Bagaimana Menentukan Take Profit Forex?

Tidak dipungkiri bahwa tujuan dari aktifitas trading forex adalah mendapatkan keuntungan, lazimnya disebut Take Profit. Lalu bagaimana menentukan take profit ketika sedang trading forex. Jangan sampai kita tidak mengambil keputusan tentang waktu yang tepat untuk berhenti dari trading dan membuat kita kehilangan keuntungan yang sudah terkumpul sebelumnya.

Hingga kini masih banyak para trader yang sedikit bingung untuk menentukan berapa ideal Take Profit yang harus di pasang. Bahkan banyak juga pemain justru lebih suka untuk tidak menggunakan kedua-duanya dan lebih suka menutup posisi dengan cara manual, instant execution.

Jika Anda mempunyai posisi dalam trading danpada saat itu juga kebetulan Anda memonitor, maka jika ternyata dalam keadaan profit mungkin sekali Anda akan menghitung dulu berapa pip yang Anda peroleh sebelum mengambil keputusan untuk closing. Itu jika Anda tidak menerapkan profit taking plan, dan keputusan take profit hanya berdasarkan emosi.

Kami akan membahas bagaimana cara menentukan take profit atau target profit. Kemudian selain itu juga memutuskan untuk keluar dengan cara yang sederhana, terbilang relatif mudah tetapi juga cukup efektif, yaitu dengan melihat setup price action sebagai sinyal serta indikator moving average sebagai pendukung, serta cara mengamankan posisi yang sudah profit dan masih open.

Baca juga: Mengapa Analisa Fundamental Penting Untuk Trading Forex?

Kamu bisa menggunakan jumlah pips sebagai target trading, yaitu memutuskan untuk berhenti setelah mengumpulkan jumlah pips. Namun jangan terlalu banyak menentukan jumlah target misalnya 100 pips. Ini akan mengaburkan jumlah profit yang kamu kumpulkan. Cukup dengan 10, 20, atau 30 pips dalam satu kali trading.

Pips Dalam Trading

Stop Trading Dengan Emosi atau Logika!

Masih banyak trader yang mengambil keputusan untuk mengunci profit berdasarkan alasan emosional dan cenderung tidak mengikuti exit target yang telah direncanakan. Parahnya, banyak trader pemula yang tidak mempunyai trading plan saat akan memulai trading sehingga tidak mempunyai target spesifik tentang berapa yang ingin mereka kumpulkan.

Dampaknya yaitu pada take profit yang dihasilkan dimana sebagai hasil karena emosi jauh lebih kecil dibandingkan yang seharusnya bisa diperoleh, di samping seringnya merasa ragu dan kadang panik ketika pergerakan harga pun ikut berbalik arah juga. Sebaliknya trader yang disiplin menerapkan trading plan dengan exit target yang terencana mendapatkan profit sesuai dengan risk/reward ratio yang telah ditetapkan, tanpa keraguan atau pun kepanikan.

Anda akan lebih mudah terhasut oleh emosi negatif seperti keserakahan dan ketakutan, karena keuntungan atau kerugian potensial tidak nampak dalam bentuk uang. Untuk menanggulanginya, cobalah alternatif menentukan target profit langsung dalam bentuk Dolar AS. Dalam platform trading Anda, ubah satuan dalam kolom profit/loss menjadi mata uang, sehingga Anda dapat lebih “sadar diri” untuk close posisi sesuai target yang realistis.

Pasar Membawa Arah Pergerakan

Banyak trader yang keluar secara manual dikarenakan pergerakan harga mulai melawan posisinya, tetapi selanjutnya berbalik lagi setelah eksekusi exit dilakukan, atau exit pada breakeven karena melihat dari harga yang akan berbalik, tetapi hal ini ternyata tidak. Trader tersebut berfikir seolah mereka tahu apa yang akan terjadi pada pergerakan harga di pasar.

