Berikut 7 Tips Agar Lolos KPR

COPYTRADE.BLOG – Memiliki rumah adalah impian setiap keluarga. Apalagi keluarga muda yang baru setahun menikah. Impian memiliki rumah tangga bahagia tentu sulit terwujud jika tidak memiliki rumah. Lalu bagaimana agar kita dapat memiliki rumah dengan cara KPR? Berikut 7 tips agar lolos KPR

Nah untuk memiliki rumah, khususnya bagi masyarakat urban di perkotaan tentu butuh biaya yang tidak sedikit.

Untuk membeli rumah subsidi, setidaknya kita harus memiliki dana Rp 170 juta.

Sedangkan untuk rumah komersil sederhana, harga saat ini setidaknya Rp 250 juta.

BACA JUGA : 5 Aplikasi Investasi di Bawah Pengawasan OJK, Modal Terjangkau

Bagi seorang karyawan yang masih memiliki gaji UMR tentu dirasa berat. Apalagi jika memiliki pinjaman lain, seperti kendaraan bermotor.

Maka penting bagi keluarga muda untuk melakukan persiapan agar pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dapat disetujui Bank.

Bagi nasabah atau curtomer yang mengajukan KPR perlu dipahami. Bahwa proses tersebut tidak bisa langsung satu hari jadi, namun ada tahapan yang harus dipenuhi, baik dari developer selaku penyedia rumah dan dari konsumen.

Dengan memahami proses, maka konsumen dapat mengikuti tahapan dengan baik lancar, kooperatif dan berhasil sesuai harapan.

Karena tidak jarang, konsumen yang menganggap enteng dan tidak mengikuti proses, sehingga hasilnya ditolak.

Ditolak cinta memang sakit, namun ditolak KPR juga sakit. Selain tidak bisa segera memiliki rumah, maka anda akan semakin panjang melakukan sewa rumah.

BACA JUGA : Patut Dicoba! Inilah Bisnis Rumahan yang Menguntungkan

Terdapat beberapa hal yang menyebabkan konsumen gagal mendapat persetujuan KPR :

  1. Pertama berkas yang diperlukan tidak lengkap
  2. Pendapatan tidak stabil atau kurang dari analisa keamanan kredit
  3. Memiliki angsuran lain yang lebih dari 40 persen dari pendapatan yang diperoleh.
  4. Uang muka yang dibayarkan masih kurang

Berikut adalah 7 Tips agar Lolos KPR

Agar tidak bolak-balik ajukan KPR. Berikut ini beberapa tips agar lolos KPR

1. Pilih Developer Bonavid

Dalam proses KPR ke Bank, tidak hanya sisi konsumen yang dipertimbangkan. Namun juga dari sisi developer.

Developer yang bonafid biasanya akan lebih mendapatkan prioritas pelayanan.

Selain itu Developer yang bonafid biasanya juga sudah bekerjasama dengan Bank tersebut. Sehingga secara legal proyek juga sudah aman.

Beberapa contoh legal proyek seperti, proyek perumahan tersebut memiliki ijin yang lengkap seperti :

  • Ijin Lokasi
  • IMB
  • Andal Lalin
  • Dokumen UPL UKL
  • Sertifikat yang sudah pecah dan siap akad
  • Dokumen PBB yang sudah pecah

Jika developer belum memiliki legal yang lengkap, tentu perbankan akan menolak untuk memberikan persetujuan KPR.

Maka dari itu, memilih developer yang sudah berpengalaman itu sangat
penting.

2. Persiapkan Berkas Data Diri

Karena KPR juga akan melekat pada orang atau nasabah yang menjakukan, maka konsumen juga harus menyiapkan data diri dengan komplit.

Data diri yang lengkap adalah salah syarat agar lolos KPR, tanpa data diri yang lengkap berbagai tips tikan akan berguna.

Data diri yang paling sederhana meliputi :

  • Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • Kartu Keluarga ( KK )
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Pas Foto 3 x 4
  • Slip Gaji ( Karyawan dan PNS)
  • Surat Kontrak Kerja ( Karyawan)
  • SK PNS
  • Buku Tabungan
  • Jika Konsumen adalah Wirausaha perlu ditambahkan print Rekening Koran 6 Bulan dan Laporan Keuangan Usaha

Setelah menyiapkan berkas yang harus dilakukan yakni Cek Riwayat kredit

3. Cek Riwayat Kredit

Setelah menyerahkan berkas, maka marketing Bank akan melakukan BI Cheking melalui ID KTP.

Jika konsumen memiliki tanggungan kredit dalam jumlah besar maka kecil kemungkinan proses kredit dilanjutkan.

Dengan melihat BI Cheking maka perbangkan juga sekaligus melihat karakter dan kedisplinan calon konsumen dalam mengangsur kredit.

