Ekonomi Melambat, Perusahaan Rokok Keluarkan Versi Murah 8.000an

Salah satu dampak pandemi adalah ekonomi melambat, perusahaan rokok keluarkan versi murah 8.000an.

Ada tren pergeseran konsumsi rokok semenjak pandemi, tentu para perokok harus berhemat dan memilih rokok dengan harga yang terjangkau.

Itulah kenapa sejak tahun lalu kita bisa temukan banyak produsen rokok yang meluncurkan versi lebih murah.

Hal ini tidak hanya dilakukan oleh produsen kecil, namun juga perusahaan besar pun ramai-ramai meluncurkan versi murah 8.000an agar produk mereka laku di pasaran.

Seperti yang dilakukan oleh the big three produsen rokok tanah air yakni PT HM Sampoerna, PT Gudang Garam, dan PT Djarum yang memproduksi rokok murah atau meluncurkan ulang produk mereka dengan kemasan lebih sedikit.

Ada kecenderungan sebesar 42% perokok akan mengurangi pengeluaran untuk merokok dan 24% dari mereka beralih ke rokok yang lebih murah.

Ini berdasarkan Laporan Center for Indonesia Strategic Development Initiatives (CISDI) tentang riset perokok pada 2021 – 2022.

Sebagaimana temuan dari Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS UI) yang menunjukkan bahwa kelompok masyarakat dengan pendapatan rendah masih melanjutkan untuk merokok saat pandemi.

Situasi ekonomi tidak membuat mereka berhenti merokok, hanya untuk beralih ke rokok yang lebih murah untuk mengurangi pengeluaran.

Pergeseran tren ini sudah terbaca oleh para produsen rokok dan mereka menyambutnya dengan mengeluarkan beragam versi rokok kemasan dengan harga yang lebih murah.

Tentu harga yang lebih murah ini memiliki kualitas yang berbeda dengan rokok mahal, namun masalah kualitas dan rasa bisa dikompromikan oleh para perokok.

Satu hal yang paling penting adalah para perokok tetap bisa ngebul, sebagai salah satu media melepas lelah dari penatnya bekerja.

Konon para perokok merasakan sensasi rileks saat nikotin mulai masuk pada tubuh mereka, mengendurkan urat saraf dan melupakan sejenak beratnya beban hidup masyarakat kelas bawah.

Misalnya saja PT Sampoerna yang sejak tahun lalu meluncurukan Marlboro versi BPJS alias sangat murah.

Jika kita mengenal Marlboro biasanya seharga Rp. 25.000 hingga Rp. 30.000, maka Marlboro versi Crafted Authentic hanya seharga Rp 8.000.

Tentu rasanya tidak bisa “dibanding-bandingke” antara harga Rp 25.000 dengan Rp 8.000, tapi asal masih bisa ngebul ya tak apalah.

Daftar Rokok Versi Murah

Selain Marlboro Craft Authentic, PT Sampoerna juga melakukan beberapa trik agar harganya bisa lebih murah, yaitu mengeluarkan versi kemasan kecil.

Misalnya Marlboro Filter Black kemasan 12 batang harga Rp 20.600 per bungkus dan Philip Morris Magnum kemasan 12 batang seharga Rp 18.300 per bungkus.

Kemudian ada Marlboro Advance isi 12 batang seharga Rp 17.00-19.000 per bungkus.

Demikian juga yang dilakukan oleh PT Djarum, mengeluarkan varian baru seperti Djarum Super Next dan Djarum Wave seharga Rp 16.000 untuk 12 batang.

Ekonomi Melambat, Perusahaan Rokok Keluarkan Versi Murah 8.000an

Kemudian untuk rokok kretek, ada varian Djarum 76 Madu Hitam seharga Rp 12.000-13.000 per bungkus.

Selanjutnya, PT Wismilak meluncurkan Wismilak Golden ARJA yang sangat terjangkau, yaitu hanya Rp. 8.000-9.000 per bungkus dengan isi 12 batang.

Bagi Anda yang suka rokok putih macam Camel, ada versi murah seperti Camel Mild Intense Blue Rp 20.000 per bungkus dan Camel Mild Option Yellow Kretek Rp 15.000-16.000 per bungkus.

Jika Anda penggemar rokok aneka rasa seperti Esse, ada varian murah juga yaitu Esse Bana Pop 12 batang Rp 21.000 per bungkus.

PT Aroma yang semua produknya dikenal murah juga mengeluarkan versi lebih murah, Aroma Mile (Mild) seharga Rp 15.000-16.000 per bungkus.

Baca juga: Tabungan Emas Miliki Beberapa Keuntungan, Apa Saja?

Beberapa rokok murah dari para produsen kecil antara lain Minak Djinggo Rempah Rp. 10.000 per bungkus, City Lite Rp 14.000-16.000 per bungkus, Lodjie 69 kretek Rp 8.000 per bungkus.

Ada juga beberapa rokok yang hanya beredar di wilayah tertentu seperti Gudang Baru Premium Rp 15.000 per bungkus, Mozza Rp 11.000 per bungkus, dan Super 57 Madjoe Rp14.000 per bungkus.