Berbagai Pilihan Strategi Trading Agar Fokus Raih Profit

Strategi Trading Forex

Strategi trading merupakan komponen dalam trading plan yang harus kamu perhatikan agar bisa segera mendapatkan profit. Dengan strategi trading yang jitu maka kemungkinan untuk mendapatkan profit akan lebih besar.

Meskipun kenyataannya, tidak semua strategi benar-benar hebat dan dapat berfungsi dengan baik. Untuk bisa menjadi trader profesional, kamu perlu memiliki trading plan yang setidaknya didukung dengan strategi trading yang telah diuji coba dalam waktu yang tidak singkat.

Tentu saja, hal seperti ini membutuhkan disiplin dan konsisten yang kuat untuk bisa menjalankan trading plan dan strategi yang telah kamu rencanakan dengan baik.

Kemudian banyak yang bertanya tentang strategi terbaik untuk trading agar bisa segera mendapatkan profit. Tidak ada yang bisa menjawab dengan satu jawaban pasti karena ada banyak strategi trading yang apabila digunakan secara konsisten maka pasti menghasilkan profit.

Semua itu tergantung pada karakter trader itu sendiri, jangka waktu trading, kekuatan modal, dan situasi fundamental yang sesuai perkiraan.

Tetapi satu hal yang harus diperhatikan oleh seorang trader, gunakan strategi yang mudah kamu pahami. Karena semenarik apapun ulasan dalam website tentang sebuah strategi trading, akan percuma jika kamu tidak bisa memahami dan menggunakannya.

Pikiranmu akan mudah terkuras dan semakin sulit untuk mengambil keputusan yang tepat, apalagi di saat market sedang bergejolak.

Baca juga: Penting Untuk Membuat Trading Plan Bagi Para Trader

Jadi untuk mencari strategi forex terbaik untuk dirimu maka ada tiga hal yang harus diperhatikan, yaitu :

  • Mudah dipahami dan dipergunakan
  • Sesuai dengan karakter trading si trader
  • Bisa menghasilkan profit konsisten dalam jangka panjang
Macro Trading

Copytrade.blog merangkum berbagai jenis strategi trading yang kebanyakan menggunakan indikator teknikal untuk lebih membaca pergerakan grafik. Namun ada juga beberapa trader yang menggunakan strategi trading berdasarkan analisis fundamental karena mereka yakin situasi di ekonomi dan keuangan global sangat berpengaruh terhadap pergerakan pasar.

1. Macro trading

Strategi trading dengan terlebih dahulu mengamati berita tentang situasi pasar global dan nilai tukar antar mata uang, hal ini mencakup ekonomi makro. Trader yang menggunakan strategi ini berharap untuk bisa mendapatkan profit dari mengamati selisih nilai mata uang antar negara.

Secara berkala dia akan membaca berita seputar ekonomi, khususnya tentang ekonomi eropa dan amerika. Karena mata uang mereka cenderung stabil. Beberapa website seperti www.economist.com, www.ecb.europa.eu, www.economicsuk.com, www.bloomberg.com, atau www.theguardian.co.uk adalah referensi untuk berita tentang ekonomi global.

2. Carry trade

Carry trade berusaha mendapatkan keuntungan dengan memanfaatkan perbedaan suku bunga antar negara. Biasanya, mata uang yang dibeli dan ditahan semalam akan menghasilkan bunga bank di negara yang mata uangnya dibeli.

Trader dapat mencari mata uang suatu negara dengan suku bunga rendah untuk membeli mata uang suatu negara yang membayar suku bunga tinggi, sehingga menguntungkan dari selisih perbedaannya.

Ketika kamu membeli mata uang yang memiliki tingkat bunga lebih tinggi dibandingkan dengan mata uang lawan, kamu dapat memanfaatkan carry positif.

Dengan kata lain, kamu mendapatkan sedikit minat pada posisi forex kamu jika kamu tetap buka sampai hari perdagangan berikutnya dan broker kamu akan menambahkan jumlah itu ke keuntungan kamu.

Sebaliknya, ketika kamu membeli mata uang yang memiliki tingkat bunga lebih rendah dibandingkan dengan mata uang counter, kamu kehilangan dari carry negatif jika kamu menjaga perdagangan terbuka selama berhari-hari. Kamu kehilangan sebagian kecil dari posisi forex kamu karena perbedaan suku bunga negatif, yang diterapkan pada keuntungan kamu pada hari perdagangan berikutnya.

Misalnya, jika reserve bank of australia menawarkan bunga 3,00% sementara the fed as hanya menawarkan 0,25%, pembelian aud/usd dapat memberi kamu pengembalian 2,75% tambahan berdasarkan posisi kamu jika kamu tetap membuka perdagangan selama setahun.

