Bursa Global Kembali Bergairah Pasca Pelonggaran Aturan Lockdown

Bursa Global Kembali Bergairah Pasca Pelonggaran Aturan Lockdown

Copytrade.blog – Semenjak pemerintah di beberapa negara Eropa melonggarkan aturan karantina total (lockdown) berimbas positif pada pasar bursa efek secara global. Transaksi bursa saham mulai bergairah.

Pengumunan resmi dari pemerintah Italia dan Spanyol yang melonggarkan aturan karantina total membuat pasar Eropa naik dengan kenaikan sekitar 2 persen di Bursa Saham London (The Financial Times Stock Exchange/FTSE) dan Bursa Saham Jerman (DAX). Sementara US Future menguat 1 persen pada saat dibuka, karena aturan pelonggaran karantina di California.

Minyak mentah mendapatkan keuntungan terbesar sebagai antisipasi terhadap permintahan terhadap pemulihan bahan bakar. Perdagangan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) bahkan telah siap mencatatkan sesi positif lainnya setelah mengalami kapitulasi pada bulan lalu dan diperdagangkan dengan 23 US Dolar per barel, telah melewati batas resistensi 21,5 US Dolar perbarel dalam semalam.

Sedangkan untuk industri penerbangan, hingga kemarin masih terpuruk. Imbas pandemik global, dua perusahaan penerbangan terkemuka di Amerika Serikat, Boeing dan Airbush sampai merumahkan karyawannya. Ada sekitar 10 persen yang PHK baik secara sukarela maupun tidak sukarela. Seperti diketahui Boeing, mempekerjakan sekitar 16.000 karyawannya di penjuru dunia.

Selain itu baik Boeing dan Airbus sementara menghentikan produksi pesawat baru. Begitu pula dengan permintaan perawatan nyaris tidak ada. Untuk General Elektric di divisi mesin jet memangkas sekitar 13.000 pekerjaan. Dan mengurangi tenaga kerja di divisi penerbangan secara global hingga 25 persen.

Saham AS memulai minggu ini dengan catatan positif. Nasdaq Composite sebagai salah satu dari tiga indeks saham acuan di Amerika mengalami kenaikan 1,2 persen. Indeks dipimpin oleh Tesla, yang naik 8,5%, dan perusahaan chip, Advanced Micro Devices (AMD), yang naik 5,4%.

Bursa Global Kembali Bergairah Pasca Pelonggaran Aturan Lockdown

Sedangkan saham L Brands anjlok 15% di akhir perdagangan. Anjloknya saham L Brand ini setelah ada informasi bocor bahwa perusahaan investasi Sycamore Partners batal mengambil alih saham perusahaan pakaian dalam Victoria’s Secret milik L Brand. Sebagaimana diketahui pada Februari 2020 lalu, L Brands berencana menjual 55 persen saham perusahan pakaian dalam ke Sycamore Partners. Atas kesepakatan itu L Brands akan membagi kontrol terhadap merek.

Sedangkan untuk industri ritel Amerika lesu berat terimbas pandemi. Grup perusahaan pakaian J.Crew Group, yang memiliki brand pakaian J.Crew dan Madewell, menyatakan bangkrut imbas penjualan yang anjlok dan berjibun utang. Melalui pengadilan federal di Distrik Timur, Virginia mereka telah mengajukan pailit. Kemungkinan besar terpuruknya J.Crew Grup akan diikuti industri ritel lainnya.

Sedangkan perusahaan publik asal Amerika Serikat yang bergerak di industri daging dan makanan hewani Tyson Foods menyebut laba kuartal pertamanya turun 15 persen. Mereka hanya mengoperasikan setengah dari rumah pemotongan hewan miliknya. Sedangkan setengah lainnya tidak beroperasi secara maksimal imbas pandemik. Kemarin sahamnya ditutup lebih rendah 8 delapan persen.

S&P 500: +0.4% Monday, -12% YTD

Dow Jones Industrial Average: +0.1% Monday, -16.8% YTD

Nasdaq Composite: +1.2% Monday, -2.9% YTD

Sementara Bursa Saham Inggris (FTSE) memperpanjang kerugiannya selama tiga hari hingga Senin kemarin. FTSE 100 turun 0.2 persen dan FTSE 250 turun 1,2 persen. Perusahaan multinasinal penyelenggara pameran dan penerbitan memiliki kinerja terburuk. Sahamnya anjlok 7,51 persen.

Menyusul kemudian perusahana penerbangan berbiaya rendah easyJet, Rolls Royce dan International Consolidated Airlines Group masing-masing sahamnya tenggelam 7,2%, 6,9% dan 5,2%.

Sementara perusahaan financial Lloyds Banking Group, Standard Chartered, Standard Life Aberdeen, M&G, Royal Bank of Scotland dan Aviva mengalami penurunan saham sekitar 2%. Dalam FTSE 250, ada 10 perusahaan mencatat penurunan harga saham lebih dari 8 persen, termasuk WH Smith Plc, Provident Financial, dan Cineworld Group. Sedangkan kenaikan tertinggi saham di FTSE 250, diduduki oleh Royal Mail. Sahamnya naik 5,7 persen usai miliarder Ceko Daniel Kretinsky membeli lebih dari 5% saham perusahaan tersebut.

FTSE 100: -0.2% Monday, -23.7% YTD

FTSE 250: -1.2% Monday, -27.1% YTD

Baca juga: Menakar Kemungkinan Uang Digital sebagai Mata Uang Resmi

Scroll to Top