Harga Minyak Turun: Bagaimana Cara Memperdagangkan “Emas Hitam” Ini?

Bagaimana Pasar Minyak Bekerja

Pada awal 1900-an, untuk berdagang minyak, Anda harus benar-benar membeli minyak dalam bentuk barel secara fisik, menyimpannya di suatu tempat, dan kemudian mengirimkannya kepada pembeli Anda.

Untungnya, saat ini Anda tidak perlu lagi melakukan hal tersebut. Kenyataannya, Anda bahkan tidak perlu melihat fisik dari minyak barel itu sendiri, karena sebagian besar perdagangan minyak dan gas ditangani melalui kontrak berjangka (futures).

Coba trading Oil CFD sekarang dengan akun demo GRATIS $100K

Apa yang dimaksud dengan perdagangan minyak berjangka?

Minyak berjangka adalah kontrak di mana Anda setuju untuk menukar sejumlah minyak dengan harga tertentu pada tanggal tertentu.

Mereka diperdagangkan di bursa berjangka dan broker, dan merupakan metode yang paling umum digunakan untuk membeli dan menjual minyak.

Sementara importir dan eksportir minyak yang sebenarnya menggunakan futures untuk memastikan dampak negatif dari volatilitas harga minyak, Anda sebagai pedagang dapat menggunakannya untuk berspekulasi pada harga minyak tanpa membeli atau menjual komoditas itu sendiri. Itu karena harga minyak berjangka akan bergerak ketika nilai minyak fisik riil naik atau turun.

Jadi alih-alih membeli minyak secara fisik, menyimpannya, menunggu harganya naik dan kemudian menjualnya, lalu mengatur untuk dikirim, Anda bisa membeli kontrak berjangka dan kemudian menjualnya sesuka Anda. Dengan melakukan hal ini, Anda memanfaatkan kenaikan harga yang sama tanpa mengeluarkan biaya logistik.

Dua Cara Mudah Memperdagangkan Minyak

cara Trading Minyak emas hitam

1. Berdagang melalui CFD

Kendala dengan kontrak jual beli di bursa komoditas adalah Anda membutuhkan banyak pesanan (order). Anda tidak bisa hanya membeli kontrak minyak ini dengan hanya $100.

Disinilah letak keunggulan CFD.

CFD, atau Contract For Difference, memungkinkan Anda untuk memperdagangkan fluktuasi harga minyak tanpa membeli dan menjual kontrak itu sendiri. Dan alih-alih berdagang di bursa komoditas, Anda hanya perlu membuat akun perdagangan dengan broker.

Hal ini membawa beberapa manfaat bagi pedagang minyak:

Anda dapat berdagang minyak berdasarkan harga spot, atau futures dan juga options.

Anda dapat melakukan long dan short pada beragam pasar minyak, dalam satu platform. Anda tidak harus menjadi seorang profesional untuk mulai menghasilkan profit dari perdagangan minyak.

2. Investasikan di Perusahaan Minyak

Alih-alih memperdagangkan minyak secara aktual yang mungkin sangat fluktuatif dan menyebabkan perubahan harga yang liar, Anda bisa mendapatkan paparan minyak melalui saham perusahaan minyak dan juga produk minyak ETF (Exchange Traded Funds).

Harga minyak sangat dipengaruhi oleh harga minyak, dan dalam beberapa kasus menawarkan nilai yang bagus dibandingkan dengan memperdagangkan minyak itu sendiri. Anda dapat menggunakan ETF untuk berinvestasi dalam tolok ukur minyak, atau sekumpulan saham perusahaan minyak.

Keuntungan dari hal ini adalah bahwa bahkan apabila harga minyak menjadi negatif atau berubah dengan cepat, jika perusahaan minyak tempat Anda berinvestasi memiliki fundamental yang sehat dan baik, investasi Anda tetap memiliki nilai dan dapat pulih secara wajar atau bahkan lebih tinggi.

Apakah sekarang waktu yang tepat untuk berinvestasi di minyak?

Minyak – komoditas yang paling aktif diperdagangkan , karena pergerkan harga yang sangatlah fluktuatif. Sepanjang sejarah, harga minyak telah naik dan turun, dan terkadang sangat spektakuler, di balik perubahan
lanskap bisnis.

Bagi pedagang dan investor, pergerakan harga minyak ini dapat menghadirkan peluang yang sangat menarik.

Terutama ketika harga minyak jatuh, karena mereka cenderung pulih dengan cepat. Selama krisis keuangan global 2008/2009, misalnya, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun dari sekitar $145 per barel menjadi sekitar $30 per barel – penurunan sekitar 80% – dalam waktu kurang dari enam bulan.

Namun setelah krisis keuangan global, harga minyak mentah WTI rebound kembali hingga $110 per barel pada April 2011 – kenaikan lebih dari 250% hanya dalam dua tahun – dikarenakan pengurangan pasokan dan peningkatan permintaan.