Boros! Seperti ini Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga

Copytrade.blog – Mengatur keuangan rumah tangga bukan perkara yang mudah apalagi bagi kita yang tidak mengerti benar seluk beluk keuangan dengan baik, manajerial keuangan agaknya menjadi sumber masalah terbesar keluarga di Indonesia.

Hingga tak jarang menjadikan keuangan keluarga menjadi tidak stabil imbasnya kerukunan keluarga pun bisa menjadi tidak harmonis, karena keuangan merupakan salah satu sandi terpenting dalam keluarga.

Bahkan tidak bisa dipungkiri salah-satu hal yang menjadikan keluarga harmonis adalah kondisi finansial keluarga yang baik.

Apalagi bagi kita pasangan muda yang baru saja melangsungkan pernikahan, kita masih merasa gagap untuk mengatur keuangan. Itu wajar karena sebagai keluarga baru kita perlu belajar terlebih dahulu manajerial keuangan untuk rumah tangga, dan tentunya setiap orang perlu waktu untuk beradaptasi.  

Hal dasar yang harus kita paham adalah berapa gaji yang kita terima setiap bulannya, dari gaji atau sumber pendapatan itu kita bisa merencanakan keuangan dengan baik. Jangan sampai terjadi istilah besar pasak daripada tiang.

Kemampuan mengatur keuangan ini biasanya lebih banyak diperankan oleh ibu rumah tangga, mereka lebih jago untuk mengatur keuangan, peran laki-laki lebih dominan menghasilkan penghasilan.

Jadi para ibu rumah tangga atau calon ibu rumah tangga wajib mengetahui manajerial keuangan supaya kondisi keuangan keluarga kita terjaga dan stabil ditengah segala kebutuhan yang semakin meningkat.  

Baca: Investasi Saham Cocok Untuk Kalangan Muda Seperti Sekarang

Untuk itu kita perlu mengetahui rasio pendapatan kita dan untuk selanjutnya menghitung rasio pengeluaran untuk masing-masing pos kebutuhan.

Nah kali ini copytrade.blog akan merangkum dari beberapa sumber cara mengelola keuangan keluarga dengan baik. Berikut ulasannya;

1. Mengatur Skala Prioritas

Untuk membuat bisa membuat keadangan keuangan keluarga stabil hendaknya kita perlu menyusun skala prioritas keuangan kita terlebih dahulu. Hal ini dilakukan guna menjadikan acuan ukuran menentukan mana keperluan yang akan dipenuhi terlebih dahulu.

Hal yang masuk ke skala prioritas semisal biaya makan, tagihan listrik, dan PDAM. Setelah menghitung skala prioritas selanjutnya buatlah list pos untuk mana yang harus didahulukan untuk dibayar.

Mengatur skala prioritas ini penting untuk mengelola keuangan kita, jangan sampai kita membeli sesuatu yang tidak masuk dalam skal prioritas, bila hal ini dilakukan maka kita akan mendapakan kesulitan finansial dikemudian hari.  

2. Hemat Kebutuhan Sehari-hari

Setelah menghitung skala prioritas makan langkah yang tak kalah penting adalah membuat rencana kebutuhan hidup sehari-hari dalam sebulan. Kita harus bisa memprosentasekan hasil pendapatan dengan rencana pengeluaran untuk belanja barang kebutuhan pokok seperti membeli beras dan lauk.  

Tidak gampang memang mengatur kebutuhan sehari-hari selain harga kebutuhan pokok yang  tidak stabil juga terkadang banyak realita yang tidak terjadi diluar perencanaan.

Namun setidaknya ketika kita merencanakan dengan baik paling tidak biaya pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari menjadi lebih terukur dan tidak menyebabkan dompet kita jebol.  

3. Biasakan Menabung

Seberapa pun penghasilan yang kita dapat hendaknya biasakan menabung untuk hal-hal yang luput dari rencana, tabungan juga menjadi salah satu bentuk investasi bagi sebuah keluarga.

Karena itu mulai sekarang hendaknya bisa menyisisihkan berpapun uang untuk menanbung, tidak harus dengan nominal besar disesuaikan saja dengan pendapatan kita.

Yang jelas menabung manfaatnya banyak, mungkin sekarang kita belum merasakan namun dalam moment-moment tertentu kelak kita akan merasakan akan manfaatnya dari menabung.  

4. Atur Biaya Cicilan

Bagi kita yang mempunyai cicilan hitung berapa kebutuhan biaya untuk mencicil dalam sebulannya, setelah itu pastikan kita mengetahui tanggal yang pasti untuk membayar cicilan tersebut.

Ini menjadi penting karena kalau kita telat mencicil biasanya kita akan mendapkan denda yang justru akan semakin menguras keuangan kita.

Biasakan mencicil sesuai tanggal yang disepakati, jangan menunda nunda membayar cicilan semakin kita menunda maka tangihannya pun semakin banyak dan ini bisa menjadi bom waktu yang bisa mengancam kondisi keuangan kita.

