10 Saham yang Moncer di Akhir November 2022

COPYTRADE – Pergerakan Indek Harga Saham Gabungan ( IHSG) selama beberapa hari di akhir November ini menunjukkan pelemahan. Bahkan selama kurang lebih satu pekan, Indeks saham dalam negeri terkoreksi 0,41 persen di level 7.053,15. Meski secara umum indeks bursa saham nasional terkoreksi, beberapa saham masih mencatatkan kenaikan.

Beberapa emiten sektor industri, transportasi, logistik hingga perdagangan dan investasi bergerak membanggakan.

Salah satu emiten tersebut yakni Singaraja Putra ( SINI) yang mencatatkan kenaikan harga saham paling tinggi. Di Minggu ke empat atau akhir November 2022 ini naik sebesar 159,17 persen. Dari harga saman Rp 218 menjadi Rp 565.

Selanjutnya, dibawah SINI terdapat Tanah Laut ( INDX). Saham ini mencatatkan kenaikan sebesar 48,228 persen. Yakni dari Rp 240 menjadi 356.

Disusul dengan Bumi Benowo Sukses ( BBSS) yang meningkat 35,59 persen menjadi Rp 85.

Posisi keempat mwnjadI top gainers ditempati oleh Tempo Intimedia (TMPO). Sahamnya menguat 35,59 persen menjadi Rp 160.

Berikutnya Asuransi Maximus Graha Persada (ASMI). Sahamnya menguat 31,50 persen menjadi Rp 16.

Disusul Atlas Resources (ARII) meningkat sebanyak 30,20 persen, dari Rp 298 menjadi Rp 388.

Posisi ke tujuh, Trisula International (TRIS) mencatatkan penguatan 28,57 persen. Selama sepekan menjadi Rp 234.

Posisi kedelapan top gainers ditempati oleh Mustika Ratu (MRAT) menguat 27,61 persen menjadi Rp 855.

Bumi Citra Permai (BCIP) yang menguat 26,32 persen menjadi Rp 72.

Posisi 10 pekan keempat November ditempati oleh Bintang Mitra Semestaraya (BMSR). Saham nya menguat 25 persen menjdi Rp 850. Dari sebelumnya Rp 680.

10 saham paling moncer akhir pekan November ini:

SINI, harga saham naik 159,17 persen.

INDX, harga saham naik 48,33 persen.

BBSS, harga saham naik 39,34 persen.

TMPO, harga saham nak 35,59 persen.

ASMI, harga saham naik 31,50persen.

ARII, harga saham naik 30,20 persen.

TRIS, harga saham naik 28,57 persen.

MRAT, harga saham nak 27,61 persen.
BCIP, harga saham naik 26,32 persen.

BMSR, harga saham naik 25 persen.

Mengenal Singaraja Putra Tbk ( SINI)

Singaraja Putra Tbk (SINI) didirikan 23 November 2005. Kemudian mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2006. Kantor pusat berada di Jalan Galeria Singaraja Blok C 16-17 Lippo Cikarang – Bekasi.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Singaraja Putra Tbk, yakni Hendra Hasan Kustarjo. Kepemilikan samahamnya dengan persentase 60,94%.

Sesuai dengan Anggaran Dasar Perusahaan, perusahaan ini bergerak dalam bidang jasa, guest house/wisma dan restoran, perdagangan umum, leveransir, real estate.

Bidang lainnya yakni pemborong, perindustrian, pengangkutan, pertambangan. Termasuk peternakan, pertanian, pergudangan, perbengkelan, design, event organizer, hingga pemotretan.

Kegiatan utama SINI bergerak dalam bidang penyediaan penginapan dan akomodasi jangka pendek.

Peruahaan tersebut bergerak di bidang industri pengolahan kayu untuk komponen bahan bangunan.

Akuisisi Happy Hapsoro

Pada 28 Okt 2019, SINI memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham atau IPO.

Jumlahnya saham sebanyak 175.000.000 saham baru. Nilai nominal Rp100,- per saham, dengan harga penawaran Rp108,- per saham.

Disertai dengan Waran Seri I sebanyak 87.500.000. Dengan harga pelaksanaan Rp115,- per saham.

Saham dan waran dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 08 November 2019.

Nama Happy Hapsoro juga jarang terdengar. Bahkan banyak yang tak mengenal. Padahal dia adalah Suami dari Puan Maharani.

Profil Happy Hapsoro

Happy Hapsoro bernama lengkap Hapsoro Sukmonohadi. Sebaliknya, Hapsoro Sukmonohadi, merupakan pengusaha yang cukup sukses.

Bisnisnya menggurita di berbagai bidang. Bisnis tersebut mulai dari perusahaan konstruksi sampai properti.

Tahun 2021 silam, perusahaan yang dikelola menggarap proyek pembangunan dan pengoperasian pipa minyak bumi.

Pipa yang dibangun yakni koridor Balam – Bangka – Dumai dan koridor Minas – Duri- Dumai. Nilainya mencapai US$300,62 juta atau sekitar Rp 4,34 triliun.

Happy Hapsoro juga membangun kondominium Blossom Residence di kawasan eks Bandara Kemayoran, Jakarta.

Happy Hapsoro juga menjabatan komisaris di berbagai perusahaan, seperti Odira Energy Persada, PT Prima Utama Mandiri, PT Rukun Raharja Tbk,, dan beberapa perusahaan lainnya.