Apa Itu Bullish dan Bearish? Ini Penjelasan Lengkapnya

Bullish dan Bearish adalah sebuah istilah yang sering digunakan dalam dunia pasar modal, komoditas, dan forex.

Dua istilah ini penting untuk diketahui bagi para trader karena pasti akan sering ditemui dalam analisis teknikal atau ramalan pergerakan saham.

Arti dari istilah lain dari Bullish market dan Bearish market biasa dikenal secara luas dengan nama Beruang dan Banteng dalam bahasa Indonesia, sebutan tren Pasar Bullish (Uptrend) memiliki makna keadaan saham naik sedangkan Bearish (Downtren) diartikan sebagai keadaan saham turun.

Di kalangan penanam saham seringkali membahas mengenai keadaan pasar yang sedang naik atau turun sehingga bisa menentukan waktu yang tepat untuk buy, hold, atau sell.

Jika suasana pasar sedang bearish, kamu harus memutuskan untuk segera melepas aset agar menghindari kerugian yang besar.

Namun jangan seketika kamu lepas semua, perhatikan tren setiap harinya apakah semakin menurun, stagnan atau malah tiba-tiba muali merangkak keatas.

Begitu pula penting untuk mengamati tren bullish agar kamu bisa segera menambahkan investasi pada beberapa saham yang berada di titik sambil menunggu nilai saham tersebut kembali ke titik ekuilibriumnya.

Karena itu penting bagi setiap trader memahami arti kedua tren ini dan bagaimana cara untuk menentukan jangka waktu tren tersebut.

Kali ini kita akan membahas Bullish dan Bearish tidak hanya mengenai istilah dan pengertiannya melainkan juga mengenai penyebab kedua hal tersebut bisa terjadi dan kemudian menentukan waktu yang tepat bagi kamu untuk mulai berinvestasi dengan memanfaatkan situasi pasar yang sedang terjadi.

Baca juga: Ini Dia, 4 Broker Forex Terbaik di Dunia (Rekomendasi 2020)

Apa itu Bullish?

Apa itu Bullish?

Bullish adalah istilah yang digunakan saat momentum pasar sebuah portofolio investasi akan terus naik dalam jangka waktu tertentu.

Pengaruh yang menyebabkan bullish biasanya muncul saat indikator-indikator ekonomi menunjukkan sentimen positif disebabkan oleh pengaruh suatu negara ataupun seluruh Dunia terhadap kondisi ekonominya.

Dengan kata lain peran pertumbuhan ekonomi menentukan naik turunnya pasar saham tersebut, entah itu dalam sektor bisnis berkembang ataupun sektor usaha.

Pendapatan Bullish market dipengaruhi oleh pertumbuhan laba perusahaan, tingkat pendapatan perkapita, ataupun faktor lainnya. Hal ini menyebabkan tingkat kepercayaan diri pasar menjadi tinggi.

Saat tingkat pengangguran rendah, efek yang sama juga biasanya terjadi dimana akan lebih banyak investasi yang muncul ditunjang juga oleh daya beli tinggi di tingkat retail.

Dimana hal ini akan berefek langsung pada kenaikan harga saham dan sektor bisnis pada umumnya.

Uniknya lagi, efek ini berulang yang menyebabkan harga kembali naik lagi hingga saat pasar menyeimbangkan dirinya kembali.

Apa itu Bearish?

Sedangkan bearish adalah kebalikan dari bulllish, dimana momentum pasar portofolio investasi akan mengalami penurunan yang terus menerus dalam jangka waktu tertentu.

Pengaruh yang menyebabkan bearish bisa jadi dari sentimen yang sedang rendah-rendahnya, dimana sering disebabkan oleh tingginya tingkat pengangguran dan data ekonomi yang negatif seperti inflasi tinggi, hutang meningkat dan daya beli menurun.

Contoh yang bisa kita ambil yaitu pada tahun 2008 yang lalu, dimana pasar saham mengalami bearish.

Parahnya pasar bearish di Indonesia dimulai dari kasus Bank Mutiara (sekarang bernama Bank Century).