Baca: Trading Peluang Bisnis Menguntungkan Di masa Depan

5. Gaya Hidup Sederhana

Pandai mengatur gaya hidup juga sangat berpengaruh terhadap kondisi keuangan kita, seringkali kita terpengaruh dengan gaya hidup orang lain, maka untuk itu kita perlu mengatur gaya hidup kita disesuaikan dengan pendapatan kita setiap bulannya.

Banyak orang yang terjebak masalah finansial karena mengikuti gaya hidup orang lain, itu jangan sampai terjadi bagi kita apalagi jika keadaan keuangan kita tidak memungkinkan.

Biasanya gaya hidup akan mengikuti sumber penghasilan, tidak jadi masalah kalau semuanya terukur dengan baik yang menjadi masalah adalah gaya hidup yang tidak terkontrol tidak memperdulikan kondisi keuangan kita.

6. Sisihkan Untuk Kegiatan Sosial

Yang namanya hidup kita tidak bisa hidup sendiri, manusia adalah makluk sosial yang membutuhkan orang lain, jika kita tidak menyisihkan keuangan kita untuk kegiatan sosial maka kita akan dijauhi oleh teman dan masyarakat.

Sisahkan pendapatan kita untuk kegiatan sosoial, semisal untuk kondangan, biaya keamanan, iuran RT dan lain sebagainya.

Hal ini bertujuan supaya kehidupan kita menjadi harmonis dengan orang lain, tidak percaya coba saja kita tidak membayar biaya iuaran RT maka keluarga kita akan dikucilkan dalam lingkungan masyarakat.   

7. Biasakan Masak Sendiri

Salah satu sumber pengeluaran terbesar dalam keluarga ada di makanan, maka sudah selayaknya kita harus bisa masak sendiri untuk kebutuhan sehari-hari, bila itu dilakukan akan sanagat membantu menekan pengeluaran kita yang cukup besar.

Kalau suatu keluarga bisa masak sendiri memang sangat hemat dibandingkan dengan membeli dari warung, karena tidak sampai mengelurkan uang 50 ribu kita sudah bisa memasak untuk kebutuah sehari.

Bandingkan saja kalau kita beli di warung atau rumah makan, uang 50 ribu sangat tidak ada artinya, untuk makan satu orang saja kurang apalagi untuk satu keluarga.   

8. Menunda Membeli Kebutuhan yang Tidak Perlu

Mengatur untuk membeli kebutuhan primer sangat membantu dalam mengelola keuangan kita, kalau memang tidak mendesak tunda dulu untuk membeli kebutuhan primer seperti baju dan celana dan sepatu.

Kecuali memang kita sudah sangat butuh, semisal sepatu kita rusak dan itu adalah sepatu satu-satunya untuk bekerja sehari-hari, boleh saja kita mengalokasikan uang untuk membelinya.

Namun jika kita mempunyai lebih dari satu sepatu lebih baik tunda dulu, karena kebanyakan kita mengikuti mode namun justru menjerumuskan kita dari kekacauan finansial sebuah keluarga.

9. Dahulukan Menggunakan Uang Tunai

Menggunakan kartu debit untuk berbelanja memang sangat memudahkan namun kalau kita tidak bisa mengkontrol penggunaan justru bisa menyebabkan kita menjadi borus.

Untuk itu lebih baik menggunakan uang tunai saja ketika kita akan membeli sesuatu, apalagi kalau nominal untuk membeli sesuatu itu kecil kita gunakan uang tunai saja untuk melakukan sebuah transaksi pembelian.  

Nah ini penting! Kalu kita ingin hemat maka hindari kartu kredit, kartu kredit memang sangat memudahkan kita, tapi bisa juga membuat kita lengah, kalau kita tidak mengkontrol bisa memberikan dampak buruk, bisa-bisa tagihan yang datang akan membengkak secara tiba-tiba.

10. Evaluasi Pengeluaran            

Setelah mengetahui dan sudah melist kebutuhan dan biaya maka langkah selanjutnya adalah lakukan evaluasi berkala. Lakukan terus evaluasi berkala untuk memantaui keadaan keuangan kita.

Lakukan evaluasi, lihat pos mana yang menyebabkan uang membengkak dan pos mana yang perlu mendapatkan tambahan biaya.

Evaluasi ini penting karena kita bisa menghapus pos-pos pengeluaran yang sebenarnya bisa kita hindari bila memungkinkan hapus saja pos tersebut dari list daftar pengeluaran kita.

Nah itu dia beberapa cara untuk mengatur keuangan rumah tangga agar tidak boros semoga bisa menjadi acuan bagi kita untuk merencankan keuangan keluarga dengan baik.  

Baca juga: Inilah 10 Bisnis yang Cocok Bagi Ibu Rumah Tangga