BI Cheking juga sekaligus melihat riwayat kredit seseorang. Dipastikan jika ada calon konsumen yang ternyata nunggak hingga beberapa kali angsuran maka bisa saja ditolak.

Maka riwayat kredit juga menjadi track record penting bagi seseorang yang akan mengajukan KPR.

Informasi tentang Bi Cheking tersebut tersedia dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK). Jika hasil SLIK bersih maka proses pengajuan kredit dapat dilanjutkan.

4. Hitung antara pendapatan dan beban

Salah satu prtimbangan keamanan perbankan yakni, konsumen dianggap layak.

Tips Agar Lolos KPR

Layak yang dimaksud diantaranya kemampuan bayar dan keseimbangan pendapatan dengan beban beban yang dimiliki.

Perlu diketahui, seseorang yang sudah memiliki beberapa angsuran, seperti kredit kendaraan bermotor, kredit elektronik, maupun kredit lain maka pertimbangan persetujuan kredit juga makin berat.

Biasanya, konsumen akan disarankan untuk menutup terlebih dahulu kredit yang dimiliki sebelumnya. Sehingga ia akan fokus pada KPR.

Namun jika pendapatan masih memungkinkan, maka KPR bisa saja dilanjutkan dan disetujui.

Misal dari pendapatan Bulanan Rp 6 juta, dibagi untuk biaya hidup, biaya pendidikan, biaya kesehatan, transportasi, beban wajib seperti tagihan air, listrik, kuota dan lain lain.

Rupanya masih pula da beban kredit misalnya mencapai 40 persen dari pendapatan, maka anda bisa dianggap beresiko gagal bayar.

Prinsipnya jangan sampai besar pasak dari pada tiang, sehingga anda akan kesulitan untuk melakukan angsuran bulanan. Dengan rasio yang seibang, maka angsuran kredit bisa lebih lancar.

5. Pilih Rumah Sesuai Kemampuan

Bagi anda yang saat ini masih memiliki gaji dibawah Rp 4 juta, maka pilihlah rumah dengan KPR Subsidi.

Angsuran rumah bersubsidi tentu lebih terjangkau dengan kisaran Rp 1,2 juta per bulan.

Namun jika anda memiliki pendapatan Rp 15 juta hingga 25 Juta per bulan, maka anda dapat memilih rumah komersil yang suseuai dengan kemampuan.

Prinsip bagi keluarga muda, rumah pertama adalah rumah yang paling aman. Artinya kecil kemungkinan anda mengalami gagal bayar, sehingga rumah tersebut dapat menjadi tempat tinggal yang nyaman.

Mengingat KPR adalah hutang yang sifatnya jangka panjang, maka anda juga harus memiliki pertimbangan matang.

Jangan sampai ditengah perjalanan rumah idaman anda melayang atau
gagal dimiliki.

6. Siapkan Uang Muka

Salah satu syarat untuk dapat mengakses KPR yakni, anda harus menyediakan uang muka.

Uang muka tersebut juga diatur sesuai ketentuan Bank Indonesia.

Sesarannya bisa mulai dari 10 persen dari harga rumah, atau 20 persen maupun 30 persen.

Semakin besar uang muka yang anda sediakan, maka beban kredit semakin ringan.

Kesiapan anda untuk membayar uang muka juga disesuaikan dengan persiapan yang sudah anda lakukan.

Misalnya anda sudah memiliki tabungan yang cukup, sehingga dapat digunakan untuk membayar uang muka.

Siapkan Biaya Akad

Jika analis kredit menilai anda adalah konsumen yang layak, maka pengajuan KPR akan disetujui.

Selanjutnya siapkanlah biaya biya untuk akad kredit. Biaya tersebut diantaranya Biaya Notaris untuk pengikatan Kredit di bank, Biaya Balik Nama Sertifikat, Biaya Asuransi Kredit dan Asuransi Jiwa, Pajak Bea Perolehan Hak Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan Pajak PPN.

Untuk biaya – biaya tersebut biasanya besaran yang dibutuhkan sekitar 5-6 persen dari plafon kredit. Namun untuk pajak besarannya sudah diatur sesuai ketentuan yang berlaku.

Setelah perbankan memberikan surat persetujuan kredit, maka anda tinggal menunggu jadwal untuk melakukan Akta Jual Beli ( AJB) dan Pengikatan Kredit dengan Bank.

Setelah semua berkas ditandatangani, maka anda akan menempati rumah idaman.

Maka bagi para keluarga muda, tetap semangat agar anda dapat memiliki rumah impian yang nyaman dan tentu memiliki nilai investasi.

Sebab rumah adalah aset yang berharga yang nilainya akan selalu naik dari tahun ke tahun.

Jadi meskipun anda membayar secara KPR, namun diakhir masa kerdit nilai aset rumah anda lebih tinggi dari kredit yang telah dibayarkan. Sehingga konsumen properti dipastikan akan memiliki keuntungan dari kenaikan nilai aset tersebut.