Kasus ini hampir menjadi mata rantai yang menyebabkan kepercayaan diri masyarakat rendah terhadap instrumen finansial dan bank.

Solusi dari pemerintah saat itu agar pasar kembali percaya dengan lembaga finansial adalah dengan memberikan jaminan terhadap dana simpanan di bank untuk rekening di bawah 2 miliar.

Ditambah bunga deposito yang sangat tinggi, dimana juga dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Sejak saat itu, pasar modal kembali bergairah dan mulai naik kembali dikarenakan kepercayaan pasar terhadap lembaga finansial yang kembali tinggi.

Akhir Dari Pasar Bullish.

Akhir Dari Pasar Bullish.

Kita bisa lihat bahwa dari setiap tahap akhir dari pasar bullish seperti yang dialami pada tahun 1999 atau 2007 biasanya akan ada pertumbuhan ekonomi yang kuat dan tingkat optimisme yang cukup tinggi di kalangan pelaku pasar.

Kepercayaan konsumen cenderung akan tinggi. Suku bunga akan naik dan saham bergerak naik.

Dalam forex trading, mata uang yang berisiko dan mata uang emerging market yang sering diperdagangkan akan menjadi anak tangga besar dalam pergerakan harga.

Ketika pasar bergerak naik, kenaikan suku bunga akan menjadi ancaman yang semakin kuat terhadap pertumbuhan ekonomi yang akhirnya membuat pasar mulai masuk ke dalam momentum perlambatan.

Pinjaman uang akan menjadi lebih mahal dan risiko yang di ambil akan mulai turun yang juga akan menyebabkan investor mencari tempat yang lebih aman untuk berinvestasi seperti pada pergerakan saham.

Hal ini pada gilirannya akan menyebabkan penurunan tajam dalam pergerakan saham yang sebelumnya bertugas dengan baik membawa harga untuk naik dan akhirnya mulai mengatur pergerakan pesimis sebagai penggerak utama pasar.

Ketika pesimisme meningkat, pertumbuhan ekonomi akan mulai jatuh dan saham-saham berkapitalisasi kecil akan menanggung sebagian dari kejatuhan di pasar saham.

Dalam rangka untuk mengatasi penurunan pertumbuhan ekonomi maka suku bunga akan mulai diturunkan dan pasar kemungkinan besar akan memasuki kondisi bearish yang berkepanjangan.

Akhir dari Pasar Bearish.

Ketika suku bunga turun dan pesimisme terus mengambil peranan maka sering pasar akan terus bergerak menurun hingga mencapai aksi sell yang akan mencapai tingkat klimaks, dimana optimisme berada pada titik nadir paling rendah.

Sehingga pada titik ini, kita akan mengetahu bahwa pasar sedang dicuci serta bergerak di level terendah dan siklus akan dimulai lagi.

Prospek suku bunga yang rendah dan pertumbuhan ekonomi yang akan meningkat, dapat memicu momentum kecil dan pertumbuhan di pasaar saham yang akan kembali mengambil alih arah pergerakan.

Karena itu, pasar saham selalu tampak di depan, kenaikan ini akan sering terjadi ketika harga bergerak naik dari setiap uptick sesuai dengan data GDP atau pengangguran.

Dengan cara ini, pasar saham akan menjadi indikator utama utama dalam pertumbuhan ekonomi di masa depan. Sebagai trader forex, penting untuk memahami siklus pasar ini.

Meskipun tidak ada siklus yang pasti pernah sama, umumnya kasus pada mata uang berisiko dan mata uang emerging market akan berbuat lebih baik di pasar bullish.

Sedangkan di pasar bearish, mata uang safe haven seperti dolar AS, franc Swiss dan yen Jepang akan menjadi pilihan yang terbaik.

Itulah pengertian buillish dan bearish, dengan memahami istilah yang ada dalam dunia trading diharapkan kita menjadi lebih mantap menjadi seorang trader, dengan begitu pundi pundi uang yang kita harapkan akan lebih mudah untuk menjadi kenyataan.  

Baca juga: Pahami! Berikut Istilah Dasar Trading Forex