Baiklah, sebenarnya tak seorangpun tahu dan bisa memastikan pergerakan harga pasar, tak terkecuali pada para profesional trader yang paling top. Yang perlu dan penting kita lakukan yaitu percaya sepenuhnya pada trading plan kita, dan risk / reward ratio yang telah kita sepakati. Maka biarlah pasar menentukan pergerakannya sendiri, selanjutnya kita sikapi dan siasati lewat strategi trading dan money management yang benar-benar telah teruji.

Kita harus selalu meningkatkan kemampuan dalam membaca probabilitas pergerakan harga dalam kondisi pasar yang berbeda-beda. Kemudian apabila kita mempermainkan pasar yakni dengan cara kita seringkali membuka posisi hingga overtrade, atau trading secara asal-asalan, maka cepat ataupun lambat account kita pun akan sirna tidak peduli seberapa strategi take profit apapun yang kita terapkan.

Grafik Forex

Menggunakan Risk/Reward Ratio

Walaupun sebenarnya tak seorangpun tahu mengenai apa yang akan terjadi pada pergerakan harga pasar, dari berbagai metode yang telah teruji, secara umum bila kondisi pasar sedang trending dengan sangat kuat, maka menerapkan trailing stop adalah strategi yang paling tepat guna meraup keuntungan besar atau big profit.

Kemudian stop loss tersebut kita pindahkan. Bagaimana caranya? yaitu mula-mula dengan cara pada titik 1:2, kemudian 1:3, kemudian apabila kondisi pasar masih memungkinkan tidak ada salahnya untuk kita tingkatkan lagi.

Level target profit atau take profit biasanya ditentukan setelah adanya resiko, yaitu dengan risk/reward ratio yang kita rencanakan. Namun dalam kenyataannya target profit relatif bergantung pada kondisi pergerakan dari pasar. Trader pemula biasanya menentukan level target profit dengan perkiraan semata atau berdasarkan emosi saja, tanpa membaca pola pergerakan harga yang mungkin bisa terjadi.

Berapa Jarak Ideal Take Profit?

Benarkah penentuan take profit ini ada jarak idealnya? Jika ditanya mengenai jarak ideal, sebenarnya tidak ada jarak ideal atau jarak tetap yang bisa dijadikan acuan bagi trader untuk menentukan take profit. Hal ini karena penentuan take profit sendiri tergantung pada situasi dan kondisi pasar saat itu.

Apalagi dari waktu ke waktu, kondisi pasar selalu berubah tanpa bisa diprediksi dengan pasti. Jadi setiap trader tidak bisa memiliki take profit yang sama satu sama lainnya karena tentu mereka trading di waktu dan kondisi yang berbeda.

Namun, meski tidak ada jarak ideal, ternyata Anda bisa menentukan take profit lebih mudah dengan acuan rasio yaitu rasio 1:2. Rasio ini berlaku dalam melakukan analisa trading. Jadi, pertama Anda harus menganalisa di mana titik entrynya. Kemudian tentukan di mana stop lossnya. Setelah itu baru Anda bisa menentukan take profitnya di mana.

Baca juga: 5 Web Forex Indonesia Gratis Tanpa Deposit

Sesuai dengan rasio 1:2 tadi, berarti Anda harus melihat berapa jarak antara titik entry dengan stop lossnya. Misalkan jarak keduanya adalah 50 pips, maka Anda bisa menentukan take profit dengan jarak sebesar 100 pips dari titik stop loss tadi. Sebaliknya, jika jarak titik entry dan stop loss adalah 75 maka take profitnya diambil dengan jarak 150 pips. Di sini sudah jelas bukan?

Take Profit Forex

Melakukan Analisa yang Benar

Ingat, untuk menentukan titik entry, stop loss dan take profit tidak boleh asal. Anda harus mampu melakukan analisa untuk menentukan titik-titik tadi. Langkah pertama yang harus selalu dilakukan dalam analisa adalah dengan menentukan atau membuat support dan resistance.

Penentuan support dan resistance ini sebenarnya harus dilakukan sendiri oleh trader. Namun, banyak trader pemula yang kadang masih bingung dalam menentukan di mana support line, support level, resistance line dan resistance level.