Utang negara) atau SBN (Surat Berharga Negara) yang memang ditawarkan pemerintah kepada seluruh rakyat Indonesia. Karena ditawarkan pemerintah, sudah pasti SUN ini dijamin oleh negara sehingga Anda tak perlu khawatir akan uang hilang atau gagal bayar.

Salah satu jenis SUN yang bisa Anda pilih saat ini adalah Obligasi Negara yang terdiri dari SBR (Savings Bond Ritel), ORI (Obligasi Ritel Indonesia) dan SR (Sukuk Ritel). Tidak harus punya modal besar, karena investasi SUN bisa dimulai dengan dana terjangkau yakni Rp1 juta.

Seperti namanya, ketika Anda berinvestasi pada SUN, maka artinya Anda meminjamkan sejumlah uang kepada negara. Nanti saat jatuh tempo, negara wajib membayar dana pokok yang dipinjamkan oleh investor, beserta keuntungan alias bunga dalam bentuk kupon. Sehingga bisa disimpulkan, ketika Anda berinvestasi di SUN, Anda ikut terlibat dalam pembangunan Indonesia.

Mirip seperti tabungan, SUN tidak bisa diperdagangkan ke pasar sekunder. Namun keuntungan SUN jelas lebih besar, sehingga pakar finansial banyak merekomendasikan agar setiap orang mempertimbangkan untuk menyisihkan sekitar 50% dana pada investasi ini. Untuk bisa membeli SUN, Anda harus tahu kapan pemerintah melakukan penawaran. Berikut untuk jadwal SUN di tahun 2020:

  1. SBR009: 27 Januari – 13 Februari
  2. SR-012: 24 Februari – 19 Maret
  3. SBR010: 23 Juni – 9 Juli
  4. ST007: 28 Agustus – 23 September
  5. ORI017: 1 Oktober – 22 Oktober
  6. ST008: 26 Oktober – 12 November

4. Properti

properti
© Abbots

Sama seperti emas, properti adalah jenis investasi lintas generasi yang sangat dipercaya keamanan dan keuntungannya. Asalkan Anda membeli properti di pihak developer yang benar-benar terpercaya, properti akan jadi investasi jangka panjang yang menjamin finansial Anda di masa depan. Hanya saja jika dibandingkan jenis investasi lain, properti memang cenderung lebih butuh modal besar.

Namun tenang saja, saat ini sudah banyak properti tipe sederhana seperti rumah dengan 1-2 kamar yang bisa dipilih milenial. Seperti yang diketahui, milenial dianggap sebagai generasi yang sangat konsumtif sehingga mereka kesulitan memiliki rumah sendiri. Tapi saat ini, impian mempunyai properti semakin mudah lantaran Anda bisa mengajukan KPR (Kredit Pemilikan Rumah) dengan subsidi dari pemerintah.

Baca juga: Mau Bebas Finansial? Tiru Kebiasaan Ini

Adanya subsidi ini membuat harga rumah makin terjangkau. Bahkan ada beberapa developer yang menawarkan uang muka dengan sistem angsuran dan cicilan rumah di bawah Rp3 juta per bulan. Lantaran makin terjangkau inilah, milenial saat ini bisa memiliki rumah idamannya. Dengan sifat properti yang non likuid, investasi jenis ini sangat cocok untuk perlindungan jangka panjang di tengah kondisi ekonomi tak menentu.

Tentunya dari pembahasan di atas, terbukti bahwa investasi masih menjadi primadona di masa pandemi Covid-19 ini. Hanya saja Anda memang harus mempertimbangkan betul jenis investasi apa yang hendak dipilih supaya tidak merugi. Dengan mempertimbangkan skema investasi jangka panjang, maka Anda akan tetap memiliki kondisi finansial yang memuaskan. Semangat berinvestasi ya!

Scroll to Top