IHSG Bangkit, Transaksi Harian Naik 3,12%

Pekan ini sungguh menggembirakan bagi para investor dengan sinyal IHSG Bangkit, transaksi harian naik 3,12%.

Berdasarkan data PT Bursa Efek Indonesia (BEI), selama periode 7 sampai 11 November 2022 volume transaksi harian bursa mengalami rata-rata kenaikan sebesar 3,12%.

Dari pekan lalu sebanyak 20,65 miliar, menjadi 21,29 miliar. Peningkatan juga terjadi pada rata-rata frekuensi transaksi harian Bursa.

Kenaikan tercatat sebesar 7,71% menjadi 1.302.824 transaksi, dari 1.195.583 transaksi pada pekan sebelumnya.

Kapitalisasi pasar alias market cap juga meningkat 1,35%. Dari pekan lalu sebesar Rp 9.342,69 triliun menjadi Rp 9.469,05 triliun.

Penutupan IHSG pekan ini ditutup dengan kenaikan 0,62% pada level 7.089,2 dari 7.045,52 pada penutupan sepekan sebelumnya.

Meski begitu, ada penurunan pada rata-rata frekuensi harian sebesar 2,37% menjadi Rp 13,03 triliun dari Rp13,35 triliun pada pekan sebelumnya.

Catatan positif juga ditunjukkan oleh transaksi jual bersih dari investor asing. Ada net sell sebesar Rp 660,93 miliar pada pekan lalu.

Sepanjang tahun 2022, investor asing sudah mencatatkan total beli bersih (net buy) sebesar Rp 79,66 triliun.

IHSG Menuju Zona Hijau

Rilis ekonomi dalam negeri yang positif mengerek kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan ini.

Indeks bursa saham acuan Tanah Air selama pekan kemarin mengalami penguatan sebesar 0,62% secara point-to-point (ptp).

Artinya IHSG sudah melesat 4,03% sebulan terakhir, dan sudah naik 7,71% secara year-on-year/yoy.

IHSG pekan ini ditutup menguat signifikan 1,76% di 7.089,21. Dengan ini IHSG kembali menembus level psikologisnya di 7.000.

IHSG konsisten bergerak di zona hijau di sepanjang perdagangan berlangsung selama sepekan, sejalan dengan mayoritas indeks saham Asia.

Sentimen positif IHSG yang begitu bergairah dipicu oleh rilis data pertumbuhan ekonomi Tanah Air pada kuartal III-2022.

Ada realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam rilis data Badan Pusat Statistik (BPS), Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal III-2022 adalah 5,72% (year-on-year/yoy).

Ada beberapa indikator yang turut menyumbang kenaikan PDB kuartal, salah satunya adalah surplus neraca perdagangan Indonesia sebesar USD 14,92 miliar selama Juli – September 2022.

Surplus ini disumbang oleh lonjakan ekspor batu bara, minyak kelapa sawit dan besi serta baja yang dipengaruhi oleh kenaikan harga internasional.

Pemulihan mobilitas masyarakat pasca pandemic Covid-19 juga menyumbang sentiment positif, ditandai dengan perkembangan jumlah wisatawan mancanegara tumbuh 10.746,2%.

Kabar baik dari negeri Paman Sam, Amerika Serikat, juga semakin memicu pergerakan IHSG lebih cemerlang.

Baca juga: Mulai Nabung Saham di Aplikasi Legal Bappebti

Inflasi Amerika Serikat yang menjadi masalah sangat serius akhirnya mengalami penurunan tajam. Meski angkanya hanya naik 0,4% jika mengacu pada Harga Konsumen Amerika Serikat.

Sementara inflasi tahunan Amerika Serikat tercatat melandai ke 7,7% year-on-year/yoy, dengan pertumbuhan inflasi inti sebesar 0,3% mtm dan 6,3% yoy.

Meski ini merupakan kenaikan tahunan terendah sejak Januari, namun para Ekonom berharap ada kenaikan 0,6% mtm dan 7,9% yoy agar 2023 bisa tetap stabil.