Shorting aud/usd memberi kamu kerugian 2,75% dari laba kamu jika kamu bertahan pada perdagangan kamu selama setahun. Keuntungan atau kerugian semalam ditentukan sebagai bagian dari perbedaan suku bunga tahunan.

Scalping Trade

3. Scalping trade

Dalam strategi trading ini, trader membuka banyak posisi trading dan mencoba mendapatkan untung kecil dari setiap trading. Scalping adalah salah satu strategi trading tercepat. Scalper berusaha untuk mempertahankan posisi mereka untuk waktu yang singkat, sehingga mengurangi risiko.

Meskipun dalam trading forex scalping dikenal cepat memberikan hasil, namun strategi forex yang satu ini hanya bisa memberikan hasil jika kamu bisa mengambil keputusan yang tepat dalam waktu yang singkat. Itu pun jika kamu tak diganggu oleh koneksi internet yang ‘putus-nyambung’, atau spread yang melebar, atau re-quote karena harga yang volatile – sementara koneksi internet tak mendukung.

Strategi scalping biasanya memanfaatkan chart 1 menit dengan target hanya $5-$10 per transaksi. Jika ia berhasil melakukan 10 kali transaksi yang menghasilkan keuntungan, maka ia akan bisa membukukan keuntungan sebesar $50-$100 per hari.

Baca juga: Bagaimana Menentukan Take Profit Forex?

4. Day trading

Day trading didefinisikan sebagai pembelian dan penjualan trading dalam satu hari. Day trading dapat terjadi di pasar mana pun, tetapi yang paling umum terjadi di pasar valuta asing (forex) dan pasar saham. Biasanya, day trader sudah mengetahui dengan baik dan mempunyai dana yang cukup.

Seorang day trader memanfaatkan sejumlah besar leverage dan strategi perdagangan jangka pendek untuk memanfaatkan pergerakan harga yang kecil dalam stok atau mata uang dengan likuid yang tinggi.

Gunakan beberapa indikator analisis yang kamu pahami untuk mengambil keputusan, tentukan target pips namun jangan terlalu banyak, dan apabila terjadi penurunan grafik, maka lakukan cut loss untuk meminimalisir kerugian.

Swing Trading

5. Swing trading

Swing trading merupakan tipe trading yang menggunakan konsep dasar “beli di swing low, dan jual di swing high”. Teori swing trading ini memang terdengar mudah, tapi pada praktiknya tidak semudah yang dibayangkan.

Swing trading bahkan jadi tipe trading paling sulit karena tidak adanya indikator yang pasti ketika harga saham ada di bottom dan ada di puncak, kedua kondisi ini sebenarnya masih dalam imajinasi trader.

Maka dari itu, ketika kamu menggunakan swing trading ini, kamu akan dipaksa untuk berkhayal tentang posisi saham apakah benar-benar sudah ada di posisi bottom. Jangan sampai kamu salah berimajinasi dan mengira harga saham sudah di posisi bottom, lalu kamu membeli banyak saham, tetapi harganya justru semakin menurun. Walaupun demikian, ada kiat-kiat yang dapat kamu lakukan untuk meminimalisir risiko dari swing trading ini.

Average down

Proses peyuntikkan dana segar untuk membuka posisi buy setelah harga buy jatuh dari harga awalnya ini disebut average down, sebaiknya kamu menghindari hal ini karena average down akan membuat kamu mengalami kerugian ketika harga terus menurun.

Stop loss

Terkadang posisi trading yang sudah kita prediksi tidak sesuai dengan kenyataan, kejadian seperti ini pasti akan berdampak pada kerugian yang akan kamu hadapi karena kamu tidak dapat menghindari situasi ini sama sekali. Untuk itu, kamu dapat menerapkan stop loss yang setidaknya akan membantu kamu meminimalisir kerugian yang terjadi.

6. Position trading

Position trading adalah strategi trading yang memanfaatkan jangka waktu yang lama, bisa berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan. Timeframe yang biasa digunakan adalah harian (d1) atau mingguan (w1). Analisa yang direkomendasikan untuk digunakan untuk position trading adalah analisa fundamental.

Berarti trader harus sering mengikuti nfp, gdp, penjualan ritel, dan lain-lain. Kemudian baru gunakan analisa teknikal untuk menentukan waktu yang tepat untuk masuk posisi.

Namun ada juga trader yang hanya menggunakan analisa teknikal saja, tanpa menggunakan analisa fundamental sama sekali. Biasanya strategi itu disebut dengan trend following.

Scroll to Top